Category Archives: kejujuran

hening di bulan april

hening
sepi
kosong
kosong itu apa ?
isi
isi itu bagaimana ?

jernih
kusebut asmaMu
bening
kusebut asmaMu
sujud
kuberlindung kepadaMu

bening
beningnya hati
jernih
jernihnya pikir
lembut
lembutnya rasa
halus
halusnya nafas

tiba-tiba kudengar
derik cengkerik
suara kodok

hemm
aku masih menjejak bumi.

malang tenggara, awal april 2017

Advertisements

bumi dimandikan

Hujan datang
seperti dipanggil adzan Ashar
mulanya rintik rintik
sepuluh menit kemudian
kilat menyambar
guntur berteriak
deraslah sudah

jalan berubah menjadi sungai beraliran deras
karena selokan sudah mendangkal
di tepi kiri kanan

angin ikut meramaikan
meniup kabel transmisi
berperilaku seperti sendaren
berdengung gemuruh
seperti pesawat lewat

kukenakan jas hujan
kembali ke ruang kerja
ambil tas
pulang

bersyukurlah….
bumiku sedang dimandikan…

malang tenggara, akhir maret 2017

 

Haddeh.. Be’en… Kakkeh…

Judul dari Mas Heru :
Jam kerja pedagang kecil ikan di Malang Timur..

Sarapan pagi agak kesiangan. Maklum keasyikan browsing. Warung langganan sudah tutup. Saya lihat di dekat RS Bersalin, ada warung. Ternyata masakannya boleh juga. Lodeh, bergedel tahu sama tempe Malang. Ada seorang bapak muda, ternyata mengantar istrinya sedang periksa.

Penyakit saya kambuh. Si Bapak jadi obyek wawancara saya.

Sy : Aktivitas sehari-hari apa, pak ?
Bp: Jual ikan (air tawar). Gurameh 30.000 sekilo. Mujahir 22.000 sekilo. Nila 25.000. Saya ambil ikan dari pasar Gadang, saya bawa ke desa istri saya, daerah Poncokusumo (kecamatan di lereng barat Semeru).

Sy: Jam berapa ke pasar Gadang ? Sepertinya jam 3.00 atau 4.00.
Bp: Tidak. Saya berangkat jam 10.00 malam. Jam 1.00 atau 2.00 kembali ke rumah.

Sy : Aman di jalan, kalau malam ? Daerah yang dilewati khan masih sepi ?
Bp : Yah, saya lillahi ta’ala. Selama ini aman-aman saja.

Sy : Berapa modalnya setiap hari untuk beli ikan ?
Bp : Seribu sampai seribu limaratus (maksudnya satu juta sampai satu juta lima ratus). Saya dapat sekitar 40 kg ikan segar. Saya bonceng pakai sepeda motor.

Sy : Bapak asal dari daerah mana ?
Bp : Bantur… Gondanglegi (Malang selatan). Tapi saya asal Madura, Bangkalan.

Sy : Wah, saya orang Jawa Timur, kok ndhak bisa berbahasa Madura, yah ?
Bp : Haddeh, Be’en, Kakeh…..

Sy : Maksudnya ?
Bp : Itu artinya kamu.

Sy :… Ooooo… terimakasih.

Malang Tenggara, awal Maret 2016

teknik informatika

Teknik Informatika

Membantu mengingat
Ketika orang mulai mudah lupa dalam kesibukannya, orang tersebut mulai membutuhkan Teknik Informatika.

Orang mulai mencatat di daun lontar, di kertas, di batu, untuk membantu mengingat suatu data atau peristiwa. Dinding candi merupakan komik kehidupan pada jamannya, yang akan memudahkan orang untuk mengingat cerita.

Dalam perkembangannya, orang menggunakan tumpukan kertas yang disebut buku, untuk mengumpulkan catatan ingatan seseorang atau sekelompok orang.

Di jaman sekarang orang mencatat alamat seseorang, atau catatan suatu pendapat, menggunakan handphone. Bahkan orang menyimpan gambar pemandangan yang dilihatnya, menjadi rekaman handphone.

