temuan hasil blusukan harga beras beda

Mentan Mengaku Dapat Temuan yang Berbeda dari BPS soal Harga Gabah
Kamis, 3 Maret 2016 | 11:23 WIB

harga beras
Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat melakukam kunjungan kerja ke desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Senin (29/02/2016)

JAKARTA, KOMPAS.com – Dari kunjungan kerjanya di berbagai daerah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendapatkan temuan yang berbeda dari data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait harga gabah.

Melalui keterangan tertulisnya, Kamis (3/3/2016), Amran menyebutkan harga gabah di daerah-daerah tersebut lebih rendah dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Padahal, sebelumnya BPS telah merilis harga gabah sudah lebih tinggi dibandingkan HPP.

Di Sleman dan Sragen misalnya, harga gabah kering panen (GKP) pada saat dikunjungi sebesar Rp 3.400 per kilogram (Kg). Sedangkan harga GKP di Ngawi malah lebih rendah lagi, yaitu Rp 3.200 per Kg.

Sukiman, salah seorang petani Sragen mengeluh kepada Amran, jatuhnya harga GKP lantaran Bulog tidak menyerap produksi mereka.

Mendengar keluhan tersebut, Amran langsung meminta Bulog agar membeli segera gabah yang sedang dipanen petani.

“Saya minta bulog turun langsung beli gabah ke petani, saya minta diawasi oleh Dandim dan Aparat Kepolisian. Pemerintah harus hadir buat bela petani dan beri solusi,” kata Amran.

Sindir Mendag
Sementara itu, Amran menyampaikan, sejumlah petani di desa Ambarwangun, Kebumen, Jawa Tengah, mengecam keras Indonesia mengimpor beras.

Amran menyebut, salah seorang petani bernama Mujiono menghampirinya dan menyampaikan kondisi pertanian di daerah tersebut.

“Desa kami punya sawah yang melimpah, bapak bisa lihat sendiri makanya saya minta supaya pemerintah tidak impor beras,” kata Amran menirukan ucapan Mujiono.

Merespons pernyataan petani itu, Amran pun bertanya siapa yang berencana mengimpor beras. Amran bilang, Mujiono mengetahui rencana impor dari pemberitaan.

“Yang mengimpor pemerintah, Menteri Perdagangan RI, temennya bapak kan?” ucap Amran menirukan Mujiono.

Menanggapi hal tersebut, Amran pun berjanji akan mengendalikan impor beras. “Kalau bapak mendengar ada Rp 1.000 uang negara meleset, saya mundur jadi Menteri sebab swasembada ada di tangan mereka,” pungkas Amran.

Penulis : Estu Suryowati
Editor : Bambang Priyo Jatmiko

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/03/03/112326126/Mentan.Mengaku.Dapat.Temuan.yang.Berbeda.dari.BPS.soal.Harga.Gabah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s