747 terbang dengan bahan bakar dari tanaman

Jika bangsa ini pengin memiliki keunggulan kompetitif, hargai kegiatan riset warganya…

Airline Flies a 747 on Fuel From a Plant
Oleh Bettina WASSENER : December 30, 2008

Air New Zealand telah menguji sebuah pesawat jet dengan bahan bakar yang dibuat dari tanaman jatropha (jarak pagar) pada Selasa dalam rangka mencari BBN (Bahan Bakar Nabati) alternatif yang terjangkau dan ramah lingkungan .

Selama dua jam, pilot menguji penggunaan minyak dari BBN ini, dengan komposisi 50-50 campuran bahan bakar dengan avtur fosil, di salah satu dari empat mesin Rolls-Royce pada sebuah mesin pesawat Boeing 747-400. Ini merupakan uji terbang pertama yang dilakukan oleh maskapai penerbangan komersial yang menggunakan minyak dari jarak pagar (jatropha).

Rob Fyfe, chief executive dari Air New Zealand’s, mencanangkannya sebagai milestone penting bagi perkembangan dunia komersial. “Hari ini kami berdiri pada tahap awal dari pembangunan berkelanjutan bahan bakar, dan ini merupakan momen penting dalam sejarah penerbangan,” katanya. Proyek ini telah 18 bulan dalam bekerja.

Rob Fyfe, center, Air New Zealand’s chief executive, said
the flight was a milestone in the search for sustainable fuels.

Tidak seperti biofuel tanaman lain seperti jagung dan kedelai, jarak pagar (jatropha) membutuhkan sedikit air atau pupuk dan dapat tumbuh hampir di mana saja – bahkan di lahan berpasir, yang mengandung garam atau tanah yang kurang subur. Setiap biji menghasilkan 30 sampai 40 persen kandungan minyak, memberi hasil yang tinggi untuk setiap are, kata para pakar.

Hasil penerbangan – dan dua lainnya direncanakan oleh perusahaan penerbangan pesaing di Amerika Serikat dan Jepang pada bulan Januari – akan segera terlihat oleh suatu industri yang mencoba beralih menggunakan bahan bakar ber-emisi rendah dan dapat terbarukan.

Lonjakan tajam kenaikan harga minyak mentah – yang mencapai $ 145 per barel pada bulan Juli 2008 yang lalu – memaksa industri untuk mengurangi penggunaannya akibat dari ketidakstabilan harga minyak. Di sisi lain, tekanan untuk mengurangi emisi karbon juga telah mendorong untuk pencarian alternatif ini.

sumber:
newyorkTimes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s