Jadi, saat ini orang sudah menggunakan memori elektronik untuk membantu ingatannya. Ketika itulah, Teknik Informatika mulai berkembang.

Memperpanjang pikiran
Berapa 1 + 2 = ?

Berapa 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 + 9 + 10 + 11 + 12 + 13 + 14 + 15 = ?

Dulu orang pakai simpoa. Kemudian pakai kalkulator.

Dengan komputer, dengan Teknik Informatika, hitungan itu bisa “dipikir” dengan lebih mudah. Ketika orang belajar memerintah komputer dengan urutan perintah tertentu, ketika itu pula Teknik Informatika mulai dipelajari.

Mengkomunikasikan hasil ingatan dan pikiran
Dulu orang berkomunikasi dengan asap. Orang juga berkomunikasi menggunakan kentongan, dan merpati pos. Kemudian dengan kode morse, atau bendera semaphore. Anda mungkin ingat dengan telephon engkol.

Sekarang orang mengirimkan data dan informasi menggunakan jaringan komputer. Ini semua berkat dikembangkannya Teknik Informatika.

Abad 21 – abad digital
Sekarang abad 21. Disebut abad MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Juga disebut abad digital.

Orang sekarang bisa pesan tiket pesawat, atau tiket kereta melalui internet. Orang bisa pesan ojek melalui mobile-phone. Bahkan sekarang orang bisa pesan bawang merah melalui mobile phone pula.

Pesanan melalui internet, atau mobile phone, itu dapat terwujud karena karya anak-anak muda di bidang digital. Mereka merupakan lulusan Teknik Informatika.

Jadi, jika Anda mampu, kenapa tidak bergabung dengan mempelajari Teknik Informatika ?

Suatu renungan…
Malang tenggara, akhir februari 2016.

daging ayam termahal di dunia

Harga Daging Ayam di Indonesia yang Termahal di Dunia
Cetak | 17 Februari 2016

Kasihan rakyat Indonesia. Berpuluh tahun mereka harus membeli daging ayam yang harganya tergolong paling tinggi di dunia. Bangsa Nusantara yang pendapatan per kapitanya sekitar Rp 36 juta harus mengeluarkan Rp 36.000-Rp 39.000 untuk memperoleh 1 kilogram daging ayam.

Padahal, di Malaysia yang pendapatan per kapitanya Rp 104 juta, membeli daging ayam hanya Rp 13.500 per kg dan rakyat Thailand bisa mendapatkan daging ayam Rp 14.000 per kg. Di republik ini tingginya harga daging ayam yang melebihi tingkat keekonomiannya itu terkait erat dengan tidak sehatnya tata niaga komoditas ini.
“Semua itu terjadi akibat tidak ada kendali terhadap praktik kartel industri perunggasan yang sudah berjalan puluhan tahun,” kata Ketua Umum Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia Ade M Zulkarnen.

Malah monopoli dan kartelisasi perunggasan “didukung” Undang-Undang No 18/2009 (jo UU No 41/2014) tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang membolehkan perusahaan integrasi. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendeteksi sejumlah perusahaan yang diduga melakukan praktik kartel pengaturan stok ayam.

Praktik ini ditengarai sebagai penyebab meroketnya harga ayam. Saat bersama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memantau tingginya harga daging di pasar Cihaurgeulis, Bandung, akhir Januari, Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf membenarkan, mereka terindikasi melakukan kesepakatan untuk memusnahkan parent stock (PS/indukan).

Akhir tahun lalu, perusahaan unggas integrasi melakukan pemusnahan PS hingga 40 persen kebutuhan nasional. Dengan demikian, produksi anak ayam (DOC) turun dari 60 juta ekor menjadi 40 juta ekor per minggu. Dari jumlah itu, sebagian besar masuk ke kandang kelompok integrator beserta para mitranya.

