herman ramli masuk daftar hitam bursa

Ternyata di negeri ini pun ada juga orang yang punya mentalitas egois, serakah seperti Dick Fuld (Lehman), Einhorn (pialang Wall Street), dan Madoff.

Herman Ramli Masuk Daftar Hitam Bursa
Polisi menduga duit nasabah digunakan untuk kepentingan pribadi.

JAKARTA — Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) memasukkan nama Herman Ramli, Komisaris Utama PT Sarijaya Permana Sekuritas, ke daftar hitam atau daftar orang tercela di pasar modal.

Ini terkait dengan kasus dugaan penggelapan dana nasabah sekitar Rp 245 miliar yang dilakukan oleh Herman. Ia sudah ditangkap dan ditahan polisi pada 24 Desember 2008.

Bapepam juga akan mencabut izin sertifikat dan aktivitas Herman sehingga dia dilarang melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pasar modal selamanya.

“Kami sangat tegas sekali dengan masalah seperti ini,” kata Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, kemarin. Bahkan Fuad mengancam akan mencabut izin semua pihak yang terkait dengan penyalahgunaan dana nasabah senilai Rp 245 miliar tersebut, setelah proses pengambilalihan Sarijaya oleh investor baru rampung.

Atas kejadian ini, dia melanjutkan, Bapepam akan memperketat mekanisme uji tuntas serta uji kepatutan dan kelayakan pelaku pasar modal sehingga kasus seperti Sarijaya tidak terulang lagi. “Standar kualifikasinya akan kami tingkatkan supaya tidak ada lagi oknum kotor di pasar modal,” ujarnya.

Fuad berharap semua kegiatan di pasar modal bisa terlaksana dengan wajar, apalagi dalam kondisi krisis keuangan seperti sekarang. Ia meminta seluruh pelaku pasar memperhatikan dan menjadikan kasus Sarijaya sebagai pelajaran. Investor juga diminta lebih berhati-hati dalam bertransaksi di bursa, baik dalam pemilihan perusahaan sekuritas maupun lainnya.

Markas Besar Kepolisian RI masih terus melacak aliran duit nasabah Sarijaya Sekuritas yang diduga digelapkan Herman, pemilik Sarijaya. Selain Herman, menurut Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Susno Duaji, polisi masih belum menetapkan tersangka lain dalam kasus ini.

Ketika ditanya soal modus, Susno menjelaskan, Herman diduga menggunakan duit nasabah untuk kepentingan pribadi.

Atas penggelapan dana nasabah itu, 9.000 nasabah Sarijaya kemarin meminta perlindungan penuh otoritas bursa. Secara resmi mereka telah mengirimkan surat permohonan pencairan efek dan uang kepada Bapepam-LK dengan tembusan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Kami ingin pencairan bisa dilakukan secepatnya dan proses hukum Komisaris Utama tidak boleh jadi penghambat,” kata juru bicara perwakilan nasabah, Hanjianto, di kantor Sarijaya Sekuritas.

Mereka juga meminta penghentian sementara perdagangan Sarijaya segera dibuka. Pasalnya, situasi ini tidak hanya akan berimbas pada nasabah, tapi juga terhadap investor lainnya. “Jadi jangan sampai terjadi systematic risk,” ujar Hanjianto.

Manajemen Sarijaya belum bersedia berkomentar banyak, termasuk menjelaskan soal total dana yang digelapkan tersebut. Alasannya, hingga saat ini aset-aset nasabah perusahaan sekuritas tersebut masih dalam proses verifikasi dan inventarisasi.

Konsultan hukum Sarijaya, M. Luthfi Hakim, yang didampingi Direktur Utama Sarijaya Jusuf Rusli, hanya berjanji akan segera menyampaikan semua perkembangan kepada nasabah, baik secara langsung maupun melalui media.

