jump to navigation

yang mengubah dunia June 27, 2009

Posted by witart in wawasan.
Tags: ,
add a comment

ILMU PENGETAHUAN
10 Obyek Ilmiah yang Mengubah Dunia

Sabtu, 27 Juni 2009 | 03:49 WIB

Perjalanan sejarah manusia sudah ada puluhan ribu tahun lalu. Sebagai makhluk berpikir manusia terus- menerus berusaha menyingkap rahasia dunia. Para kurator Science Museum di London baru-baru ini memilih 10 koleksinya yang dinilai punya pengaruh ilmiah terbesar dalam sejarah manusia abad ini.

Kapsul Apollo 11

Empat puluh tahun yang lalu, manusia berhasil mengelilingi dan menjejakkan kakinya di bulan. Kapsul yang diluncurkan dalam pendaratan di bulan oleh Apollo 11 ditempatkan di Science Museum pada Juli mendatang. Misi Apollo tidak hanya menunjukkan kemajuan teknologi ruang angkasa, tetapi juga telah menginspirasi orang tentang upaya mengetahui jagat raya ini.

Mesin atmosfer

Mesin atmosfer ditemukan oleh Thomas Newcomen pada tahun 1712. Model ini lalu dibangun oleh Francis Thompson di Derbyshire, Inggris, pada tahun 1791. Mesin atmosfer mengatasi krisis energi yang disebut-sebut mengawali Revolusi Industri. Temuan ini membuka cadangan batu bara yang tidak terjangkau dengan memompa air dari tambang di dalam tanah. Walaupun secara teknik masih dapat dibantah sebagai penanda era industri, temuan ini juga menandai dimulainya ketergantungan manusia pada bahan bakar fosil.

Telegraf listrik

Charles Wheatstone dan William Cooke mematenkan peralatan telekom. Alat ini menjadi alat komunikasi elektrik paling sukses pada 1837. Telegraf itu merupakan penggunaan listrik secara praktis untuk komunikasi jarak jauh dan merupakan jaringan komunikasi publik yang pertama. Jaringan itu lalu berkembang kekuatannya, kapasitasnya, dan menjadi temuan penting.

Model T Ford

Melalui rintisan ide baru tentang produksi massa, perusahaan motor Ford membawa motoring untuk meraih pasar baru yang besar. Ketika itu berkembang istilah ”Fordisme” yang menjadi metafor untuk produksi skala besar. Filosofi ini berlaku hingga sekarang di dunia bisnis.

Komputer ACE

Salah satu pemanfaatan umum dari komputer elektronik pertama adalah Pilot ACE yang programnya mulai dijalankan pada 10 Mei 1950. Pada saat itu, komputer ini merupakan komputer yang tercepat di dunia.

Desain komputer tersebut merupakan versi yang lebih kecil daripada desain komputer pendahulunya Alan Turing.

ACE dipilih karena ini merupakan komputer generasi pertama yang mirip dengan mesin komputer yang ada di sekitar kita sekarang.

Mesin roket V2

Meskipun kalah dalam Perang Dunia Kedua, mesin V2 yang ditemukan tahun 1942 membentuk dunia untuk dekade-dekade mendatang. Pencipta V2, Wernher von Braun, pindah ke AS setelah PD II. Ia bekerja pada program missile balistik antarbenua. Ia lalu bekerja pada NASA, menjadi otak di belakang penciptaan roket Saturn V yang kemudian digunakan untuk membawa Apollo 11 ke bulan pada 1969.

Penisilin

Spora jamur yang menutupi jendela-jendela di kota London telah menginspirasi Alexander Fleming untuk melakukan penelitian yang membawanya pada penemuan antibiotika pertama pada 1928. Menjelang pertengahan 1940-an, penelitian di Inggris dan AS menuntun pada pemberian penisilin pada pasien. Penemuan itu telah membawa pada penemuan-penemuan lain yang membuat ancaman infeksi bakteri tidak lagi terlalu mengancam hidup kita seperti pada zaman sebelumnya.

DNA ”double helix”

Model konstruksi DNA pertama ini mengandung beberapa bagian orisinal yang digunakan oleh Crick dan Watson pada 1953. Terobosan penemuan model DNA ini memungkinkan manusia memahami bagaimana organisme mendistribusi sifat- sifat menurunnya dan bagaimana pengaturan kerja sel. Struktur yang telah dikenal luas saat ini masih menjadi jantung pencapaian ilmiah terbesar yang menuntun perkembangan bioteknologi hingga praktik yang bermanfaat di dunia kriminal.

Mesin sinar X

Penemuan sinar X oleh ahli fisika Jerman, Wilhelm Röntgen, pada 1895, menuntun manusia sampai pada pembuatan alat diagnostik yang sangat baru bagi para dokter. Perangkat sinar X lalu dibuat oleh Russel Reynolds sebulan setelah Röntgen membuat terobosan.

Teknologi ini adalah teknologi yang tertua di dunia yang mampu untuk melakukan perekaman bagian dalam tubuh manusia tanpa menggunakan pisau bedah.

Roket Stephenson

Dengan memecahkan rekor kecepatan untuk memenangkan uji coba roket di Rainhill pada tahun 1829 di Manchester, Inggris, penemuan ini lalu berkembang menjadi penemuan mesin bergerak (mobile power). Mesin bergerak lalu menggantikan mesin yang dihidupkan dengan ditarik tali.