“Harga DOC pun naik dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.500 per ekor sampai di kandang peternak mencapai harga Rp 6.000 per ekor,” kata Formatur Perhimpunan Peternak Unggas Indonesia (PPUI) Waryo Sahru.

Hal ini terbukti dari hasil panen ayam, sebagian besar datang dari kandang perusahaan integrator. Hasil panen dari peternak rakyat yang jumlahnya puluhan juta orang sedikit sekali karena tidak mendapatkan DOC. Dampaknya harga ayam di kandang melonjak mencapai Rp 23.000 per kg hidup. Di pasar harga karkas ayam rata-rata Rp 40.000 per kg.

Monopoli
Perusahaan integrator mendapat dua keuntungan dengan pemusnahan ayam indukan. Pertama diperoleh dari selisih Rp 1.500 dari harga DOC Rp 4.000 menjadi Rp 5.500. Kedua dari keuntungan kandang budidayanya. Jika harga DOC Rp 5.500 dan harga pakan Rp 7.000 per kg, kandang tertutup usia 33 hari, panen berat 1,8 kg-2 kg per ekor, mortalitas 3 persen, maka break event point-nya Rp 15.000. Dengan harga jual Rp 21.000 kg hidup, untungnya Rp 11.000-Rp 12.000 per ekor.

Luar biasa besar karena total untungnya bisa menjadi Rp 12.500-Rp.13.500 per kg bergantung pada berat ayam dan fluktuasi harga. “Padahal, breeding farm nonintegrasi yang tidak punya budidaya hanya untung Rp 1.500. Ini jelas tidak sehat,” tutur Waryo Sahru.

Pada situasi DOC terbatas, integrator dapat melakukan monopoli dalam penjualan pakan. Sistemnya melalui sistem paket jual DOC harus mengambil pakan 2,5 kg-3 kg per ekor DOC. “Pola ini sudah melanggar dua poin, yaitu monopoli pasar pakan dengan merebut konsumen dari pakan tepung nonintegrator. Menekan paksa konsumen dengan membeli paket DOC bersama pakan,” ujar Sekjen PPUI Ashwin Pulungan.

Perusahaan-perusahaan itu tergabung dalam Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas dan Perusahaan Bibit, Gabungan Perusahaan Perunggasan Indonesia (GAPPI).

Penanaman Modal Asing (PMA) integrasi saja sudah menguasai hampir 80 persen pangsa pasar Nasional. Jika mereka melakukan kesepakatan menaikkan harga DOC atau pakan secara bersama-sama (kenaikan harga DOC dari Rp 4.000 ke Rp 5.500 per ekor dan kenaikan harga pakan Rp 250 dan Rp 200 per kg secara bersama-sama), praktik ini sudah dapat dikatakan monopoli dan kartel.

Perusahaan integrator melakukan kegiatan usaha importasi bahan baku pakan dan bibit, pabrikan pakan, pembibitan, dan pabrikan obat. Mereka juga masuk ke budidaya unggas, pengolahan rumah potong ayam (RPA), cold storage, fastfood, minimarket/gerai toko daging unggas, bahkan sampai perbankan. Produksi budidayanya 80-100 persen masuk pasar tradisional. Mereka bertarung keras dengan produk peternakan rakyat yang membeli sarana produksi dari integrator.

“Ini juga sebuah persaingan yang sangat tidak sehat,” ujar Aswhin.

Dumping
Karena sudah memonopoli produksi dan mendominasi pasar, harga ayam lebih banyak ditentukan para integrator sendiri. Di kala harga ayam turun jauh di bawah kalkulasi biaya produksi, terindikasi ada upaya dumping.
Praktik itu dengan mudah menghancurkan peternak rakyat, perunggasan PMDN, pembibitan dan pabrikan pakan nonintegrator. Pasalnya, produksi ayam ras ini 1,5 juta ton per tahun dengan nilai produksi dan perdagangannya Rp 70 triliun.

