ra sah mandeg..

ra sah mandeg.. ra sah mandeg…

bus Malang Blitar menelusuri jalan propinsi..
yang membelah rangkaian pedesaan..
bendungan Karangkates telah lewat..
bus mendaki melewati kali Lahor…
tiba-tiba di suatu tikungan berhenti..
truk-truk, mobil tangki, sedan.. juga motor-motor yang seperti laron..
tanpa terkecuali harus berhenti..

di ujung atas tikungan sebuah truk sedang istirahat..
maksudnya terguling menghalang jalan..
muatan potongan kayu jati bergelimpangan keluar semua..
sepertinya ndhak ada korban jiwa manusia..

beberapa polisi mengamankan lokasi
antrian mobil makin memanjang
sepertinya macetnya DKI Jakarta sudah menular..

pak sopir lapor ke kantor yang punya bus
target jalan pulang pergi Malang Blitar tak tercapai
orang di kantor pusat setuju.. karena itu termasuk kondisi force major..

…..

truk yang terguling sudah mulai diberdirikan..
eh.. salah..
kalau truk berdiri dengan kaki dua malah ndhak bisa jalan..
kata salah satu penumpang..
“he he” beredar di antara penumpang lain yang jenuh menunggu setengah jam..

mobil derek itu kecil saja..
truknya jauh lebih besar..
terpaksa beberapa mahesa jenar dan kebo kanigara dikerahkan..
retttt.. truk berdiri.. eh tengkurap.. maksudnya.. berdiri di keenam rodanya..

tapi antrian masih diam..
truk tidak bisa didorong ke pinggir..
sopir bus menjelaskan ke penumpang
truk itu kalau didorong dengan mesin mati malah bahaya, karena remnya blong..
rem berfungsi kalau mesin hidup..

penumpang mencoba bersabar..
seorang penumpang memaksa turun..
kenapa ?
lah rumah saya tinggal beberapa langkah lagi..
itu di balik pepohonan di seberang sana..

kondektur asik berkomunikasi
mencoba memetakan pesaingnya di belakang..
terdeteksi ada dua bus menempel..
kira-kira berjarak 30 deretan mobil di belakang..
kalau menyerobot.. bisa mengancam perolehan penumpang..

dan ketika truk mulai dapat dipinggirkan
(salute kepada perwira polisi yang ikut mengangkat balok-balok kayu untuk dipinggirkan)
bus langsung tancap gas..

hemm…
panen penumpang terjadi..
beberapa penumpang sudah bergerombol menunggu di Pohgajih..
satu dua penumpang diabaikan..

ra sah mandeg.. ra sah mandeg..

(maksudnya.. ndhak usah berhenti.. ndhak usah berhenti..
biar diambil pesaing di belakang)

adu strategi dimulai..
sang kondektur yang kumisnya seperti menpora kita yang baru..
ternyata jago strategi..

saya nikmati adu kompetisi panen penumpang itu..
tiba-tiba saya pucat pasi..
oh.. saya khan berkaki tiga..
gimana nanti kalau turun.. ?
apa saya nanti akan didorong supaya cepet turun..
karena kompetisi panen penumpang sedang ramai-ramainya ?

hiks…

indahnya indonesiaku..
indahnya upaya anak-anak negeri ini..

di selatan antara Kelud dan Kawi… jan 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s