Prinsip desain dasar ini menjadi standar yang membawa manusia dan barang mengelilingi dunia 150 tahun kemudian. Penemuan ini juga mengubah sejarah. Lokomotif yang dinamai Lucky telah membuktikan kemampuan roket hasil penemuan awal tersebut. (NEWSCIENTIST.COM/YUN/ISW)

sumber:
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/27/03493868/10.obyek.ilmiah.yang.mengubah.dunia

Benzema June 22, 2009

Posted by witart in wawasan.
Tags: ,
1 comment so far

Demi “Les Bleus”, Benzema Tolak “Setan Merah”
AFP/FRANCK FIFE : Senin, 22/6/2009 | 23:31 WIB

PARIS, KOMPAS.com – Agen Karim Benzema, Karim Djaziri mengatakan, kliennya menolak pindah ke Manchester United (MU) musim depan. Menurutnya, Benzema ingin tetap di Lyon setidaknya semusim lagi demi persiapan Piala Dunia 2010 bersama tim nasional Perancis.

Bila tetap tinggal, Benzema tidak akan menghadapi masalah adaptasi. Ia juga bisa mengasah kemampuannya dengan turun teratur di kompetisi Ligue-1. Dengan begitu, ia bisa tampil optimal untuk “Les Blues”.

Sebaliknya, jika pindah ke Old Trafford, fokus Benzema untuk timnas Perancis akan terpecah. Di MU, ia dituntut menyesuaikan diri dan berebut tampat reguler. Masalahnya, manajemen Lyon sudah menyatakan tidak akan ngotot mempertahankan Benzema. Apalagi, bila MU atau klub lain datang dengan penawaran tinggi.

MU sendiri sedang diburu waktu untuk secepatnya mendapatkan penyerang baru. Mereka membutuhkan Benzema untuk menjaga keseimbangan tim, menyusul hengkangnya Cristiano Ronaldo dan Carlos Tevez. Untuk itu, MU siap membayar 30 juta poundsterling atau sekitar Rp 512 miliar.

Djaziri menyatakan, kliennya mengerti bahwa nasibnya tidak terletak di tangannya sendiri. Namun, Djaziri tetap berharap, MU bisa menghargai keinginan Benzema.

“Karim sedang liburan saat ini dan ia tidak berpikir untuk pindah. Ia ingin tetap di Perancis untuk satu musim lagi supaya bisa bersiap untuk Piala Dunia. Saya pikir, Sir Alex mengerti hal ini,” papar Djaziri.

“Mungkin, ia ingin membuat tawaran untuk Lyon. Bila itu terjadi, maka Karim akan memikirkannya. Tetapi, sampai semuanya jelas, Karim ingin tetap bersama Lyon semusim lagi,” tambahnya. (SKY)

benzema

Tiga Hari Mereka Tak Makan May 7, 2009

Posted by witart in wawasan.
Tags: , , ,
add a comment

Tiga Hari Mereka Tak Makan

KOMPAS/SIWI YUNITA CAHYANINGRUM : Kamis, 7 Mei 2009 | 17:51 WIB

KOMPAS.com — TERIRIS rasanya hati ini mendengar cerita Bu Sukirman (40-an). Bersama suami dan dua anaknya, ia mengaku terpaksa jalan kaki selama lima hari dari Bandung ke kampung halamannya di Sindang Barang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Keluarga pemulung yang lama tinggal di Bandung itu ditemui dalam perjalanan di jalan lintas selatan ruas Sindang Barang-Agrabintana, Kamis (7/5) pagi.

Sekitar pukul 09.00, Tim Ekspedisi Susur Selatan Jawa Harian Kompas 2009 mulai memasuki ruas jalan rusak yang sepi kendaraan dan tak ada angkutan umum. Di depan terlihat rombongan pejalan kaki terdiri satu lelaki dewasa dan dua perempuan plus dua anak-anak. Mereka kelihatan begitu letih. Sebentar-sebentar berhenti sambil menoleh ke belakang. Ketika tim makin dekat mereka sepertinya hendak melambaikan tangan tapi ragu.

Ketika akhirnya tim berhenti, mereka masih tetap ragu melihat di bak belakang mobil Mazda BT50 Turbo diesel double cabin yang kami gunakan sudah penuh barang. Meski begitu, mereka akhirnya mau juga naik ke mobil setelah kami tawari tumpangan.

Kepada kami, Ibu Sukirman mengaku mau mengantarkan keponakannya, sebut saja namanya Neneng (18), pulang ke rumah orangtuanya di Kampung Pasirpiah, Desa Karangjati, Kecamatan Sindang Barang. “Dia mah nangis-nangis terus. Sieun jeng carogena (takut sama suaminya),” katanya.

Lanjutnya, Neneng sebenarnya sudah menikah dan tinggal di ibukota Kecamatan Sindang Barang. Tapi sang suami ringan tangan dan suka mabuk serta judi. Karena itu Neneng kemudian pergi. Kebetulan di jalan Neneng bertemu dengan Sukarmin dan anak istrinya. Ia lalu minta diantar pulang ke rumah orangtuanya.

Lima hari jalan kaki

Sukirman sendiri bukanlah keluarga berada. Keluarga ini sehari-hari hidup sebagai pemulung di Kota Bandung.

“Sapoe hanya sapuluh rebu. Malah kadang salapan rebu (Sehari hanya Rp 10.000. Malah kadang Rp 9.000),” kata Ibu Sukirman yang kami beri kesempatan duduk di jok belakang bersama Neneng dan dua anaknya. Sedangkan seorang anggota tim terpaksa menemani Sukirman di bak belakang.

Karena merasa berat tinggal di Bandung, keluarga ini memutuskan pulang kampung meski belum jelas mau kerja apa dan tinggal di mana. Ada keinginan Sukirman kerja serabutan atau buruh tani apa saja di kampung.

Untuk bisa sampai Sindang Barang, mereka berjalan kaki selama lima hari. “Teuk gaduh ongkos naik elf (tidak punya ongkos naik elf),” kata ibu dua anak itu.

