penangkar benih padi merugi

Tematik : akibat banjir

Banjir tidak hanya merusak infra struktur, namun juga merugikan usaha pertanian.

Setelah kita mengetahui semua itu, lalu kenapa kita membiarkan tumbuhnya potensi timbulnya banjir, seperti penebangan hutan dan pembuangan sampah sembarangan, serta pengurugan situ atau danau untuk pusat perbelanjaan ?

Penangkar Benih Padi Merugi
BENCANA BANJIR : Rabu, 31 Desember 2008 | 01:30 WIB

Palembang, Kompas – Banjir yang melanda sejumlah sentra pertanian padi Sumatera Selatan telah merusak ratusan hektar benih dan bibit padi milik petani penangkar. Oleh karena itu, Dinas Pertanian Sumatera Selatan meminta bantuan benih padi kepada pemerintah pusat untuk mencegah terjadinya penurunan produksi padi pada tahun 2009.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Sumsel Dharmansyah, Selasa (30/12) di Palembang, sekitar 370 hektar bibit padi berusia 1-2 minggu mati akibat diterjang banjir selama Desember 2008. Kerugian material diperkirakan lebih dari Rp 100 juta.

Sentra bibit padi yang paling parah mengalami kerusakan meliputi Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Banyuasin, Ogan Komering Ulu, dan Musi Rawas. Keempat kabupaten tersebut merupakan kawasan penangkaran benih padi yang dikelola secara mandiri oleh petani inti rakyat.

”Saat ini, Dinas Pertanian Sumsel sudah meminta bantuan secara resmi kepada pusat untuk mengganti benih yang rusak. Ini termasuk dampak banjir sehingga para penangkar perlu dibantu,” ujar Dharmansyah.

Nantinya pemerintah daerah akan membantu petani penangkar 25 kilogram per satu hektar lahan. Oleh karena itu, Sumsel terpaksa meminta bantuan benih kepada pemerintah pusat karena stok benih yang ada saat ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan selama musim tanam.

Padahal, menurut Dharmansyah, produksi padi Sumsel sangat bergantung pada hasil musim tanam secara besar-besaran yang dilakukan pada November sampai dengan Februari. Jika petani tidak bisa menanam karena kekurangan benih, otomatis akan terjadi penurunan produksi pada tahun 2009.

”Kalau lahan pembibitan yang terkena banjir ini tidak bertambah lagi, kebutuhan benih padi diperkirakan mencapai 10 ton,” kata Dharmansyah.

Bibit karet

Secara terpisah, Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Syamuil Chatib menambahkan, banjir juga merusak kawasan perkebunan karet di Banyuasin dan Muara Enim. Sebagian besar lahan yang rusak adalah kebun yang baru saja ditanami bibit karet berusia 1-2 bulan.

”Sama seperti padi, bibit pohon karet ini juga tidak tahan lama terhadap banjir. Jika terendam air lebih dari lima hari, bibit tersebut akan layu dan membusuk,” kata Syamuil.

Jika tidak segera diatasi, produksi karet diperkirakan akan turun pada tahun 2009. Saat ini terdapat sekitar 100 hektar lahan bibit karet yang rusak akibat terkena banjir.

Kepala Subdinas Bencana dan Bantuan Sosial Dinas Sosial Sumsel MS Sumarwan menambahkan, lahan bibit karet yang paling parah terkena dampak banjir terdapat di Muara Enim.

”Lahan perkebunan karet di Muara Enim yang dilanda banjir besar enam hari silam cukup luas arealnya,” kata Sumarwan.(ONI)

sumber:
[1] penangkar benih merugi
[2] harga beras tinggi
[3] ekspor beras

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s