laboratorium fakultas MIPA se-Indonesia kadaluarsa

Laboratorium Fakultas MIPA Se-Indonesia “Jadul”
Selasa, 16 Desember 2008 | 12:39 WIB

DEPOK, SELASA – Laboratorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) se-Indonesia dinilai jadul alias ketinggalan jaman, termasuk laboratorium Fakultas MIPA Universitas Indonesia (UI).

Hal ini diakui Sekretaris Fakultas MIPA Universitas Indonesia (UI) Abdul Haris yang juga menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Forum MIPAnet(Jaringan Nasional Kerjasama Pendidikan Tinggi Bidang MIPA) di sela-sela acara Science Day 2008 di FMIPA UI Depok, Selasa (16/12).

“UI sendiri, kalau orang lihat mungkin besar ya, tapi fasilitas atau infrastruktur kita sendiri sudah tua,” ujar Haris. Haris mengatakan satupun laboratorium FMIPA di seluruh universitas di Indonesia belum memperoleh akreditasi internasional. Laboratorium FMIPA UI sendiri tergolong “jadul” karena peralatannya masih berasal dari masa Orde Baru.

The Nanobiotechnology Center, an NSF-funded Science
and Technology Center led by Cornell University, created
a traveling museum exhibition to explain nanotechnology
to the public in an interactive and entertaining way.
About 800,000 visitors toured the exhibition in its first
six months.

Itupun diperoleh melalui hibah dari Jepang. “Sejak reformasi, kami belum pernah memperbaharui peralatan lab,” ujar Haris. Laboratorium di FMIPA UI masih lebih bersifat edukasi, bukan riset.

Ketersediaan alat-alat dengan tingkat kepekaan yang tinggi juga tidak ada sehingga “memaksa” para peneliti pergi ke markas BATAN hanya untuk meminjam DNA Squenzer dan alat pendeteksi Micro Soft Electron.

Menurut Haris, idealnya setiap universitas memiliki laboratorium terpadu yang menjadi pusat atau konsentrasi. Namun Haris mengatakan, untuk mendirikan laboratorium konsentrasi memerlukan dana sekitar USD 50 juta.

“Bayangkan ada alat yang namanya DNA Squenzer saja harganya mencapai Rp 2 milyar,” tandas Haris. Namun Haris optimistis laboratorium MIPA yang sedang dirintis sekarang dapat berdiri. Pasalnya, UI sendiri sudah memiliki laboratorium berstandar internasonal dengan akreditasi level 3 yaitu laboratorium penyelidikan kanker di Fakultas Kedokteran UI Salemba. Pendirian laboratorium tersebut memakan biaya USD 4 juta.

LIN

Sementara komentar beberapa generasi muda sebagai berikut :

retna @ Senin, 22 Desember 2008, 15:42 WIB
pemerintah tidak mau mengalokasikan dananya untuk membeli alat-alat lab yang mahal. Kalupun ada pasti harus buat proposal dan itu pun nunggunya lama karena birokrasi kita suka berbeli-belit…….Di Indonesia yang fakultasnya keren biasanya sich FEkonomi,hukum ,kedokteran (kalo kerja banyak duitnya) …MIPA ntar dulu deh…

hendri f @ Minggu, 21 Desember 2008, 12:01 WIB
gimana ilmu pengetahuan dan sain di indonesia ini mau maj..labnya aja ga da fasilitas

sumber:
kompasCom

sumber pembanding:
nsf

One thought on “laboratorium fakultas MIPA se-Indonesia kadaluarsa

  1. Hermawan

    PEMERINTAH RI BERPOLA PIKIR YANG JADUL. SAMPAI2 MAHASISWA S2, S3 FISIKA UI ANALISA SAMPLE HARUS DI INDUSTRI.

    MALU BANGET GAK SIH………..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s