Soal dana nasabah ini, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah memastikan akan mengamankan kepentingan nasabah Sarijaya. Hingga saat ini otoritas bursa masih melakukan verifikasi aset-aset tersebut untuk memperjelas siapa saja pemiliknya.

Manajer Sarijaya Sekuritas cabang Tegal, Ari Wibowo, SE, juga menjamin dana nasabah yang dikelola perusahaannya.

Ia meminta nasabah tidak panik dan menunggu sampai proses penanganan kasus ini selesai. “Kami tetap melayani nasabah yang hendak kerja sama,” katanya.

Investor baru

Konsorsium empat investor berminat mengambil alih 100 persen saham Sarijaya Sekuritas dari pemilik lama, Herman Ramli. Pengambilalihan itu termasuk mengambil aset efek Sarijaya, satu pabrik plastik, satu perusahaan multifinance, dan satu perusahaan asuransi yang dijaminkan ke Bapepam.

Konsorsium yang merupakan gabungan investor lokal dan asing, dua dari Hong Kong dan satu dari Australia, telah menyiapkan dana Rp 400 miliar. “Rp 250 miliar untuk recovery dan Rp 150 miliar untuk ekspansi,” kata juru bicara konsorsium investor, Vier Abdul Jamal, di kantor Sarijaya, Jakarta, kemarin.

Jamal, yang mengaku sebagai hedge fund independen, berharap proses negosiasi bisa rampung pekan ini. Menurut dia, konsorsium sudah mempelajari laporan keuangan Sarijaya dari pagi hingga malam hari.

“Selanjutnya kami akan meminta klarifikasi status hukum kasus ini dan konsultasi soal akuisisinya kepada Bursa Efek Indonesia,” katanya.

Ia juga menjamin akuisisi ini tidak terafiliasi dengan pemilik lama. Bahkan konsorsium tidak ingin ada opsi pembelian kembali (buyback) dari pemilik lama.

Akibat adanya dugaan kasus penggelapan dana nasabah oleh pemilik, sejak 6 Januari lalu Bursa Efek Indonesia telah menghentikan sementara aktivitas perdagangan Sarijaya. Perdagangan juga dihentikan karena pelaporan modal kerja bersih disesuaikan perusahaan tidak benar.

Berdasarkan data bursa, pemegang saham Sarijaya adalah PT Karya Asa Mandiri Pratama sebesar 60 persen dan PT Puri Jaya Jagat Abadi 40 persen. WAHYUDIN FAHMI | ANTON SEPTIAN | EDI FAISOL | GUNANTO E S

Profil Sarijaya Permana Securities

Perusahaan yang terdaftar sebagai anggota bursa (Sarijaya Securities) ini didirikan dengan akta pendirian perusahaan tertanggal 31 Maret 1990. Modal dasarnya Rp 150 miliar dan modal disetor Rp 97 miliar.

Total nasabah aktif per 6 Januari 2009 mencapai 8.700 orang. Perusahaan yang memiliki 48 kantor cabang di 20 kota ini tahun lalu mengelola dana Rp 20 triliun.

Bergerak sebagai broker dealer, equity brokerage yang memperdagangkan saham, dan debt securities & derivatives yang memperjualbelikan surat utang dan saham berjangka.

Klien perusahaan milik Herman Ramli ini terdiri atas perseorangan pribadi maupun institusi-institusi, seperti yayasan dana pensiun, yayasan amal, dan perusahaan asuransi.

Susunan Komisaris:
# Komisaris Utama dan CEO Herman Ramli (ditahan polisi 24 Desember 2008)
# Komisaris Triyono Witjaksana
# Komisaris Gus Asmarajaya

Susunan Direksi:
# Presiden Direktur Jusuf Rusli
# Direktur Teguh Jaya S.P.
# Direktur Zulfiyan Alamsyah Z.A.

Sumber: Bursa Efek Jakarta (Bursa Efek Indonesia), situs perusahaan, dan penjelasan manajemen Sarijaya Permana Sekuritas

sumber:
koranTempo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s