terminal sepi

di terminal ini
ramai oleh yang datang dan pergi
kusangka di sini kutemui mimpiku

mimpi itu begitu lembut
menggoda
mengajakku bicara

kini semua telah kembali
hening
sepi, seperti yang terdahulu

duh, sampai kapan
engkau menguji tawarnya hati ini,
ya Allah

malang tenggara, sep 2012

menjalani hari demi hari…

Setiap hari kucoba berbuat sesuatu..
untuk menghasilkan suatu produk nyata..
atau pun merakit suatu keping puzzle bagiannya..

dari sedikit..
demi keping sedikit..
bertambahlah keping-keping puzzle itu sedikit..

iterative incremental.., kata guruku
semakin lama
semakin lengkap..

itu kulakukan sendiri..
atau kuterima bantuan dari teman-teman..
menuju suatu produk nyata dalam bentuk yang utuh..

semoga produk itu bermanfaat..
dan bermakna..
dan bermaslahat..

dan menjadi jalan untuk amal dan rizkiku..
yang halal..
alhamdulillah.. (aku bisa berusaha berbuat sesuatu)

bismillah.. (seperti biasa, katamu)
insya Allah.. (kata teman-temanku)
subhanallah.. (dan guruku selalu mengingatkanku)

malang tenggara, awal sep 2012

SBY Teken Perpres Kenaikan Tunjangan Peneliti

SBY Teken Perpres Kenaikan Tunjangan Peneliti
Penulis : Hindra Liauw | Kamis, 30 Agustus 2012 | 12:38 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan kabar gembira kepada para peneliti ketika memberikan arahan pada acara puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-17 di Gedung Merdeka, Bandung, Kamis (30/8/2012). Kabar tersebut terkait kenaikan tunjangan peneliti.

Presiden mengatakan, peraturan presiden atau perpres yang mengatur kenaikan tunjangan peneliti telah rampung. “Berita baiknya, (perpres) sudah siap saya tanda tangani. Jadi mudah-mudahan minggu ini bisa saya teken. Pada bulan September, para peneliti sudah mendapatkan kesejahteraan yang lebih tinggi,” kata Presiden ketika memberikan arahan pada Peringatan Harteknas ke-17 di Gedung Merdeka, Bandung, Kamis.

Kabar baik itu langsung disambut tepuk tangan dari para peneliti yang hadir pada peringatan tersebut. Presiden meminta para peneliti untuk terus berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Iptek, kata Presiden, menjadi salah satu faktor pendorong kemajuan sebuah bangsa.

Secara terpisah, Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta mengatakan, kegiatan yang dilakukan masyarakat iptek bertujuan untuk peningkatan produktivitas, peningkatan layanan umum, dan perlindungan masyarakat.

“Keseluruhan aktivitas ditujukan untuk mendukung tujuh bidang fokus iptek, yaitu kesehatan dan obat, pertahanan dan keamanan, teknologi informasi dan komunikasi, transportasi, pangan, energi, serta material maju,” kata Gusti.

Hasil nyata kegiatan iptek tersebut, antara lain, prototipe mobil listrik berkapasitas 14 tempat duduk disertai pengembangan baterai sebagai sumber tenaganya.

“Badan Informasi Geospasial telah mengembangkan peta rupa bumi dan peta batas wilayah negara di darat dan di laut, sedangkan LAPAN telah merancang satelit, pesawat nir-awak, dan uji peluncuran roket,” kata Gusti.

Editor :Kistyarini

http://sains.kompas.com/read/2012/08/30/12382860/SBY.Teken.Perpres.Kenaikan.Tunjangan.Peneliti