Doa bulan Nopember

Ekstraksi dari artikel Kompas 18 Nopember 2011, halaman 1.

Ada banyak alinea dari tulisan akhir tahun itu, yang menarik untuk disimak.

Program televisi dan filem saat ini (termasuk Laskar Pelangi), sebagai media visual yang menangkap kemiskinan sebagai komoditas hiburan.

Masih banyak kelompok yang tidak merayakan kemiskinan, tetapi tahu betul bahwa ada nilai-nilai hidup yang tetap harus dijaga (walau dalam kemiskinan).

Tafsir kehidupan dari satu lingkungan sosial yang telah termanipulasi produk teknologi informasi itulah yang kini mengaburkan mana yang nyata dengan mana yang tidak nyata.

Dunia visual, yang disebabkan sifat teknologinya, cenderung mendistorsi dan meng-korup realitas.

Contoh : Remaja lulusan sekolah menengah yang dianggap sukses adalah dia yang telah muncul di televisi, memakai bulu mata palsu tebal, tasnya produk merek mahal, berkunjung kembali ke bekas sekolahnya di kota kecil dengan kawalan polisi. Para guru dan murid menyambut dengan sukacita. Sang bekas murid telah “sukses” menjadi selebriti. Itulah momen perkeliruan yang kini mengubah yang semu menjadi kebenaran, kenyataan dan kasunyatan.

Bagaimana di era di mana kebudayaan visual menjadi panglima dan menguasai segala-galanya ? Yang karena mahalnya teknologi (dan import), asas penyelenggaraannya pun umumnya didasarkan asas perdagangan.

Yang penting rating bagus, laku dijual, dan pemirsa senang, SERTA MEMUASKAN NARSISME KELAS MENENGAH.

balubur 25 desember 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s