tanggung jawab pemilik dan pengelola bank

Pemegang Saham Bank Century tidak Berniat Setor Modal
MediaIndonesia: Kamis, 27 2008 21:48 WIB

JAKARTA–MI: Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan Firdaus A Djaelani menilai hingga kini tidak ada niat pemegang saham Bank Century untuk menyetor modalnya guna ikut serta dalam penanganan bank itu.

“Katanya ada keinginan, namun hingga kini tidak ada realisasi dari mereka. Tak ada niat untuk realisasi,” katanya di Jakarta, Kamis (27/11).

Padahal menurut dia, pihaknya telah mengirimi surat sejak Bank Century diambil alih oleh pemerintah. “Meski mereka nggak niat, kita tetap jalan, yang penting Century tetap dalam proses penyehatan,” katanya.

Firdaus mengatakan sesuai dengan ketentuan apabila pemegang saham lama tidak ikut serta menyetor modalnya maka mereka tidak berhak memperoleh bagi hasil dari penjualan Bank Century. Ia menambahkan, terkait dengan masalah adakah tindak pidana, saat ini tengah diselidiki oleh pihak berwenang. “Misalnya kalau ternyata pemilik menggerogoti Bank Century, nah itu bisa saja masuk pidana,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Century Maryono mengatakan pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan terkait penyebab terjadinya masalah likuiditas yang kemudian menyebabkan bank tersebut diambil alih pemerintah. “Kesulitan likuiditas kenapa, kita belum bisa mengatakan, kita perlu melakukan due dilligence (uji tuntas). Ini kan perlu proses, dua-tiga bulan, tapi kita lakukan segera,” katanya.

Bank Century menjadi bank gagal setelah tidak bisa mengatasi kekurangan likuditas sehingga pemerintah melalui LPS mengambil alih bank tersebut pada Jumat 24 November 2008. Sebelumnya, deputi Gubernur BI Muliaman D.

Hadad, dan Komisaris LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) Rudjito, menguraikan masalah likuditas yang membelit Century karena lebih dari US$127 juta berupa surat-surat utang kepada pemerintah dan pihak lain tidak dapat diselesaikan, termasuk tidak dapat menjaga asetnya hingga Rasio Kecukupan Modalnya/CAR menjadi minus 2,3 persen sehingga tidak diperkenanakan mengikuti kliring. (Ant/OL-06)

sumber: mediaIndonesia

Pemerintah Enggan Tanggung Risiko akibat Kesalahan Bankir
Penulis : Mahfud : Jumat, 28 2008 15:09 WIB

JAKARTA–MI: Pemerintah enggan menanggung risiko penuh atas kesalahan yang dilakukan pimpinan dan pemilik bank. Mereka juga harus menanggung risiko.

“Jangan semua risiko dibebankan ke pemerintah. Dulu BLBI belum selesai, sekarang bond (obligasi rekap) masih Rp 600 triliun,” kata Wapres seusai salat Jumat (28/11)di kantor Wapres.

“Jangan apapun yang dibikin bank yang tanggung jawab pemerintah, itu tidak fair,” tambahnya.
Masyarakat, tutur Kalla, juga akan keberatan. Pasalnya obligasi rekap jika kembali dilakukan, rakyat yang terkena getahnya.

“Karena itu atas bank yang tak bertanggung jawab, siapa yang salah harus ditangkap, supaya mereka tanggung jawab,” paparnya.

Pemerintah, lanjut Kalla, sudah menanggung beban yang lebih berat dengan kebijakan jaminan dana nasabah di perbankkan sampai Rp2 miliar atau naik dari sebelumnya Rp100 juta.

“Maka siapapun bank yang macam-macam seperti century, tangkap saja. Harus ada sharing tanggung jawab,” tegas Kalla. (Fud/OL-01))

sumber: mediaIndonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s