sawit dan biofuel

Booming export CPO usai sudah. Namun tidak seperti dagangan di kios pasar besar, bisa begitu yang begitu mudah diganti. Kebun sawit perlu waktu untuk menanam dan perlu waktu untuk menyesuaikan stok tandan buah segar yang melimpah.

Sebaiknya terus dipikirkan, dan diupayakan, seberapa jauh stok tandan buah segar yang harganya sedang jatuh dan banyak membusuk, untuk memasok energi nasional : Biofuel. Jika nanti pabrik biofuel sudah tumbuh, bagaimana kita menyiapkan peraturan. Perlu dipikirkan juga untuk menjaga jangan sampai pabrik-pabrik itu nantinya akan kalah bersaing dengan nafsu eskpor, jika pasar CPO di luar naik lagi.

English version :
Booming export of CPO has been finished. However, no such trading kiosks in major markets, that so easily replaced. Palm gardens need time to plant and need time to adjust the stock of fresh fruit bunches are abundant.

Should continue to be, and should, how much stock of fresh fruit bunches prices are falling and more decay, to national energy supplies: biofuel. If the biofuel factories will have to grow, how we prepare the regulations. Need also thought to protect factories that will compete with big appetite export, if the CPO market outside the rise again.

Perusahaan Sawit Terancam Bangkrut
Kamis, 20 November 2008 | 01:40 WIB

Palembang, Kompas – Sejumlah perusahaan pengolahan kelapa sawit di Sumatera Selatan terancam bangkrut karena pembeli di luar negeri mengurangi bahkan membatalkan pembelian. Saat ini sebagian perusahaan menghentikan kegiatan produksi sehingga ratusan ribu ton tandan buah segar dan minyak sawit mentah atau CPO menumpuk di pabrik.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Sumsel Sumarjono Saragih mengungkapkan itu di Palembang, Rabu (19/11). ”Mayoritas perusahaan sawit di Sumsel dalam kondisi terpuruk akibat penurunan harga dan berkurangnya permintaan CPO tiga bulan ini,” ujarnya.

Menurut Sumarjono, indikator kelesuan bisnis CPO adalah terjadinya penurunan dan pembatalan kontrak pembelian CPO oleh importir. Pekan lalu, misalnya, 10 importir asal India membatalkan pesanan CPO Sumsel.

”Stok TBS dan CPO menumpuk di pabrik. Jumlahnya ratusan ribu ton. Padahal, panen TBS berlangsung terus,” katanya.

Selain sudah melakukan pengurangan tenaga harian lepas, lanjut Sumarjono, cara lain yang dilakukan sejumlah perusahaan perkebunan untuk bertahan adalah dengan menunda kegiatan ekspansi, seperti perluasan lahan dan peremajaan pohon.

Harga tandan buah segar (TBS) bulan Agustus 2008 Rp 2.000 per kilogram. Pada awal November lalu, harga TBS anjlok menjadi Rp 500 per kg. Sementara itu, CPO untuk pasar impor pada Agustus Rp 10.000 kg dan pada November ini menjadi Rp 4.000 per kg.

Hingga pertengahan November, harga jual acuan sawit (TBS dan CPO) masih menunjukkan tren menurun. Menurut Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Syamuil Chatib, harga TBS turun dari Rp l.004 menjadi Rp 989 per kg. Harga CPO juga turun dari Rp 5.035 per kg pada awal Oktober menjadi Rp 5.020. (oni)

sumber : kompasCetak

RI-Brasil Sepakati Kerjasama Energi Alternatif
Kamis, 20 November 2008 – 09:11 wib

BRASILIA – Indonesia dan Brasil sepakat meningkatkan kerja sama di bidang pertanian, terutama yang berkaitan dengan pengembangan energi alternatif. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi krisis pangan dan energi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato santap siang dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva di Gedung Kementrian Luar Negeri menyebut Brasil sebagai contoh negara yang dapat mengembangkan energi alternatif biofuel tanpa mengorbankan lahan pangan.

