memahami e-voting

link:

Di jaman dulu orang memilih pemimpin, mungkin cukup dengan mengacungkan telunjuknya. Di jaman sekarang, USA menyediakan beberapa billion USD sebagai anggaran bagi pengadaaan mesin pemberian suara. Kehadiran teknologi LCD yang dilengkapi dengan touch screen mewarnai perkembangan mesin ini.


Penghitungan Surat Suara Bisa Butuh 8 Jam Lebih
Kamis, 13 November 2008 | 00:28 WIB

Yogyakarta, Kompas – Sejumlah anggota Komisi Pemilihan Umum di beberapa daerah di Indonesia merasa keberatan dan mengeluh atas peraturan KPU yang mengatur satu tempat pemungutan suara untuk 500 orang.

Sunaji Zamroni, Selasa lalu di Yogyakarta, mengatakan, pemilih bakal menyulitkan penghitungan surat suara. Diperkirakan penghitungan suara akan membutuhkan waktu sedikitnya delapan jam. Ini membawa konsekuensi terjadi kesalahan teknis petugas.

Ia juga mengatakan, dengan jumlah 500 pemilih dalam satu tempat pemungutan suara (TPS), waktu penghitungan suara hingga pengisian berita acara pemungutan suara dimungkinkan baru bisa selesai tengah malam.

”Kalau satu suara itu membutuhkan waktu rata-rata satu menit, maka dengan jumlah 500 orang pemilih dalam satu TPS, total akan membutuhkan waktu delapan jam lebih. Artinya, jika penghitungan suara dimulai pukul 13.00, selesai penghitungan suara sekitar pukul 21.00,” kata Sunaji.


Lambatnya perhitungan suara bisa agaknya menjadi perhatian. Keterlambatan perhitungan itu dapat terjadi di TPS, maupun di KPU Pusat itu sendiri. Di USA, kelambatan itu dicoba untuk diatasi dengan E-Voting. Walau untuk itu, pemilu 2000 dan 2004 terjadi dampak kecurigaan terhadap akurasi hasil pemilu, namun orang di sana terus mengembangkannya. Hasilnya lebih baik di pemilu 2008.

Memahami E-Voting

Teknologi e-voting saat ini, seperti yang digunakan untuk memilih presiden Bush dan presiden Obama, dianggap menghasilkan perhitungan yang cepat dan lebih akurat. Namun dalam pandangan mereka yang mengkritisi, penggunaan mesin e-voting untuk pemilu belum aman, dan masih potensial muncul kelemahan, terutama dalam hal merekam hasil pemilu.

E-voting, or electronic voting, merupakan mesin pemberi suara (pilihan) dengan mesin voting yang terkomputerisasi yang menggunakan data electronic (electronic ballots) dan menghindari penggunaan kertas. Mesin ini juga dikenal sebagai direct-recording electronic machines, (DREs). Ada tiga jenis mesin E-voting (yang digunakan di USA ?), yaitu : touch-screen machines yang mampu membuat para pemberi suara melalui sentuhan pada layar LCD, punch-key machines yang menggunakan keypad untuk memberikan pilihan pada suatu electronic ballot, dan wheel machines yang meminta pemberi suara (voters) memutar piringan dan menekan tombol.

Mesin E-Voting yang bermasalah di Florida tahun 2000

Karikatur tentang mesin DieBold

Penentang E-Voting

Mesin E-Voting yang digunakan di New York (July 23, 2008)

Model E-Voting Touch Screen

Auditing system

referensi :
[1] Kim Zetter, An Introduction to E-Voting
[2] Faith based voting machines
[3] NY State’s Latest Electronic Voting Machine Debacle
[4] electronic voting danger and opportunity
[5] cetakKompas

3 thoughts on “memahami e-voting

  1. rian

    setuju sekali,,

    saya juga memikirkan hal ini,, setelah mengetahui bahwa US memakai e-voting dalam pemilihan pres beberapa waktu yang lalu. baru saja pemilu selesai,, obama sudah berpidato kemenangan,, dasyat sekali penghitungannya,,

    namun demikian,, ini cara yang sederhana,, karena kita memang sudah ada di dunia yang maju,,

    saya juga persis berpikir,, kalau 1 pemilu saja memerlukan dana puluhan triliun rupiah,, seperti yang sudah kita ketahui, bagaimana dengan 2 kali pemilu, 3 kali pemilu, dan seterusnya.

    tentu lain halnya jika pemilu dilakukan dengan bantuan teknologi yang lebih maju, IT.

    memang mungkin akan memerlukan dana yang cukup besar pertama kalinya,, dalam hal penyediaan fasilitas, sosialisasi, dll. tapi kedepannya kita tidak usah melakukan pembelian peralatan lagi,, hanya melakukan pemeliharaan (orang indonesia paling susah memelihara, tapi inilah yang harus diubah). so, tentunya negara indonesia kita tercinta ini, akan menghemat tabungan yang lumayan.

    apa yang bisa dilakukan dana yang tak terpakai?

    BANYAK!!

    memajukan pendidikan indonesia

    Reply
  2. eko

    e-voting memang cara yang paling tepat untuk mengurangi dampak (keuangan, tenaga, kepastian data, dbd). Saya sebagai mantan penyelenggara Pemilu selalu berpikir bagaimana cara yang tepat dan akurat untuk pemilu yang dapat dilaksanakan di indonesia. terlebih lagi kalau teknologinya menggunakan sms saja, khan hampir semua penduduk indonesia sudah mempunyai handphone, tinggal dibuat regulasinya saja oleh pemerintah. saya punya ide untuk itu…. next time saya sampaikan

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s