PPUI mengakui, masih ada peternak rakyat yang panen ketika harga ayam tinggi, tetapi jumlahnya sangat kecil. Oleh karena itu, dalam jangka panjang, praktik kartel dan monopoli ini akan mematikan semua peternakan rakyat. Dengan praktik itu, otomatis perusahaan ini pun tidak akan bisa tumbuh, bahkan ikut mati juga. Fakta-fakta persaingan tidak sehat itulah yang ditemukan KPPU.

“Semua pihak harus mendorong KPPU agar temuan adanya praktik monopoli dan kartel bisa terbukti dan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” ujar Waryo.

Penegakan hukum terhadap praktik ini dimaksudkan untuk menumbuhkan keadilan dalam berusaha yang pada gilirannya bisa menyejahterakan rakyat. Seperti disampaikan Presiden Joko Widodo, kebijakan pangan harus menyejahterakan masyarakat.

Arti menyejahterakan ini bukan hanya cukup, melainkan persediaannya terjamin dan harganya terjangkau. Kemudian memberikan kesempatan berusaha dan lapangan kerja yang seluas-luasnya bagi rakyat.
Kini bola liar yang terus menggelinding sejak puluhan tahun itu ada di tangan KPPU. Namun, untuk membuktikan semua itu, KPPU tidak bisa jalan sendiri. (DEDI MUHTADI)

http://finance.detik.com/…/kppu-sebut-2-perusahaan-besar-di…
Jakarta -Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyebut 2 perusahaan besar diduga terlibat kartel ayam. Menurut Ketua KPPU, Syarkawi Rauf, kartel ini telah membuat harga ayam di tingkat peternak jatuh.
“Mereka kuasai semua proses dari hulu hingga ke hilir. Nilai bisnis unggas Rp 400 triliun dari hulu sampai hilir. Ini namanya penguasaan pasar, duopoli oleh 2 perusahaan besar,” ujar Syarkawi usai acara diskusi di kantor INDEF, Jakarta Selatan, Senin (22/2/2016).
Sejumlah peternak terkena dampak dari praktik kartel tersebut, contohnya di Semarang dan Bandung. Syarkawi mengungkapkan di Semarang ada disparitas biaya produksi sebesar Rp 18.000/kg, sedangkan harga pokok di tingkat peternak hanya sekitar Rp 8.500/kg-Rp 10.000/kg.
Kondisi serupa juga dialami peternak ayam di Bandung.
“Yang paling terdampak adalah di Bandung dan Semarang karena pembentukan harga seperti itu,” ujar Syarkawi.
Dia menambahkan, saat ini KPPU sedang memeriksa 12 perusahaan yang diduga terlibat kartel ayam.
“12 perusahaan sudah kita perkarakan di KPPU. Kita juga investigasi dugaan pelanggaran lain, apakah ada praktik yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar untuk mematikan peternak kecil,” kata Syarkawi.
(hns/feb)

http://print.kompas.com/baca/2016/02/17/Harga-Daging-Ayam-di-Indonesia-yang-Termahal-di-Du

Sustainabilitas Prestasi Poltekom

Enam tahun lalu, ketika Pemerintah Kota Malang memutuskan bekerja sama dengan Direktorat Perguruan Tinggi untuk mendirikan Poltekom (Politeknik Kota Malang) bagi pendidikan generasi muda di kota Malang, kemudian diperkuat dengan SK Mendiknas no 104/D/O/2008, tentunya bukan sekejap mata lalu terbentuk Poltekom dengan prestasi seperti sekarang ini.

 

Dalam pertumbuhannya, Poltekom telah mencapai beberapa keunggulan.