“Saya sangat gembira karena dapat menyaksikan sendiri kemajuan-kemajuan pembangunan di Brasil yang dicapai di bawah kepemimpinan Yang Mulia (Presiden Lula). Dalam hal ini saya melihat pentingnya meningkatkan kerja sama di bidang energi biofuel,” ujar Presiden SBY, Selasa (18/11) waktu setempat.

Presiden SBY menekankan pentingnya kerja sama di bidang perdagangan yang selama beberapa tahun terakhir naik signifikan. Perdagangan kedua negara pada Januari-September 2008 mencapai USD1,7 miliar.

“Ini perlu kita tingkatkan lagi. Demikian pula people to people contact yang akan menjadi aspek penting dan utama dalam upaya meningkatkan kerja sama kedua negara,” harapnya. Presiden SBY beserta rombongan tiba di Brasilia, Brasil, Selasa (18/11) pukul 03.20 waktu setempat, untuk melakukan kunjungan kerja selama tiga hari. Kunjungan ini yang pertama sekaligus balasan atas kedatangan Presiden Lula da Silva ke Indonesia,12 Juli 2008 lalu.

Kedatangan Presiden SBY disambut dengan upacara resmi oleh Presiden Lula da Silva di Palacio Planalto. Kedua kepala negara menyaksikan penandatanganan kesepakatan kerja sama di bidang pertanian, energi, dan pengentasan kemiskinan. “Dengan semuanya ini, Indonesia dan Brasil bukan menjadi mitra alami semata, namun mitra yang dapat memberikan kontribusi penting dalam mencari solusi isu-isu global,” kata SBY.

Presiden Lula da Silva mengatakan, Brasil menargetkan perdagangan antarkedua negara tahun ini mencapai USD2,2 miliar. “Berbagai agenda perdagangan dan potensi bisnis kita yang besar membuat saya yakin pencapaian target ini, bahkan bisa saja mencapai USD3 miliar pada tahun berikutnya,” ujarnya. Lula menjelaskan, keberadaan perusahaan tambang di Indonesia termasuk investasi Brasil yang terbesar di Asia.

“Kami percaya dengan pertumbuhan yang ada, MoU, dan lainnya yang ditandatangani di Jakarta, adalah awal yang akan menghasilkan,” kata Lula. MoU yang telah disepakati merupakan langkah penting mengatasi krisis pangan serta memerangi kemiskinan dan masalah sosial. “Saya percaya, kerja sama dalam organisasi penelitian pertanian di Brasil, demikian juga di Afrika, akan membantu menambah suplai pangan.

Dengan begitu, maka bisa memerangi harga dan biaya hidup yang tinggi,” tambahnya. Dalam tiga tahun terakhir, perdagangan Indonesia-Brasil meningkat 155 persen atau mencapai USD1,5 miliar pada tahun lalu. Neraca perdagangan Indonesia-Brasil selama periode 2003-2005 menunjukkan angka defisit bagi Indonesia. Namun pada 2006 dan 2007 Indonesia mengalami surplus, masing-masing sebesar USD111 juta dan USD99,6 juta. Ekspor Indonesia ke Brasil pada tahun lalu mencapai USD786,4 juta, naik 25,6 persen dibanding 2006, USD626,14 juta.

Adapun nilai ekspor Indonesia ke Brasil selama periode Januari-Juni 2008 naik 45,65 persen menjadi USD484,5 juta, dan secara mencakup 0,81 persen total ekspor nasional. (sindo//ton)

sumber : okezone

2 thoughts on “sawit dan biofuel

  1. masduki

    Selamat dan sukses untuk Bapak dan Ibu.
    Saya Masduki di JJambi. Saat ini saya ada bayer dari thailand dan jepang mencari cangkang dan limbah sawit. Apabila Bapak/Ibu memiliki dan punya informasi, tolong call ke saya 081373212009

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s