JPSK, dan anggota DPR minta perhatian

Dalam ajaran agama, disebutkan bahwa “sebaiknya” yang dicari manusia adalah ridho Allah. Kenyataannya, yang dicari oleh manusia-manusia yang kebetulan memperoleh amanah menjadi anggota DPR itu adalah perhatian. Mirip anak-anak yang suka tawuran… mereka mencari perhatian…

Soal JPSK, Hanya Komunikasi yang Terputus dengan DPR
Antisipasi Krisis : Sabtu, 20 Desember 2008 | 01:07 WIB

Jakarta, Kompas – Perbedaan pendapat tentang jaring pengaman sistem keuangan hanya masalah komunikasi yang terputus antara DPR dan pemerintah.

Berbagai masalah yang diungkapkan DPR diharapkan tidak akan menjadi hambatan dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang JPSK pada masa sidang DPR tahun 2009.

”Oleh karena itu, kalaupun ada perubahan substansi, perubahannya tidak akan signifikan,” ujar Menkeu sekaligus Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati seusai menutup simulasi penanganan krisis keuangan, Jumat (19/12) di Jakarta.

Beberapa hal yang dipermasalahkan anggota DPR atas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) JPSK, antara lain, adalah posisi Menkeu yang sangat dominan dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Selain itu, pembentukan KSSK dicurigai akan mengulang kegagalan Dewan Moneter yang sangat menekan posisi BI seperti di era Orde Baru.

”Pada dasarnya, fungsi check and balance sudah sangat jelas ada dalam Perpu JPSK. Di mana-mana, posisi pimpinan unit penanganan krisis keuangan pasti ditangani Menkeu. Pengambilan keputusan pun melibatkan DPR,” ujar Sri Mulyani.

Simulasi dan latihan penanganan krisis keuangan dilakukan secara gabungan dan serentak dengan mengikutsertakan Gubernur Bank Indonesia Boediono dan pimpinan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Ini dilakukan untuk memantapkan prosedur pengambilan keputusan yang bisa diambil pada saat krisis keuangan melanda satu atau lebih perbankan nasional dan bersifat sistemik.

”Indonesia yang melakukan simulasi pertama di Asia setelah krisis keuangan melanda dunia (mulai 2007). Hasilnya memang tidak 100 persen siap secara sempurna, tetapi dari simulasi ini Depkeu, BI, dan LPS sama-sama mengetahui kelemahan yang harus diperbaiki,” ujar Sri Mulyani.

BI minta uang

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu mengatakan, dalam simulasi ini, Gubernur BI diskenariokan meminta bantuan pendanaan kepada pemerintah untuk menolong bank yang dilanda krisis berupa penarikan dana besar-besaran dan berpotensi menular ke bank lain atau sistemik.

Atas permintaan BI ini, KSSK yang diketuai Menkeu dengan anggota Gubernur BI bertemu untuk membahas krisis sekaligus membuktikan potensi krisis sistemiknya.

Jika krisis likuiditas pada bank itu tidak berpotensi sistemik, KSSK akan mengembalikan upaya penyehatan bank itu kepada BI. Namun, jika krisis itu berpotensi sistemik, BI akan mengeluarkan Fasilitas Pendanaan Darurat (FPD) kepada bank tersebut. FPD ini dijamin oleh pemerintah sehingga berpotensi membebani APBN.

”Setelah mendapatkan FPD, bank tersebut akan diambil alih BI, baik secara langsung atau menggunakan tangan LPS. Aset bank itu akan dijual dan hasilnya akan digunakan untuk menutup kembali FPD. Jika hasil penjualan aset dan FPD ada selisih, maka selisih itu yang akan ditutup oleh APBN,” ujar Anggito.

Gubernur BI Boediono mengharapkan aliran investasi asing yang membawa likuiditas segar akan kembali ke Indonesia mulai Triwulan II-2009 atau setelah hasil pemilu diketahui.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia dipastikan akan melambat akibat tekanan krisis global itu. Namun, berdasarkan pengalaman Pemilu 2004, investasi akan segera masuk setelah pimpinan nasional diketahui.

”Hingga akhir Desember ini, akan ada aliran dana 2,1-2,2 miliar dollar AS, antara lain dari Bank Dunia dan Pemerintah Perancis,” ujarnya. (OIN)

sumber:
kompasCetak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s