Pertanian Berbasis SMS

Pertanian Berbasis IT
BANDUNG, (PR).- Selasa, 21 Juli 2009

Selama ini para pedagang dan tengkulak yang merajai rantai nilai (value chain) tata niaga produk pertanian, terutama karena adanya jaringan komunikasi antar mereka. Nasib petani menjadi terpinggirkan.

Nah, apakah dengan membuat jaringan komunikasi antar petani, akan mampu menggeser penguasaan rantai nilai kepada petani sebagai produsen utama ?

Mari kita lihat dampaknya….

Kadin Kabupaten Sukabumi mengembangkan sistem pertanian terpadu, dengan basis teknologi informasi. Selain dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan petani, upaya ini diharapkan bisa menjadi model pengembangan ketahanan pangan Jawa Barat.

“Kami mengembangkan ini sudah bertahun-tahun, tetapi mencoba mengintegrasikan sistemnya secara terpadu dengan tambahan teknologi informasi (TI) baru dua tahunan,” ujar Ketua Kadin Kabupaten Sukabumi, H.M. Azis, saat ditemui di kantor Kadin Jabar, akhir pekan lalu.

Dikatakan, pihaknya mengembangkan sistem terpadu itu di komunitas petani Sapa (Sentra Pelayanan Agribisnis) di Sukaraja, Sukabumi. Intinya, berbagai kebutuhan petani mulai dari pembiayaan untuk membeli alat dan saprodi (sarana produksi pertanian), pengelolaan pascapanen, dan dukungan sistem informasi ditangani di satu tempat.

Menurut Azis, sejauh ini apa yang menjadi tujuan pengembangan sistem terpadu itu sudah mulai menampakkan hasilnya. Di antaranya peningkatan produksi padi, peningkatan kualitas beras, dan peningkatan taraf hidup petani.

Sementara itu, Ketua Sapa, Luwarso mengatakan, saat ini ada 1.000 ha dan 5.000 petani yang sedang dikembangkan Sapa. Dengan sepuluh tenaga pendamping dan pabrik penggilingan padi berkapasitas 4 ton/hari, petani-petani Sapa sedikit demi sedikit membaik tingkat kesejahteraannya.

Dijelaskan, dengan pengembangan sistem informasi berbasis selular, berbagai kebutuhan petani bisa terukur dengan benar. Misalnya untuk kebutuhan pupuk, dengan kepastian jumlah yang diperlukan, Sapa bisa membeli langsung dari distributor dan petani mendapatkan pupuk dengan harga distributor.

“Untuk kebutuhan pupuk dan benih, petani cukup mengirim SMS ke server sapa. Begitupun untuk mendapatkan informasi harga pupuk, harga gabah, dsb., cukup dengan mengirim SMS. Dengan bantuan dari Fakultas Elektro ITB, tarif SMS di Sapa hanya Rp 9,00 per SMS,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kadin Jabar, Agung Suryamal Sutisno, menyambut baik dan mendukung upaya yang dilakukan Kadin Kab. Sukabumi itu. Dia meyakini jika bersama-sama mendukung penyempurnaan sistem yang sedang dikembangkan Kadin Kab Sukabumi tersebut, Jabar bisa mendapatkan formula yang pas untuk pengembangan pertanian.

“Jika Kabupaten Sukabumi berhasil nantinya, bisa kita bangun model-model serupa di daerah lain,” katanya. (A-135)***

sumber:
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=87783

3 thoughts on “Pertanian Berbasis SMS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s