Ongkos angkutan umum mikro bus yang menggunakan Isuzu Elf dari Bandung sampai Cidaun sekali jalan Rp 20.000 per orang. Dari Cidaun masih harus sekali lagi naik angkutan yang jarang lewat.

Jangankan untuk ongkos, untuk makan pun mereka hanya mengandalkan belas kasihan orang. “Tilu poe iyeu encan tuang (tiga hari belum makan),” kata Ibu Sukirman.

Meski lapar, keluarga ini tak hendak mencuri. Ketika melihat uang receh terserak di jok mobil, mereka buru-buru minta kami menyingkirkannya. Begitu pun ketika kami tawari kue-kue bekal perjalanan, mereka tak segera mengambilnya, meski kami tahu kedua anak mereka Si Ujang dan Si Eneng sangat ingin menyantapnya.

Mereka akhirnya kami turunkan di pinggir jalan kampung terdekat dengan tambahan uang secukupnya, sementara kami melanjutkan perjalanan yang masih panjang menuju Ujung Genteng di Kabupaten Sukabumi. MSH,AHA

sumber kompasCekat : Tiga.Hari.Mereka.Tak.Makan

Seharusnya Software Lokal Diutamakan May 7, 2009

Posted by witart in sistem informasi, wawasan.
Tags: , ,
add a comment

Pengambil keputusan tender senang dengan barang import, kemungkinan karena memudahkan mark-up proyek, yang lebih sulit untuk dilacak.

Seharusnya Software Lokal Diutamakan

Kompas/Priyambodo
Perangkat lunak Indonesia Go Open Source (IGOS) Nusantara 2006 dan Repositori: IGOS-Source diluncurkan bersamaan peresmian Laboratorium Test Bed IGOS di BPPT Jakarta pada pengujung 2006.

Tender Software Pendidikan Tidak Ramah Industri Lokal
Kamis, 7 Mei 2009 | 19:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah didesak memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan industri software lokal agar tak kalah di negeri sendiri. Desakan tersebut disampaikan sejumlah elemen masyarakat yang selama ini peduli terhadap perkembangan industri teknologi informasi di tanah air.

Indonesia memiliki sumber daya dan kemampuan untuk unggul dalam pengembangan software atau piranti lunak bidang kebudayaan, pendidikan, pariwisata, dan e-government yang mendunia. Namun, sampai saat ini kebijakan di dalam negeri belum mendukung sepenuhnya potensi yang mulai dikembangkan anak-anak bangsa tersebut untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Bahkan, pemakaian piranti lunak oleh institusi pemerintah sampai saat ini ditengarai masih mengarah kepada produk-produk asing. Padahal, tanpa komitmen nyata pemerintah untuk memakai piranti lunak karya anak bangsa, perkembangan industri kreatif dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri akan jalan di tempat atau mati.

Djarot Subiantoro, Presiden Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia mengatakan pemakaian software asing tidak mungkin dihindarkan dalam era pasar bebas sekarang ini. Tetapi pemerintah dapat melakukan dukungan secara sistem untuk mendukung tumbuhnya pemakaian software dalam negeri.

Seperti di Filipina, kata Djarot, perusahaan software asing bisa masuk, tetapi dikenai pajak lebih mahal sebesar 30 persen. Sebaliknya, jika menggandeng patner perusahaan lokal hanya dikenai pajak sekitar tiga persen.

“Pemerintahnya ingin ada transfer keahlian dan ilmu dari masuknya sofware asing di negara itu. Kebijakan seperti itu kan sebagai wujud dukungan yang nyata. Di Indonesia, masih baru sebatas wacana, belum pada dukungan nyata,” kata Djarot.

Keberpihakan untuk memakai software Indonesia itu jangan diartikan sebagai belas kasihan. Tetap, yang namanya kompetensi yang sesuai kualifiaksi dibutuhkan jadi pertimbangan utama. Tetapi untuk mendukung keunggulan sumber daya pengembangan software Indonesia yang sudah ada, utamanya harus dijadikan tuan rumah dulu di negeri sendiri.

“Masa software pendidikan kita di luar negeri diakui, tetapi di dalam negeri tidak dipakai secara luas dengan dukungan pemerintah,” kata Hari Sungkari, Sekretaris Jenderal Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia.

Keprihatinan soal dukungan pemerintah yang setengah hati kepada priranti lunak dalam negeri itu mengemuka terkait dengan adanya dugaan tender software pendidikan senilai Rp 15 miliar di Departemen Pendidikan Nasional yang mengarah kepada software dari luar negeri.

Persyaratan yang ditetapkan untuk memenuhi kebutuhan software sains Virtual Lab di jenjang SMP itu dinilai menutup peluang pemakaian software pendidikan yang sudah ada di dalam negeri, bahkan sudah diakui di mancanegara. Depdiknas dinilai tak mendukung konten lokal yang sebenarnya sudah dikuasai Indonesia. ELN

sumber:
kompasCetak : Seharusnya.Software.Lokal.Diutamakan.

Pastikan Nama Anda di DPT Pilpres April 12, 2009

Posted by witart in diagnosis, perilaku, sistem informasi, wawasan.
add a comment

Pastikan Nama Anda di DPT Pilpres Sebelum 20 April
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Pegawai di kantor Kelurahan Bendungan Hilir,
Kecamatan Tanah Abang, Jakarta, menunjukkan Daftar
Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Umum 2009, yang
terpasang di depan kantor, Selasa (12/8). Warga yang
namanya belum masuk DPS dapat segera mendaftar ke
Panitia Pemungutan Suara di kelurahan masing-masing
agar bisa menggunakan hak memilih dalam Pemilu 2009.

JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pemilihan Umum memberi batas waktu hingga 20 April 2009 kepada warga masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam pemilihan presiden 2009 namun belum terdaftar. Data baru tersebut akan ditambahkan ke dalam DPS (daftar pemilih sementara) pilpres 2009 yang akan diumumkan melalui kelurahan dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di seluruh Indonesia.

“Masyarakat atau petugas KPPS dapat mendaftarkan warga sebelum 20 April agar bisa tercatat dalam DPT untuk pilpres,” kata anggota KPU Andi Nurpati kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/4) malam.

Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2008 tentang Tata Cara dan Program Pilpres, maka proses perbaikan DPS pilpres hasil tanggapan masyarakat berlangsung tanggal 8-20 April 2009. DPS pilpres tersebut akan diambil dari DPT pemilu legislatif yang telah berlangsung 9 April lalu.

Selanjutnya, data tersebut akan direkapitulasi di tingkat kabupaten/kota dan ditetapkan sebagai DPT pilpres pada 25-28 April. Tahapan selanjutnya adalah rekapitulasi DPT di tingkat provinsi pada 1-5 Mei dan penetapan DPT di tingkat nasional pada 6-13 Mei.

Pilpres 2009 itu sendiri akan berlangsung pada 8 Juli 2009 dan bila ada putaran kedua akan dilaksanakan pada 8 September 2009. “Pada pilpres putaran kedua tidak ada lagi perbaikan DPT,” kata Andi.

Selain itu, KPU juga mengajak berbagai pihak termasuk panitia pengawas pemilu untuk bersama-sama mengawasi pendaftaran pemilih ini agar keluhan banyaknya warga yang tidak tercatat dalam DPT tidak lagi terjadi dalam pilpres. (WAH)

sumber:
[1] kompasCetak

[2] Mau.Nyontreng.di.Pilpres.Segera.Lapor.ke.Kelurahan

peran pemindai dalam pemilu April 8, 2009

Posted by witart in diagnosis, pemilu pilkada, sistem informasi, wawasan.
Tags: , ,
1 comment so far

LAPORAN IPTEK
Untuk Contreng Gunakan Pemindai
YUNI IKAWATI : Rabu, 8 April 2009 | 02:49 WIB

Dalam menyelenggarakan pesta demokrasi, Indonesia rupanya tidak ketinggalan menggunakan teknologi yang semakin memudahkan penyaluran dan penghitungan suara.

Dengan segala keterbatasannya, perlu kita ucapkan salute kepada KPU. Semoga teknologinya buatan putra-putri Indonesia sendiri.

Sejak tahun 1999 pemilihan umum di Indonesia selalu didukung teknologi informasi dan komunikasi. Dengan aplikasi sepasang teknologi ini, pengumpulan hingga penyajian hasil perolehan suara dari tempat pemungutan suara bisa berlangsung cepat, akurat, dan transparan. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat melakukan pengawasan langsung.

Setelah 10 tahun berlalu, pada Pemilu 2009 untuk pertama kali Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan penggunaan sistem contreng atau menandai nama partai dan calon anggota legislatif serta calon presiden dan wakil presiden dengan pena.

Penggunaan cara ini memungkinkan penerapan sistem scanner (pemindai) untuk merekam secara digital berkas hasil perolehan suara dari tiap TPS yang disebut formulir C1-IT. Sistem ini mampu memindai sekitar 30 halaman per menit.

Hasil pemindaian yang dilakukan di KPUD tingkat kabupaten/kota ini kemudian dikirim lewat jaringan komunikasi teramankan, Virtual Private Network Internet Protocol, ke KPU Pusat di Jakarta, tutur Husni Fahmi, Kepala Tim Teknis Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi untuk pendampingan teknis Teknologi Informasi Pemilu 2009. Jaringan komunikasi data di kabupaten/kota berkecepatan 128 kilobyte per detik.

Data yang terkirim ini digunakan untuk membantu verifikasi, validasi, dan legalisasi hasil perolehan dan penghitungan suara di KPU Pusat. Selain itu, data tersebut juga menjadi sarana pembanding hasil rekapitulasi penghitungan secara manual dari tingkat TPS, kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, daerah pemilihan, provinsi, hingga nasional.

Berbeda dengan Pemilu 2004, untuk menghemat anggaran, pada penyelenggaraan Pemilu 2009 KPU menggunakan sistem teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang digunakan pada pemilu periode lalu. Sistem TIK juga hanya dipasang pada tingkat kabupaten, tidak sampai tingkat kecamatan seperti pemilu sebelumnya. Sistem yang digunakan pada pemilu tahun ini merupakan bagian dari Grand Design Sistem Informasi yang dibuat tahun 2002.

Selain jejaring TIK lebih sederhana, jumlah tenaga operator dan supervisi yang dilibatkan juga lebih sedikit. Pada tahun 2004 ada tiga tenaga TI yang ditempatkan di tiap kecamatan yang berjumlah 4.200. Kini jejaring TI KPU hanya menjangkau 471 kabupaten/kota dan 33 provinsi.

Di tiap daerah ini hanya ada dua tenaga TI. Padahal, jumlah berkas yang ditangani jauh lebih banyak dibandingkan jika ditangani di tiap kecamatan. ”Karena itu kami mengusulkan penambahan 4 tenaga TI agar proses input data lebih cepat,” ujar Husni yang juga terlibat dalam pengelolaan TI Pemilu 2004.

Upaya mempercepat pemasukan data perolehan suara, ujar Gembong Wibowanto, anggota Tim TI KPU Bidang Sistem Integrasi yang diperbantukan BPPT, adalah dengan menerapkan pula sistem Intelligent Character Recognition (ICR).

”Sistem ini dapat mengenali data, khususnya perhitungan suara pada form C1-IT, dan mengidentifikasi bila ada kesalahan dan kemudian menyimpan data secara digital,” paparnya.