  1. Menyekolahkan dosen mudanya di jenjang Magister, ke Australia (1 orang), UI & Perancis (3 orang), kesemuanya sudah lulus. Yang sedang dalam proses : dosen yang melanjutkan program magister, kuliah sendiri ke ITB (2 orang, sekarang sudah lulus), ITS program BPPS (1 orang), UB (3 orang, 2 di antaranya dengan biaya sendiri). Sedangkan yang melanjutkan program Magister dengan beasiswa Dikti (2 orang) ke Newcastle UK.
  2. Memperoleh predikat kampus politeknik unggulan tahun 2013 dari Kopertis VII – wilayah Jawatimur.
  3. Bekerjasama dengan pihak industri, baik berbentuk penyaluran beasiswa, magang, maupun penampungan lulusan Diploma III.
  4. 150 lulusan yang mempunyai kompetensi di tingkat Diploma III, yang diakui oleh ITB, khususnya di bidang teknik Mekatronika, teknik Alat Berat, teknik Telekomunikasi dan teknik Informatika dan telah terserap dengan baik dan nyata di dunia kerja
  5. Mendorong 4 (empat) lulusan Diploma III dengan membentuk perusahaan sendiri di bidang software house bagi kebutuhan masyarakat kota Malang, maupun masyarakat industri di Kalimantan, dengan catatan mereka pernah dikirim perusahaan untuk magang di Malaysia.
  6. Telah mengikuti program swakelola selama 5 tahun berturut-turut dalam Program Hibah Kerjasama Pemda – Dikti, yang dibimbing oleh SP -4 Dikti untuk peningkatan kompetensi dosen, maupun untuk peningkatan kemampuan penelitian dan peningkatan pengabdian kepada masyarakat, serta telah terlatih menjadi asesor Telematika dan berpengalaman menuliskan buku teks untuk referensi kuliah.
  7. Telah melakukan program penelitian mandiri dalam program Dikti dan pengabdian pada masyarakat, terutama bagi masyarakat sekitar kampus, dan peningkatan literasi komputansi bagi guru-guru Sekolah Dasar sekitar kampus 2012 – 2013.
  8. Menyelenggarakan pendidikan Diploma I gratis bagi guru-guru PTT dan masyarakat kota Malang sekitar kampus dengan peserta 250 mahasiswa.
  9. Menyelenggarakan pendidikan berbasis komunitas bekerjasama dengan PKK Kota Malang dan Koperasi SBW 2011-2012, dengan peserta 150 orang.
  10. SP-4 Dikti dan Republic Polytechnic Singapore mempercayakan penerapan metoda pengajaran baru : Problem Based Learning untuk politeknik ke Poltekom

Alangkah sayang jika keputusan sesaat dengan didasarkan pada data terbatas, akan mematikan pertumbuhan dan pencapaian yang telah dicapai oleh Poltekom selama ini.

Sustainabilitas atau keberlanjutan program yang sudah dirintis dan yang sudah dicapai Poltekom sebagai tempat pendidikan Diploma III, sangat penting untuk ikut berkontribusi meningkatkan kompetensi generasi muda di setiap angkatannya di kota Malang dan sekitarnya, terutama dengan spesialisasi pendidikan fokus pada jatidiri politeknik dengan 70% praktek serta terakreditasi oleh Dikti / Kopertis.

Apalagi saat ini cukup banyak generasi muda yang kurang memperoleh tempat pendidikan yang tepat bagi masa depannya. Kehadiran Poltekom sebagai tempat pendidikan generasi muda, akan menjadi solusi tepat, karena biaya pendidikannya terjangkau, fasilitas lengkap, serta diasuh oleh para dosen magister lulusan perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri.

Dulu dengan beberapa kalimat keputusan strategis untuk mendirikan Politeknik Kota Malang memang memerlukan banyak upaya, dana dan waktu untuk mewujudkannya. Berlembar-lembar dokumen mengikutinya.

Ketika kemudian sekarang ada keinginan yang tertuang dalam beberapa kalimat untuk mengubahnya menjadi bentuk pendidikan yang lainnya, berapa lama lagi, dan berapa banyak lagi upaya untuk mewujudkannya ? Dan akan sia-siakah upaya, dana dan waktu selama enam tahun ini ? Bagaimana mempertanggungjawabkannya kepada rakyat kota Malang ?

Semoga sustainabilitas Poltekom menjadi barokah bagi kota Malang khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

referensi :
1. informatika poltekom
2. poltekom