gaji guru swasta di bawah UMK

ada yang menerima gaji Rp 54.000 per bulan.

hemmmm… KETERLALUAN… Pantas orang-orang yayasan pada ketakutan dengan UU BHP… Karena itu bisa mengganggu kenikmatan memerah keringat para guru…

Gaji Guru Swasta di Bawah UMK
Selasa, 20 Januari 2009 | 01:34 WIB

Medan, Kompas – Sebagian besar dari 24.977 guru swasta di Medan menerima gaji di bawah upah minimal kota, bahkan ada yang menerima gaji Rp 54.000 per bulan.

”Rata-rata gaji guru swasta di Medan masih di bawah upah minimal kota (UMK) Medan Rp 1,02 juta per bulan,” kata Ketua Persatuan Guru Swasta Indonesia Medan Partomuan Silitonga, Senin (19/1) di Medan, seusai pertemuan pelatihan implementasi kinerja guru swasta.

Hanya 400 guru yang mendapatkan tunjangan profesi. Selama ini, menurut Silitonga, ada ketimpangan kesejahteraan antara guru swasta dan guru negeri. Sudah ribuan guru negeri di Medan mendapatkan tunjangan profesi. Gaji pokok mereka pun jauh di atas gaji guru swasta. ”Kami ingin pemerintah daerah membantu meningkatkan kesejahteraan guru swasta,” katanya.

Guru Sekolah Dasar Al Wasliyah II Medan, Gati Sekarningsih (43), menerima gaji Rp 400.000 per bulan, padahal Gati sudah menjadi guru selama 22 tahun.

Gati mengatakan, masih banyak guru swasta yang menerima gaji lebih rendah daripada dirinya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Gati mencari tambahan penghasilan. Ibu dua anak ini sering menerima honor dari pelatihan keguruan.

Kepala Dinas Kota Medan Hasan Basri mengatakan, para guru tidak bisa disamakan dengan pegawai biasa. Ada undang-undang sendiri, yakni Undang-Undang tentang Guru.

Saat ini banyak prosedur untuk mendapatkan bantuan kesejahteraan. Salah satunya adalah tunjangan profesi yang bisa diperoleh guru swasta jika memiliki jam mengajar minimal 24 jam seminggu. ”Jika jam mengajarnya empat jam seminggu, jelas pendapatannya minim. Kalau mengajarnya lebih dari 24 jam seminggu, tentu bisa mendapatkan tunjangan,” kata Hasan.

Kesejahteraan guru berkorelasi dengan jumlah jam mengajar. Jika keberatan dengan sistem ini, mereka perlu mempertimbangkan lagi niat untuk menjadi guru. (NDY)

sumber:
kompasCetak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s