Sistem ICR digunakan untuk mempercepat proses pemasukan data dan sebagai alat bantu penyimpanan dokumen secara digital untuk formulir C1-IT. Sistem ini bekerja secara terpadu dengan pemindai untuk menghasilkan dokumen tersebut.

Sistem pengaman

Dalam pengiriman data dari tiap daerah ke KPU Pusat dikembangkan sistem pengaman, seperti firewall dan Intrusion Detection & Prevention System (IDPS), ungkap Amien Rusdi Utomo, anggota Tim TI KPU.

Selain itu, salah satu upaya pencegahan terhadap penyusupan, di bagian pemrosesan data di KPU Pusat diterapkan sistem operasi berbasis peranti lunak terbuka (open source). ”Bagian perhitungan suara tergolong kedap. Tidak berhubungan dengan jaringan pengiriman data dan penampilan hasil perhitungan suara,” kata Amien.

Sementara itu, untuk keandalan dan keamanan sistem pengiriman data digunakan router (pengatur jalur) berkapasitas 45 megabyte per detik atau 9 kali lipat dari TI Pemilu 2004. Akses internet untuk penyampaian hasil Pemilu 2009 kapasitasnya ditingkatkan dua kali lipat dibandingkan dengan Pemilu 2004.

Dalam tabulasi, pengiriman, pemrosesan, penghitungan, hingga penampilan data dengan sistem TI, kata Husni, KPU menargetkan dalam 12 hari sebanyak 80 persen data perolehan suara telah terproses. Target ini juga ditetapkan pada Pemilu 2004. Hasilnya ketika itu melampaui target, yaitu 82 persen, sedangkan saat pemilu presiden 94 persen. Karena itu, ia optimistis dapat memenuhinya. Meski begitu, juga disiapkan rancangan contingency plan menghadapi gangguan sistem TI.

Dalam mendukung penerapan sistem TI pada Pemilu 2009, Kepala BPPT Marzan Aziz Iskandar menugaskan 25 pakar TI. Mulai dari mengevaluasi sistem TI, supervisi teknis, hingga pengujian dan penjelasan kerangka kerja sistem TI. Pada Pemilu 2004 BPPT menugaskan tiga peneliti.

sumber:
kompasCetak

terimakasih …. KPPS April 8, 2009

Posted by witart in diagnosis, pemilu pilkada, sistem informasi, wawasan.
Tags: , , ,
2 comments

Petugas KPPS, Mari Berterima Kasih pada Mereka

Apakah pernah terjadi anggota DPR yang terpilih mengucapkan terimakasih kepada jerih payah anggota KPPS ?

Hemmm… rasanya… belum pernah ada artikel yang memuat hal itu…

Inggried Dwi W : Rabu, 8 April 2009 | 19:27 WIB


Kesibukan petugas KPPS menjelang pemilu

JAKARTA, KOMPAS.com – Pagi baru menjelang. Jam baru menunjukkan pukul 08.30. Namun, keringat deras sudah mengucur dari dahi Gunawan. Ia, dan beberapa anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 059 Palmerah, terlihat sibuk menyiapkan sebuah tenda yang akan dijadikan sebagai tempat pemungutan suara (TPS). Gunawan adalah Ketua KPPS 059 . Di tempat itu, 460 warga akan menggunakan hak pilihnya.

“Nyiapin udah sejak beberapa hari lalu. Hari ini, memang kami jadwalkan pasang tenda, biar abis itu bisa nyiapin yang lain,” kata Gunawan, Rabu (8/4) pagi, saat dijumpai Kompas.com.

Kesibukan yang sama juga dijumpai di TPS 019 Sukabumi Utara. Salah seorang anggota KPPS, Muslih, tengah sibuk menata pot-pot bunga yang diperuntukkan bagi keindahan TPS. Tujuannya, mempercantik TPS dan menarik pemilih untuk datang mencontreng.

“Katanya ada penilaian juga. Tapi, kalaupun enggak ada penilaian, kalau indah kan enak dilihat. Yang milih juga seneng datang kesini,” ujar Muslih.

Persiapan yang dilakukan oleh para petugas KPPS ini, tak sekedar mempersiapkan lokasi yang akan dijadikan tempat pencontrengan. Jauh-jauh hari, mereka sudah pula mempersiapkan sosialisasi mekanisme pemberian suara, sampai pada penyampaian undangan memilih.

Sistem baru pemberian suara, ternyata cukup menguras energi petugas untuk menyampaikannya pada warga. Seperti diakui Ketua KPPS 05 Manggarai, Sugeng.

“Pas sosialisasi itu, kasian liat pemilih yang sudah tua. Pada kebingungan liat surat suara yang besar. Belum lagi mereka mengalami kesulitan saat melipatnya. Tapi kami sudah antisipasi, kalau susah nanti bisa dibantu petugas untuk melipat,” kata Sugeng.

Kekhawatiran Sugeng wajar saja. Sebab, di TPS-nya sebagian besar pemilih merupakan para lanjut usia.

Para petugas KPPS ini mengaku sudah beberapa kali menjadi seksi sibuk pemilu. Apa yang mereka rasakan? “Ada kesenangan dan kepuasan, karena ikut nyiapin pesta demokrasi lima tahunan,” ujar Sugeng, yang hari ini membolos kerja demi menyiapkan hari H besok.

Para petugas KPPS ini dibayar Rp 200.000 -Rp 225.000 . Untungnya, sehari menjelang pemilu, uang lelah mereka sudah beres. Meskipun, bukan uang semata yang memuaskan mereka.

