about

Blog ini dimaksudkan untuk menampung banjirnya informasi dari dunia, yang sudah di-filter berdasarkan minat dan keterbatasan kemampuan yang ada pada pemilik blog.

Minat itu sudah berubah beberapa kali. Ini juga karena pengaruh teman, maupun perubahan di lingkungannya. Kategori minat secara makro saat ini ( mid agustus 2008 )

Kategori itu antara lain :

  • energi (dipengaruhi oleh teman)
  • sistem informasi (dipengaruhi oleh pekerjaan)
  • haiku (dipengaruhi oleh hasil dari kondisi ‘terpaksa’ merenung, padahal tadinya pengin tafakur)
  • dayasaing (dipengaruhi oleh kebutuhan adanya event untuk menampung prestasi generasi muda)
  • wasit (dipengaruhi oleh kondisi bangsa Indonesia yang belum begitu menghargai peran pengadil atau penegak aturan)
  • implementasi (dipengaruhi oleh kebutuhan adanya koleksi contoh penerapan sistem informasi di Indonesia)
  • pangan (dipengaruhi oleh perkembangan pengadaan pangan yang direcoki oleh kepentingan politik
  • ek_Makro (dipengaruhi oleh jatuhnya saham Lehman di Wallstreet [status sept 2008]

Tentang biogas (ajakan Mas Alfred Menayang) penghasil energi panas dan listrik, serta pupuk, ditulis pada blog terpisah : http://gasbio.wordpress.com

Jika Anda tertarik, jangan sungkan untuk menjelajahi blog ini. Jangan khawatir, karena tidak dipungut bayaran….πŸ™‚

salam,

wa

Original text:
This is an example of a WordPress page, you could edit this to put information about yourself or your site so readers know where you are coming from. You can create as many pages like this one or sub-pages as you like and manage all of your content inside of WordPress.

23 thoughts on “about

  1. Kuke

    Pak Wit.. Pak Wit.. ini akuuu *hemh tapi pasti udah lupa*..

    Tanya pak Toto ajah ntar yah kalo masih lupa.. ^_^

    Reply
  2. kuke

    pak Wit.. perkenalan pertamaku ga masuk hiks..😦

    Mungkin pak Wit lupa ya??
    Ya sudah gpp.. *padahal tanya pak Toto deh..*

    Reply
  3. deden

    Salam kenal…

    saya salah satu mhs PTS di PTK yang mengambil bidang studi sistem informasi dengan salah satu mata kuliah Rekayasa sistem informasi dengan buku pedoman penulisnya bapak sendiri…

    setelah dipelajari buku yg bpk tulis banyak hal yang kami pelejari belum begitu dipahami…

    salah satu sub materi SKSI vs SKPL….
    Sistem kebutuhan Sisfo dan sistem kebutuhan perangkat lunak menurut kami, Apa yang membatasi keduanya….

    dosen kami menyakan mengenai “template” SKSI dengan SKPL itu dimananya….

    Reply
  4. witart Post author

    Salam kenal kembali….

    SKPL fokus sebagai blue-print perangkat lunak, dalam konteks atau domain tertentu, bagian dari sistem informasi, dan lokasinya berada di dalam komputer atau jaringan.

    Sedangkan SKSI menggambarkan arsitektur antar komputer, interaksi manusia dengan komputer, serta relevansinya dengan aktivitas yang menjadi core-business dari sistem organisasi. Jadi menggambarkan hubungan antara business process dengan komputer dan jaringan yang mendukungnya. Jadi levelnya lebih makro, dan lebih user oriented.

    Contoh sistem tabungan.
    Software ATM yang ada dalam mesin ATM, membutuhkan blue print untuk membuat softwarenya. Blue-print ini ditulis dalam SKPL.

    Arsitektur yang menggambarkan hubungan antara suatu mesin ATM dengan bank pemilik ATM, beserta sistem back-office-nya, secara makro digambarkan dalam SKSI. Dalam SKSI digambarkan aktivitas sistem organisasi, yang bisa dimodelkan dengan Value chainnya Porter atau Workflow atau Flow Map.

    Hanya Value-chain atau workflow itu dikaitkan dengan proses-proses pengolahan data yang akan dibuat softwarenya. Proses-proses itu dalam buku saya, saya tandai dengan singkatan C-O-R-L. Dalam lanjutan penelitian saya, Singkatan itu akan saya kembangkan menjadi C-O-R-L-A-K-S. Catat (input), Olah (banyak macamnya), Rekam, Lapor (atau baca atau search), kemudian

    A= Akses, contoh login ke dalam jaringan
    K= Koneksi, contoh koneksi ke database
    S= Share, contoh database sharing.

