perguruan tinggi miskin paten

Apa yah, kerjaan perguruan tinggi di Indonesia ? Kalau merujuk kepada Tri Dharma Perguruan Tinggi, selain Pengajaran, yang merupakan bagian dari pendidikan, mestinya perguruan tinggi juga melakukan penelitian.

Sampai dimana penelitian perguruan tinggi di Indonesia telah dilakukan ? Padahal dana untuk itu, sudah cukup banyak.

Hanya 419 Paten Perguruan Tinggi Selama 23 Tahun
Kekayaan Intelektual : Selasa, 18 November 2008 | 01:24 WIB

SURABAYA, KOMPAS – Selama 22 tahun sejak tahun 1985 hingga 2007, penetapan Hak atas Kekayaan Intelektual atau HaKI di seluruh perguruan tinggi Indonesia hanya 419. Padahal, Indonesia memiliki sekitar 2.800 perguruan tinggi yang potensial menghasilkan hasil karya penelitian.

Ketua Tim HaKI Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) Dikti Prof Suprapto, Senin (17/11), di Surabaya, Jawa Timur, mengatakan, kesadaran akademisi Indonesia terhadap pentingnya HaKI sangat rendah. Hal itu terlihat dari kecilnya jumlah pengajuan paten terhadap karya-karya penelitian mahasiswa maupun para dosen.

”Sebagian besar hasil penelitian, pengabdian masyarakat, atau kreativitas mahasiswa hanya diwujudkan menjadi buku ajar ataupun laporan saja. Jika ada beberapa karya yang kemudian dipatenkan, itu pun hanya kebetulan saja karena mengikuti workshop,” ujarnya di sela Pelatihan Pemanfaatan Hasil Penelitian Berpotensi Paten yang diselenggarakan Universitas Widya Mandala Surabaya.

Menurut Suprapto, pendaftaran paten di Jepang mencapai 370.000 per tahun, sedangkan di India mencapai 17.000 per tahun. Hal itu berbanding terbalik dengan frekuensi pengajuan paten di Indonesia yang dalam 23 tahun terakhir hanya 419 buah.

Kendala terbesar dari minimnya penetapan paten karya penelitian perguruan tinggi adalah sebagian besar hasil karya yang diajukan hanya berupa pengulangan dari inovasi sebelumnya.

Padahal, pematenan sebuah karya memiliki tiga syarat, yaitu inovasi baru, dapat dibuktikan dengan benar, dan dapat diaplikasikan.

Wakil Rektor Universitas Katolik Widya Mandala Kuncoro Foe mengungkapkan, banyak dosen yang belum memahami bagaimana cara memproses HaKI. Selain itu, muncul pula kekhawatiran bagaimana jika saat hasil karya atau penelitian diajukan, invonasi mereka justru dijiplak pihak lain.

Hingga saat ini, dari sekitar 2.800 perguruan tinggi di Indonesia, baru lima perguruan tinggi yang aktif mendaftarkan pematenan terhadap karya-karyanya. Kelimanya adalah Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan Universitas Brawijaya Malang. (ABK)

sumber: kompasCetak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s