Tugas berat menanti. Malam ini memastikan segalanya siap, dan esok hari mengawal pemungutan hingga penghitungan suara yang kemungkinan hingga tengah malam. Maka, ucapan terima kasih sudah selayaknya dilayangkan.

sumber:
kompasCetak

apakah ini bukan keserakahan ??? March 21, 2009

Posted by witart in diagnosis, perilaku, wawasan.
Tags: , , ,
add a comment

Ain’t It Greed ?

Apakah ini bukan keserakahan ?
Kembalikan dollarnya… Pencuri…

.. adalah protes yang disampaikan kepada para pemuja kemewahan yang ketahuan mengambil bonus dari dana talangan yang berasal dari pajak rakyat.

.. mereka sekarang merasa keselamatannya terancam.. tapi ketika mereka dengan penuh nafsu merengkuh bonus itu, apakah pernah berfikir tentang reaksi rakyat ?

yah… dasar serakah…

Symptom-nya dari gambar yang “berbicara” :


Getty Images/Chip Somodevilla
Para pemrotes membawa plakat bertuliskan kalimat-kalimat
protes saat Edward Liddy, pemimpin American International
Group (AIG), tiba di Capitol Hill, Rabu (18/3) di Washington
DC. Pemberian bonus kepada karyawan dan eksekutif AIG
menjadi sasaran kritikan tajam warga AS yang terpukul
krisis

ekonomi.sulit.pulih

Protesters stand behind former AIG CEO Martin Sullivan after
he testified at the U.S. House Oversight and Government
Reform Committee hearing on the cause and effects of the
AIG bailout on Capitol Hill October 7, 2008.

journals.democraticunderground.com

Analisis berdasarkan artikel berita :

A. Katanya ada kontrak untuk bonus.

Ketua Komisi Jasa Keuangan DPR Barney Frank mendesak Liddy membeberkan nama para penerima bonus. Para anggota DPR juga tidak puas dengan pernyataan Liddy bahwa mereka terikat kontrak dan harus menyalurkan bonus tersebut. Liddy mau mengungkapkan nama-nama itu apabila informasi tersebut tidak menjadi konsumsi publik. (AP/AFP/joe)

pegawai.aig.kembalikan.bonus

B. Ternyata, katanya tidak ada itu … yang namanya kontrak.bonussss…

Former AIG head denies he started exec bonuses

WASHINGTON – Former AIG chief executive officer Hank Greenberg said
the company under his leadership never had the kind of retention bonus system that has subjected it to withering criticism.

“When I was there, nobody had a contract with the company, including me,” Greenberg said in a nationally broadcast interview Friday. “If you didn’t do the job, you didn’t deserve to be there. We had a bonus plan based on performance.”

newsYahoo01

C. Dan kenapa harus ketakutan ? Berani berbuat, seharusnya berani terima akibatnya.

FAIRFIELD, Conn. – Pillars of the community are now pariahs fearing
for their safety in a ritzy area of Connecticut home to many executives at American International Group Inc., hit with a backlash
over bonuses it paid to top brass even as it accepted federal bailout
money.

The payouts to executives appear to have helped put a face on the
economic struggles the country faces, and the anger targeting AIG is
palpable. Death threats have been pouring in since the brouhaha broke, the company said, and its workers are taking no chances.

“It’s scary,” one executive said, speaking on condition of anonymity
because he feared retribution. “People are very, very nervous for
their security.”

newsYahoo2

D. Benar-benar, yang enak-enak itu bisa jadi penyakit menular.

Bank of the Ozarks di Arkansas menerima dana talangan 75 juta dollar
AS dari pemerintah. Namun, manajemen bank itu membayar biaya asisten pribadi sebesar 43.400 dollar AS atau Rp 520 juta untuk mengoordinasi sebuah acara amal di rumah George Gleason, CEO bank itu.

International Bancshares of Texas menerima dana talangan sebesar 216 juta dollar AS. Namun, CEO-nya, Dennis Nixon, beserta keluarganya masih terbang menggunakan pesawat jet perusahaan.

Kisah-kisah tadi merupakan bagian dari kebiasaan hidup mewah para
eksekutif perusahaan jasa keuangan di Amerika Serikat. Kebiasaan ini
tak hilang sekalipun perusahaan mereka menerima dana talangan dari
pemerintah. Dana para pembayar pajak.

Uang rakyat.

Equilar, perusahaan jasa penyusun struktur gaji dan kompensasi di New
York, mencatat, sebanyak 61 persen atau 121 bank rata-rata membayar biaya country club sebesar 10.835 dollar AS atau Rp 130 juta untuk para eksekutifnya tahun 2008.

Sedangkan 74 persen bank mengeluarkan dana mobil dan parkir rata-rata 20.668 dollar AS atau Rp 250 juta. Pengeluaran besar lain adalah biaya pensiun para eksekutif yang rata-rata mencapai 3,5 juta dollar AS atau Rp 42 miliar.

bermewah-mewah.menggunakan.uang.rakyat.

E. Salah satu cara untuk menarik uang rakyat yang terlanjur dipakai untuk bonus : (belon tentu berhasil)

Washington, Kamis – DPR AS hari Kamis (19/3) menyetujui pengenaan
pajak atas bonus yang telah diterima para pemimpin dari perusahaan
penerima dana talangan. Kebijakan ini bagian dari upaya menarik
kembali bonus kontroversial itu.

Sekitar 328 suara DPR setuju dan 93 suara lainnya menolak. Rancangan
undang-undang serupa juga telah diajukan Senat dan Presiden Barack
Obama memberikan sinyal cepat untuk mendukung konsep tersebut.