    Saya sedang menguji tambahan ini. Perlu waktu, di sela-sela kesibukan saya.

    Contoh lain:
    Dalam skala kecil, cash register pada suatu toko sederhana, cukup dengan satu komputer. Spesifikasinya cukup dengan SKPL saja, karena scopenya kecil.

    Jika Anda bergeser ke sistem supermarket, yang mempunyai outlet kasir lebih dari satu, maka Anda harus memperhatikan A-K-S, tidak cukup C-O-R-L. Cash-register harus di-koneksi ke database server. Kasir harus login pada awal tugasnya, kemudian logout ketika akan diganti shift-nya. Ini ada dalam konteks SKPL cash-register biasa.

    Lalu supervisor melakukan pencetakan Check list tugas seorang kasir pada suatu outlet pada periode waktu tertentu. Dengan Check list itu supervisor lalu memeriksa uang yang ada di dalam laci cash register kasir yang akan diganti tugasnya. Ini membutuhkan SKPL aplikasi GantiKasir. Yang diperiksa jumlah fisik uang dengan catatan rekapitulasi dari cash register, untuk kasir tersebut.

    Sementara itu, jika ada pergantian hari, entah di pagi hari, atau malam hari, dilakukan stock-opname, pemeriksaan jumlah barang. Apakah sesuai quantity barang yang terjual, yang tercermin dari rekapitulasi seluruh penjualan oleh semua kasir hari itu, dengan pengurangan stok parang di ruang penjualan. Ini membutuhkan SKPL Stock-Opname.

    Masing-masing aplikasi tersebut dapat menggunakan Diagram Konteks masing-masing, jika Anda pakai analisis dengan Data Flow Oriented, atau diagram usecase tersendiri, sesuai domain aplikasinya.

    Lalu bagaimana menghubungkan diagram konteks ketiga aplikasi itu ? Itu ditulis dalam model arsitektur Sistem Informasi (kalau saya pakai diagram SSI), boleh pakai model lain, kalau ada. Dan setahu saya belum ada. Karena itu, saya terpaksa meng-create diagram SSI itu. Nah, informasi ini menjadi inti dari content dokumen SKSI. Sebut saja itu sebagai SKSI atau Sistem Informasi Penjualan.

    Jadi, komponen software yang ada di dalam SKSistem Informasi Penjualan ada tiga, yaitu
    a. SKPL Cash-Register
    b. SKPL Ganti Kasir
    c. SKPL Stock Opname

    Ini belum termasuk komponen sistem informasi lainnya, seperti Hardware, Network, IMK (layout screen jika perlu), User (Kasir, Supervisor), Prosedur (User Manual, System Manual, Standard Operating Procedure), Data (termasuk database)… Terserah, apakah dalam batasan masalah Anda, sepesifikasi dokumennya perlu disertakan atau tidak.

    Semoga bermanfaat.

    salam,

    wa

    Reply
  5. witart

    Bikin buku ? Tuh… Pak Toto bukunya sudah hampir jadi…
    Kalau punya saya, switch dulu ke objek,GUI dan frame-work… Itu rencananya content buku kedua saya. Tapi sulit fokus, karena banyak gangguan tawaran kerjaan…. Bahkan ada yang minta saya untuk bikin artikel opini tentang bbm, juga tentang leadership serta AFTA… wah…jauh pisan…. euy… Kemana tuh, orang perminyakan, orang sospol, dan orang ekonomi, kok minta bantuan tukang setrum yang suka narik kabel, dan tukang ngetik source code….:-)

    Reply
  6. kuke

    *dengan wajah terkagum-kagum*
    Waaa.. waaa.. keren dunk..πŸ˜€
    Ayu ajah belum bisa bikin buku hihi..dan ga ada yang minta bikin artikel hehe.. *paling banter di-suruh2 bikin paper2 mulu.. *

    Ayu tungguin deh.. bukunya Pak Toto, bukunya Bapak, bukunya si buku.. semua2nya..πŸ˜€

    Ya.. ya..

