geliat subuh di Mampang Prapatan

Habis subuh, kehidupan di Mampang Prapatan menggeliat..
Warung bubur kacang ijo itu buka..
Pesan seporsi ditambah kopi..

Pembeli datang dan pergi terburu-buru..
Bajaj datang si bapak bawa belanjaan..
Pemesan segelas kopi menyapa lalu pergi..

Motor datang
seorang ibu cantik sedang mengandung
turun dari boncengan mampir sarapan…

Dengan terperangah kumenyapa..
mau masuk kerja di mana ?
Kemang, sebelah barat situ..

Loh, suami ibu tadi terus kemana ?
Rawamangun..
Lokasi kantor kami memang beda..

Lalu tinggalnya di mana ?
Bekasi…
Wuih… jauh juga..

Kami berangkat habis subuhan..
Pulang kami sendiri-sendiri
saya pulang naik bus jam sembilan malam..

Lalu ngredit rumah di Bekasi untuk siapa ?
Si ibu bengong tak bisa menjawab..
Keluarga ibu di rumah hanya antara jam 21.00 sampai subuh

Si ibu tersenyum lembut bijak
itulah kehidupan di Jakarta
pesan itu terpancar dari wajah beliau..

Mampang Prapatan, akhir Sep 2012…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s