mau.. mau.. mau.. ????????

link relevan : potong gaji direksietika bisnis masih adakah ???

”Para eksekutif perbankan mengira bahwa krisis muncul begitu saja dan bukan pula salah siapa- siapa. Tidak, itu salah mereka dan mereka harus meminta maaf,” kata Stiglitz.

para eksekutif yang biasa JA’IM (jaga image) mau minta maaf ?

mau.. mau.. mau.. ????????

Forum Ekonomi Dunia
Para Eksekutif Harus Minta Maaf
Sabtu, 31 Januari 2009 | 03:40 WIB

Davos, Jumat – Krisis ekonomi global sekarang ini bukan musibah yang terjadi begitu saja.

Musibah yang merobohkan perusahaan dan membuat jutaan pekerja tiba-tiba menganggur adalah buah dari keputusan bisnis yang keliru luar biasa. Karena itu, para eksekutif perusahaan harus meminta maaf.

”Ada arogansi akut di balik proses kejadian ini,” kata ekonom Amerika Serikat peraih hadiah Nobel Ekonomi 2001, Joseph E Stiglitz, pada acara Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Jumat (30/1).

Krisis ekonomi telah menjadi topik utama di forum, yang selama ini berbicara soal merger, akuisisi, globalisasi, dan prospek- prospek bisnis.

”Para eksekutif perbankan mengira bahwa krisis muncul begitu saja dan bukan pula salah siapa- siapa. Tidak, itu salah mereka dan mereka harus meminta maaf,” kata Stiglitz.

Perbankan dan perusahaan asuransi telah bertindak keliru dengan mengucurkan kredit secara besar-besaran ke sektor properti AS. Inilah sumber utama krisis.

Stiglitz menambahkan, manajer perusahaan, terutama bank, di tingkat menengah bukan pula pihak yang bersalah.

”Adalah para senior, mereka yang pergi ke kongres dan melakukan lobi agar regulasi dilenturkan, yang menjadi biang keladi di balik semua ini,” kata Stiglitz di forum yang bertema ”gado-gado” ini karena juga berbicara soal geopolitik di Timur Tengah dan lainnya.

Lord Nicholas Stern, ekonom ternama Inggris, setuju bahwa para kapten perusahaan dan taipan bersalah. Meski demikian, menurut Stern, para kapten itu tidak meminta maaf dan, bahkan lebih buruk lagi, tidak menyadari kesalahan yang mereka perbuat. ”Kalaupun ada yang merasa bersalah, jumlahnya hanya segelintir,” ujarnya.

Stephen Green, pemimpin HSBC Holdings PLC (Inggris), mengakui, ”Sektor perbankan tidak menjaga diri dan berbuat salah.”

Penasihat ekonomi Gedung Putih, Laura Tyson, juga menegaskan, lembaga perbankan dunia tidak mengindahkan rambu-rambu bisnis yang sehat.

James Schiro, eksekutif puncak Zurich Financial Services AG (perusahaan asuransi Swiss), mengatakan, ”Kami telah melakukan kesalahan. … Kami semua harus meminta maaf.”

Pendiri YouTube, Chad Hurley, mengatakan, sekarang masalahnya bukan saja soal minta maaf.

”Publik juga geram dengan penggunaan dana bantuan pemerintah untuk pembelian pesawat jet mewah,” ujarnya.

Presiden AS berang

Di Washington, Presiden Barack Obama juga berang. Hal itu terkait dengan munculnya berita bahwa Wall Street, juga dipakai sebagai julukan bagi markas penjualan saham perusahaan-perusahaan besar AS, telah mengucurkan bonus 18 miliar dollar AS dengan menggunakan uang pemerintah.

”Ini sebuah perbuatan yang memalukan. Untuk selanjutnya, kami akan menuntut Wall Street menahan diri, menjaga perangai, dan memperlihatkan tanggung jawab,” ujarnya. (REUTERS/AP/AFP/MON)

sumber:
kompasCetak

yang relevan:
Kinerja Korporasi Memburuk
Dorong Konsumsi Guna Redam Krisis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s