Dalam rancangan tadi disebutkan, bonus yang diterima keluarga dengan
pendapatan lebih dari 250.000 dollar AS dari perusahaan yang
mendapatkan dana talangan lebih dari 5 miliar dollar AS dikenai pajak
90 persen. Ketentuan ini berlaku untuk bonus setelah 31 Desember.

dpr.as.dukung.pajak.atas.bonus

Kompor Buah Sawit dan Etanol March 16, 2009

Posted by witart in diagnosis, energi, wawasan.
Tags: , , ,
5 comments

Kompor Buah Sawit dan Etanol yang Anti-Meleduk
Senin, 16 Maret 2009 | 23:02 WIB

BOGOR, KOMPAS – Purwarupa (prototype) kompor berbahan bakar buah sawit dan etanol diuji coba sejumlah ibu-ibu pensiunan PT Persero Pertamina di rumah Ny Hartini (60) di Kompleks Pertamina Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Senin (16/3) sore. Mereka puas kue, sayur, dan ikan yang dimasak dapat matang sempurna, tanpa mengurangi citra rasa masakannya.

“Masakannya enggak bau sawit. Kalau pakai kompor minyak tanah, kadang masakan agak berbau minyak tanah karena kena asap kompornya. Tapi di Jakarta susah dapat buah sawit,” kata Ny Atie.

Teman-temannya pun bersahutan membenarkannya, tentunya sambil ikut-ikut mencicipi kue nastar dan cah kangkung yang masih hangat, masakan mereka sendiri. Lalu celetuk Ny Vivi, “Benar nih, Yu, kompor ini tidak akan meleduk, kayak kompor minyak.”

Yu yang dimaksud Vivi tidak lain adalah Bayu Himawan, pencipta kompor berbahan bakar buah sawit kering dan etanol itu. “Dijamin, kompor ini tidak akan meleduk. Juga kompor etanol-nya, enggak akan meledak,” katanya.

Tidak bersumbu

Bayu menuturkan, purwarupa kompor sawit dan kompor etanol itu karyanya bersama Achmad Witjaksono dan Eko Widaryanto. Ketiganya adalah anggota tim peneliti/pencipta teknologi tepat guna yang dibina Prof Budhisantoso, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Sosial Budaya.

Selama tiga bulan mereka mencoba mewujudkan kompor-kompor yang hemat energi atau menggunakan energi alternatif. Apalagi, sejumlah pihak telah mencoba menciptakan kompor-kompor berbahan bakar etanol atau energi alternatif lainnya, namun belum sempurna kerjanya.

“Kompor sawit sudah kami ajukan hak patennya dengan nomor P00200900100. Saat ini kami sedang membuat 50 kompor lagi, sebagai tahap awal untuk kami perkenalkan secara resmi kepada masyarakat umum . Kalau kompor etanol, belum, karena penampilannya masih harus kami sempurnakan. Yang pasti, kompor etanol kami benar-bebar menghasilkan panas yang dibutuhkan untuk memasak dengan cepat dan aman,” jelasnya.

Kompor sawit ini antimeleduk karena tidak memakai sumbu. Perut kompor terdiri dari dua bagian, yakni tangki penampungan dan pembakaran buah sawit di bagian bawah dan sarangan pengatur api di bagian atas. Kerja kompor ini adalah memanfaatkan aliran udara dari bawah yang menuju keatas akibat adanya api pada buah sawit yang dibakar di tangki penampung sawit. (Timbulnya api karena sebelumnya dipicu dengan menggunakan etanol, sepirtus, atau cairan lainya yang mudah disulut api-red).

Dari perut bagian bawah itu, aliran udara ini terus menuju sarangan atas kompor. Fungsi sarangan ini adalah untuk memfokuskan api yang timbul melalui susunan tiga lapis sarangan dengan lubang-lubang udara yang terdapat pada pelat sarangan.

Pada perut atas ini, api yang dihasilkan diarahkan menuju ke atas dengan pengaturan melalui lubang angin dari samping. Kemudian api difokuskan pada ujung sarangan terkecil yang berada di tengah sistem sarangan, sehingga panas yang dihasilkan terkosnetrasi/terpusat. Ini juga karena sarangan di tengah memiliki lubang yang berfungsi memusatkan api pada kompor.

Api yang dihasilkan dapat dibesar atua dikecilkan sesuai keinginan penggunannya. Harga kompor ini kami perkirakan antara Rp 70 ribu sampai rp 150 ribu per buah, tambah Bayu.

Butuh dua pohon sawit

Kompor sawit ini memang cocok untuk masyarakat pedesaan yang ada perkebunan sawit atau warga masyarakat yang memiliki dua pohon sawit. Satu kilogram buah sawit kering, dapat digunakan untuk memasak selama tiga sampai empat jam.

Satu pohon itu menghasilkan satu tandan buah sawit yang beratnya minimal 25 kilogram. Jadi kalau dua pohon, tersedia 50 kilogram buah sawit per bulan. Ini artinya dapat untuk masak selama 150 jam atau 50 hari kalau per harinya harus memasak selama tiga jam. Bayangkan kalau kita tidak usah lagi membeli minyak tanah atau elpiji, tuturnya.

Untuk kompor berbahan bakar etanol, Bayu juga memastikan, kompor itu anti meledak atau kebakaran. Sebab, gas yang untuk pembakarannya, baru dibuat saat kompor diaktifkan. Lain dengan kompor gas yang ada, dimana gas elpijinya sudah ada dalam tabung.

“Kami belum mempatenkan kompor gas etanol ini karena bentuk tampilan kompor masih akan kami sempurnakan. Tabung-tabung berisi cairan etanol dan bensin serta alat untuk menciptakan gelembung masih telanjang, belum kami buat dalam satu wadah yang kompak dan estetik,” katanya.

