cermin

Kusangka sudah cukup cuci muka
Kau sodorkan cermin
Ada tahi di sudut mataku

Terserah padamu
Aku hanya sekedar membantu
Yang menurutku itu baik

malang tenggara, sep 2012

I thought that was enough face washed
You’re handed a mirror
There’s shit in the corner of my eye

It’s up to you
I just helped
I think it’s a good

terminal sepi

di terminal ini
ramai oleh yang datang dan pergi
kusangka di sini kutemui mimpiku

mimpi itu begitu lembut
menggoda
mengajakku bicara

kini semua telah kembali
hening
sepi, seperti yang terdahulu

duh, sampai kapan
engkau menguji tawarnya hati ini,
ya Allah

malang tenggara, sep 2012

menjalani hari demi hari…

Setiap hari kucoba berbuat sesuatu..
untuk menghasilkan suatu produk nyata..
atau pun merakit suatu keping puzzle bagiannya..

dari sedikit..
demi keping sedikit..
bertambahlah keping-keping puzzle itu sedikit..

iterative incremental.., kata guruku
semakin lama
semakin lengkap..

itu kulakukan sendiri..
atau kuterima bantuan dari teman-teman..
menuju suatu produk nyata dalam bentuk yang utuh..

semoga produk itu bermanfaat..
dan bermakna..
dan bermaslahat..

dan menjadi jalan untuk amal dan rizkiku..
yang halal..
alhamdulillah.. (aku bisa berusaha berbuat sesuatu)

bismillah.. (seperti biasa, katamu)
insya Allah.. (kata teman-temanku)
subhanallah.. (dan guruku selalu mengingatkanku)

malang tenggara, awal sep 2012