    Reply
  7. ableh

    waduh.. kayaknya baca profilnya bapak ini tipe “pria idaman” kayak isi lagunya the changchutter yak…kakakakakak

    Reply
  8. ableh

    salah..itu mah lirik lagu yg judulnya “i love you, bibeh”, kalo pria idaman itu gini mulainya :
    bukan kita kepedean…
    tapi fakta membuktikan
    dst..dst…

    Reply
  9. Rudi

    Tok..Tok..Tok. Baru berkunjung nih… Ketinggalan pisan ya. Padahal tiap Rabu malam selalu ber-‘Soulmate’ boncengan pake motor butut-ku. Sik asik deh P.Wit emang punya pemikiran dan wawasan yang sangat luas serta menerapkan prinsip ‘apa adanya’. (Itupun kalau ditanya, kalau ga dinanya ah diem sajaaa. 8) Analisisnya TOP banget deh. Terus berkarya ya pak, dan sharing ‘elmu’-nya dalam bentuk buku ataupun info-info dimanapun dan kapanpun. Always p. Wit. Merdeka!!!

    Reply
  10. H.M.Falah Mathori

    Website yang bagus, menarik dan memberikan banyak inspirasi, jangan berhenti menulis yaa Pak, Penulis dapat pahala sebab ikut mencerdaskan kita semua.

    Kalau saya sudah melenceng atau kebablasen, tolong diingatkan. Terimakasih atas kunjungannya.

    Reply
  11. ahabasgar

    assalamu’alaykum..

    akhirnya “jawara” yang kedua ketemu juga…
    saya add link di blogroll saya ya pak.. biar gampang nyuri ilmunya he he he, semoga pak wit sukses selalu…
    aamiiin…

    regard,
    ahab

    Reply
  12. aangdarmana

    ass. wr. wb.
    salam sukses buat pak wit, saya pernah baca buku yang bapak karang & sangat menarik sekali terutama tentang sistem informasi.
    Minta pendapat pak : apakah ada suatu perspektif (paradigma) yang memetakan sistem informasi bagian dari teknologi informasi? mohon bantuan infonya krn sy belum menemukan informasi yang cukup untuk hal itu.

    wass. Aang Darmana

    Tergantung sudut pandangnya.
    Bagi merek mobil, misal seperti Toyota, maka para penjualnya akan bangga mengatakan bahwa produknya telah dibeli dan digunakan di perusahaan X, Y, Z dst…. Sementara, bagi perusahaan X, Toyota hanyalah salah satu merek produk teknologi untuk angkutan, yang digunakan oleh perusahaan itu.

    Demikian juga, sistem informasi merupakan bagian dari teknologi informasi ? Ini cara pandang penjual komputer, persepsi penjual jaringan komputer, serta sudut pandang konsultan pembuat aplikasi sistem informasi.

    Kalau menurut user, dalam sistem informasi mereka, didukung oleh berbagai teknologi, ada yang produk Micro$oft, ada produk Cisco, ada produk Sun, dstnya….πŸ™‚

    User nggak suka sistem informasinya dianggap sebagai bagian dari teknologi yang merupakan produk dari perusahaan lain. Kalau dia tahu itu bisa diganti tuh, produknya dengan yang laen….πŸ™‚

    Di mata user, teknologi yang dia gunakan hanyalah salah satu solusi dari banyak solusi yang mereka gunakan….

    Reply
  13. aangdarmana

    trmksh atas pencerahannya pa, ini persfektif lain yang menjadi inspirasi baru saya. Boleh nggak kalo saya simpulkan apa yang Bapak deskripsikan diatas merupakan cara pandang yang dilihat dari perspektif persaingan bisnis?

    Kalau menurut guru pembimbing thesis saya, isi buku saya intinya adalah pemahaman tentang manfaat suatu produk.

    Persaingan Bisnis hanyalah medium. Bisa ada, bisa nggak. Itu scope yang terlalu sempit.

    Tapi intisari dari pemahaman manfaat itu adalah penciptaan lapangan kerja.

    Dimana kita bisa menyediakan manfaat suatu produk, yang mampu memberikan imbalan yang pantas, di situ lapangan kerja tercipta.

    Jika mempunyai begitu banyak manfaat yang bisa diamalkan, syukur-syukur memberi imbalan yang pantas, maka di situ kita akan memahami makna hidup dan kehidupan ini…πŸ˜‰

    Dalam mempersiapkan produk sistem informasi, termasuk komponen S/W, H/W, net, pelatihan SDM, rancangan DB, interaksi manusia komputer, dan penyiapan prosedur, kita bisa saja melihat (memperjelas) manfaat-manfaatnya dalam rangka menyalurkan produk kita ke masyarakat.

    Namun ketika men-deliver produk SInfo ke user yang akan memberi imbalan, jangan sampai kebalik : dengan menyatakan bahwa SInfo kantor mereka merupakan bagian dari teknologi kita ….πŸ™‚ Bisa tersinggung mereka, dan itu bisa menutup sumber imbalan….πŸ™‚ alias menutup lapangan kerja…..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s