Harga ayam melonjak karena kartel

Harga Ayam Melonjak Akibat Kartel
Sabtu, 6 Februari 2016 | 14:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai harga ayam yang meroket, bahkan mencapai Rp 40.000 per kilo di beberapa kawasan adalah akibat dari ulah 12 perusahaan yang melakukan praktek Kartel.

Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf Sabtu (6/2/2016) di Jakarta mengatakan berdasarkan hasil investigasi dan laporan masyarakat, perusahaan tersebut diduga melakukan persekongkolan untuk memusnahkan jutaan indukan ayam.

Pemusnahan induk ayam tersebut mengakibatkan stok bibit ayam yang tersedia untuk para peternak mandiri menjadi sedikit.

“Karena pasokan bibit sedikit, harga pun meningkat. Biasanya, 1 doc (bibit ayam) harganya Rp 4.000, sekarang jadi Rp 6.000. Itupun kualitas 2,” ujar dia.

Dampaknya, harga ayam di tingkat peternak merangkak naik dari Rp 18.000 per ekor menjadi Rp 20.500.

Di tingkat pasar, harga ayam menjadi Rp 40.000 dari yang biasanya berada di kisaran Rp 30.000.

Menurut Syarkawi, kondisi ini juga akan membunuh usaha peternak mandiri untuk melakukan usahanya.

Dia mencontohkan, di daerah Bandung Selatan ada koperasi peternak yang awalnya beranggotakan 70 orang kini tinggal 10 orang.

“Usahanya perlahan mati, tutup. Salah satu penyebabnya adalah kurangya pasokan doc,” pungkas Syarkawi.

Penulis : Ramanda Jahansyahtono
Editor : M Fajar Marta

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/02/06/142456426/Harga.Ayam.Melonjak.Akibat.Kartel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s