Dia menambahkan, penciptaan kompor sawit dan kompor etanol itu karena ingin menciptakan kompor berbahan bakar alternatif dan juga menghidupkan kembali industri/ kerajinan kompor rakyat , yang mandek akibat penggunaan kompor minyak tanah berkurang drastis. (RTS)

sumber:
kompasCetak

tauladan dari istri presiden… March 15, 2009

Posted by witart in diagnosis, perilaku, wawasan.
Tags: , , ,
1 comment so far

Perilaku yang baik dan bermanfaat, dapat diwujudkan jika pemimpin maupun kerabat dekatnya mampu menunjukkan tauladan.

Satunya ucapan dan tindakan, memang tidak semua pemimpin mampu melakukannya.

Berlomba-lomba dalam kebaikan, memang lebih mudah diungkapkan dalam khotbah-khotbah di rumah ibadah.

Istri Obama Layani Tunawisma
Sabtu, 7 Maret 2009 | 07:30 WIB


AP PHOTO
Michelle Obama (kanan) saat menjadi pelayan di dapur umum
di Washington, Kamis (5/3).

WASHINGTON,JUMAT-Ketika sang suami, Presiden AS Barack Obama, sibuk menangani masalah perekonomian negara, sang istri sibuk membagikan makan malam kepada orang-orang tunawisma maupun orang-orang miskin yang tengah kelaparan.

Sejak krisis ekonomi melanda Amerika, banyak warga negara adidaya itu kehilangan pekerjaan dan rumah mereka pun disita. Beruntung, di bawah pemerintahan Presiden Obama, banyak hal yang dilakukan untuk membantu rakyatnya yang hidup dalam kesusahan.

Di antara program itu adalah mendirikan dapur umum bagi orang-orang tunawisama. Sang istri pun turun tangan langsung dalam program itu.

Dan pemandangan tidak biasa itu terlihat di Miriam’s Kitchen, sebuah dapur umum yang biasa melayani masyarakat tidak mampu di sekitar Washington, Kamis (5/3). Michelle menjadi relawan di dapur umum yang terletak hanya beberapa blok dari Gedung Putih, tempat Obama berkantor.

Para pengunjung dapur umum Miriam’s Kitchen yang kebanyakan para tunawisma, terkejut ketika masuk dan melihat sang ibu negara mengenakan celemek dan sarung tangan plastik, siap melayani mereka. Reaksi yang terjadi, banyak orang terpesona melihat Michelle berada di balik konter makanan dan menyiapkan makan malam untuk mereka.

“Tugas saya di sini untuk melayani Anda,” ujar Michelle sambil tersenyum sembari menuangkan semangkuk risotto jamur dan brokoli bagi pengunjung. Bahan makanan yang terdapat di dapur umum tersebut seperti selada buah-buahan, dan makanan lainnya merupakan sumbangan dari staf Presiden Obama.

George Rivera, seorang pengunjung tetap dapur umum Miriam mengatakan, “Saya tidak mempercayai kedua mata saya. Saya tidak pernah membayangkan ini. Tidak dalam seratus tahun, seorang ibu negara melayani kami,” ujarnya penuh haru.

Berkeringat dan kerepotan, senyuman tak hilang dari wajah ramah ibunda Malia dan Sasha Obama itu. Ia sangat menikmati bisa langsung berkomunikasi dengan gelandangan dan rakyat miskin di ibukota pemerintahan AS itu. Tak lupa ia menyampaikan agar rakyat AS mengikuti langkahnya.

Michelle mengatakan, saat ini adalah waktu yang sulit bagi rakyat Amerika dan banyak orang memerlukan bantuan. Untuk membantu meringankan beban mereka, di antaranya melalui dapur umum Miriam. “Dapur umum ini adalah sebuah contoh dari apa yang dapat kita lakukan sebagai negara dan masyarakat untuk membantu orang yang berada dalam kesusahan,”ujar Michelle.

Dia menambahkan, jika orang tidak mampu menyumbangkan makanan atau uang, mereka bisa menyumbangkan waktu mereka sebagai gantinya. Miriam’s Kitchen telah memberikan layanan penting untuk tunawisama di AS selama seperempat abad.

Dalam kondisi resesi yang dialami Amerika saat ini, permintaan akan dapur umum meningkat. Banyak relawan dibutuhkan dan ibu negara telah berusaha untuk memimpin gerakan itu dengan memberikan contoh.

Sebelumnya, Presiden Obama juga telah menunjukkan contoh dengan ikut serta membantu dalam pelayanan sehari dengan mengecat gedung pusat remaja yang merupakan tempat bagi para remaja yang tidak mempunyai rumah. Obama mendesak warga AS secara sukarela ikut membantu orang lain. “Kita telah memasuki era untuk saling bertanggungjawab,” ujar Obama ketika itu.

Banyak kalangan dan pengamat menilai Michelle sebagai tipikal first lady abad ke-21. Bahkan, sebelum Obama menjadi presiden, ada yang sudah menyamakan Michelle dengan Jacqualine “Jackie” Kennedy, istri John F Kennedy, presiden ke 35 AS. Jackie adalah ibu negara paling populer sepanjang sejarah AS.

Kini, para penasihat Obama pun semakin yakin, Michelle akan sukses memainkan peran sebagai first lady kulit hitam pertama di Gedung Putih. Apalagi Michelle total mendukung suaminya sebagai kepala negara, dengan mundur dari pekerjaan. Lulusan Sekolah Hukum Harvard, ia juga cerdas dan punya pandangan. Dia seorang pengacara kualifaid dan berangkat dari kelas pekerja untuk mencapai puncak profesi.


situs Miriam’s Kitchen

Michelle pertama kali berjumpa Obama di kantor pengacara Sidley & Austin pada musim panas 1988. Mereka menikah empat tahun kemudian di Gereja Kristus Trinity United di Chicago.(skynews/dri)

sumber:
-. kompasCetak
-. miriamsKitchen