Sistem Informasi Pemilu

Saat OSS Dukung Sistem Informasi Pemilu
Senin, 31 Maret 2008 | 00:45 WIB

Keterbukaan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serta pemilihan umum untuk anggota legislatif, presiden, dan wakil presiden kini tidak hanya sebatas bisa dicapai dengan menerapkan sistem pemungutan suara, namun juga pada pembuatan program peranti lunak untuk pendataan, komputasi, hingga menampilkan hasil perhitungannya.

OSS
Peranti lunak sumber terbuka atau Open Source Software (OSS) tengah dijajaki penerapannya pada pemilu tahun depan, mengacu keberhasilan pengoperasiannya dalam Pemilu 2004 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta.

Hal ini disampaikan Staf Ahli Menteri Negara Riset dan Teknologi Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Engkos Koswara di sela-sela Workshop Jaringan Pendayagunaan Open Source Software (POSS Network) di Batam, pekan lalu. “KPU Pusat menyatakan tertarik menggunakan sistem informasi berbasis OSS untuk pemilu mendatang,” ujarnya.

Penerapan OSS pada pemilu dan pilkada, jelas profesor riset bidang teknologi informasi ini, memiliki beberapa keuntungan. Selain mengurangi ketergantungan ke pihak asing dalam perancangan peranti lunak, hal ini juga bisa menekan dana penyelenggaraan pemilu.

Lebih Hemat
Biaya bisa ditekan karena pengembang OSS itu lokal dan sistem operasinya tidak berlisensi, diperoleh gratis dari situs jaringan (website). “Ini peluang bagi pengembang lokal untuk unjuk kemampuan,” ujar Engkos.

Menggunakan peranti lunak sistem tertutup produksi asing, jika ada kerusakan belum tentu bisa diselesaikan cepat karena harus memanggil teknisi dari luar negeri untuk perbaikannya.

Biaya total pemilu tahun 2009 sekitar Rp 2,5 triliun, sama dengan tahun 2004. Sedangkan biaya sistem informasi pemilu dari Rp 280 miliar (tahun 2004) turun menjadi Rp 275 miliar pada 2009. “Melihat ongkos demokrasi yang butuh dana besar itu, maka perlu penggunaan e-demokrasi sebagai sarana yang murah, andal, dan akuntabel sehingga dapat diawasi langsung masyarakat,” ujar Hemat Dwi Nuryanto, Kepala Pengembangan Sistem Informasi Pemilu 2004 berbasis OSS, untuk KPU DKI Jakarta.

Grand Design Sistem Informasi
Sistem Informasi KPU DKI dikembangkan mengacu pada Grand Design Sistem Informasi KPU yang ditetapkan pemerintah. Dari sistem berbasis OSS seperti Linux, Java, MySQL, dan Tomcat dihasilkan portofolio 32 aplikasi. Di tingkat nasional ketika itu hanya ada dua aplikasi.

Kekuatan sistem ini pada algoritmanya “terlihat pada cepatnya perhitungan. Pada Pemilu 2004, seluruh hasil perolehan suara dari 24.000 tempat pemungutan suara bisa tampil setelah beberapa hari. Di tingkat nasional dengan sistem tertutup atau proprietary yang menampilkan 50 persen hasil perhitungan, perlu lebih dari sebulan.

Kecepatan perhitungan didukung dengan penerapan digital mark reader atau intelligent character recognition untuk pendataan. Kertas data dipindai agar cepat dan tepat.

Penerapan OSS di KPU DKI Jakarta empat tahun lalu dilakukan oleh pengembang peranti lunak yang tergabung dalam Indonesia Go Open Source (IGOS) Center Bandung, urai Eko Mursito Budi, ketua dan salah satu pendiri pusat itu.

Saat itu OSS juga digunakan di Media Center KPU Pusat, Pusat Komunikasi Publik (Center for Public Communication), dan di sistem transmisi jaringan informasi dan pemberitaan Pemilu 2004 di Radio Republik Indonesia” online ke 55 stasiun di seluruh Indonesia. (YUNi ikawati)

http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.xml.2008.03.31.00450064&channel=2&mn=156&idx=156

2 thoughts on “Sistem Informasi Pemilu

  1. suci

    maaf saya boleh tanya… apa bapak tau ttg ERD yang ada dalam KPU? saya mahasiswi yang lagi nyari bahan ttg ini… membuat sistem dasar database untuk KPU…

    terimakasih…

    He.. persoalan itu sudah lama sekali. Yang saya punya dulu adalah (copy) Grand Design-nya. Hanya saya lupa, sudah saya pindahkan ke dalam salah satu CD-ROM, yang entah di mana.

    Bikin ERD mestinya mudah. Anda dapat mendekatinya dari laporan yang DULU ada di http://www.kpu.go.id

    Sayang, isinya situs itu dirombak lagi, tidak selengkap dulu. Contoh laporannya juga sudah dihapus. Yang ada tinggal berita-berita saja.

    Coba dekati dengan pendekatan entitas seperti ini (refer ke yang dulu)

    1. Partai Peserta pemilu
    2. Pemilih
    3. Lokasi : Berjenjang : TPS – Kecamatan – Kabupaten – Propinsi (ini berarti ada 4 entitas)
    4. Suara (hasil pemilihan atau realisasi pemilih menentukan pilihannya)

    Rekonstruksi dulu yang empat itu sebagai inti dari ERD.

    Entitas pendukung :
    1. Saksi
    2. Panitia plus anggota
    3. Inventaris (kotak suara)
    4. Kertas suara
    5. Entitas data yang berkaitan dengan catatan keuangan
    6. Pengawas

    Dulu ada webgis.kpu.go.id namun sekarang sudah hilang. Dengan situs yang dulu, kita bisa melihat jumlah perolehan suara sampai ke tingkat TPS di seluruh Indonesia. Ini yang dikagumi dunia ketika itu. Ketika itu, murid-murid saya sering saya dorong agar mempelajari situs-situs itu untuk belajar, baik sistem informasinya, aplikasinya, maupun ERD-nya. Mereka saya minta menirunya dengan pendekatan mereka sendiri.

    Sayang, asset nasional yang kita punya itu hilang begitu saja.

    salam,
    witarto

    Reply
  2. Toto Suharto

    Nambahin pak Wit…

    Rasanya fungsi KPU skrg sdh ditambah dg tugas melaksanakan Pilpres dan Pilkada. Jadi nanti harus ada entitas Capres/Cawapres, Cagub/Cawagub, CaBup/Cawabup & Cawalkot/Cawawalkot… Tentunya lengkap dengan partai-partai pengusungnya, juga dari calon perseorangan or jalur independen…

    Kemudian lagi pak, pelaksana dan penanggung jawab masing-masing Pemilu, Pilpres dan Pilkada tersebut.. Belum lagi semua logistik yang dibutuhin saat pelaksanaan. Ini buat ngitung anggaran yang biasanya sangat gede pisan…

    Jadi supaya komprehensif bikin ERD-nya, sebaiknya dipetakan dulu proses bisnis yang menjadi core activity KPU… pake tools fav nya pak Wit: value chain diagram…😀 Nah, dari sana tinggal dipetakan semua stakeholder dan resources yang nanti datanya ingin dibangun databasenya…

    Btw, grand design KPU saya masih nyimpen, lengkap 6 buku.. tp bukan ngambil dari CD nya pak Wit.. Hehehe…

    🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s