sejumlah besar kekalahan…

Tematik pengetahuan : Ekonomi Makro : Krisis Finansial

Ketika ada segelintir orang dielu-elukan karena beruntung dalam menghadapi krisis finansial, maka hal itu akan diikuti sejumlah besar, yang ukurannya gila-gilaan, orang yang menjadi miskin.

[1] 100 Juta Orang jadi Miskin akibat Krisis Global
18 Oktober 2008 10:00 WIB

NEW YORK–MI: Ketidakpastian ekonomi yang menggenggam dunia saat ini diperkirakan akan mendorong 100 juta orang masuk ke dalam lembah kemiskinan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam pernyataan di hari internasional untuk pemberantasan kemiskinan memperkirakan 1,4 miliar orang saat ini hidup dalam kemelaratan ekstrim.

Kenaikan harga-harga pangan dan energi dapat memperburuk kondisi kehidupan untuk jutaan lebih penduduk dunia. “Usaha kami untuk memberantas kemiskinan harus mendapat perhatian untuk menghormati hak asasi manusia dan martabat semuanya,” kata Sekjen PBB Ban Ki-moon.

Orang-orang miskin harus memiliki akses terhadap sumber-sumber yang mereka perlukan – termasuk tanah/lahan, modal, pengetahuan dan keahlian – untuk membantu mereka lepas dari kemiskinan, kata dia.

PBB telah menyusun sebuah jadual waktu untuk memberantas kemiskinan dan kelaparan hingga 2015. Namun banyak negara gagal melaksanakan program untuk memperbaiki kondisi kehidupan beberapa kemiskinan mereka. Kemiskinan ekstrim didefinisikan sebagai orang yang hidup dengan daya beli kurang dari US$1,25 per hari. (Ant/OL-02)

mediaIndonesia1

[2] Pertumbuhan Ekonomi Malaysia 2009 Terpangkas Jadi 3,4 Persen
Kamis, 16 Oktober 2008 21:13 WIB

KUALA LUMPUR–MI: Institut Penelitian Ekonomi Malaysia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Malaysia bakal terpangkas hingga 3,4 persen dan memperingatkan ancaman resesi jika perekonomian AS semakin memburuk.

Lembaga riset ini juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Malaysia hanya sebesar 5,3 persen pada tahun ini, sedikit tertolong dengan performa ekonomi pada enam bulan pertama 2008.

Untuk tahun depan (2009), pertumbuhan ekonomi Malaysia ini diperkirakan akan tergelincir sampai 3,4 persen. Angka ini jauh dari estimasi semula yaitu berkisar 5,4 persen. Ancaman ini

Direktur eksekutif Mohamad Ariff memperingatkan bahwa pertumbuhan pada 2009 kemungkinan akan menurun lebih jauh jika AS sebagai salah satu rekan dagang utama Malaysia tergelincir pada resesi.

“Ada 40 persen kemungkinan bahwa Malaysia akan memasuki resesi secara teknis pada 2009. Maksudnya adalah dua kuartal pertumbuhan negatif dan 30 persen kemungkinan untuk menjadi resesi sesungguhnya dan menyisakan dua kuartal tergantung apa yang terjadi di AS,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Malaysia Najib Razak menegaskan pertumbuhan ekonomi negaranya pada tahun ini masih bisa mencapai target 5 persen, tapi untuk tahun depan pemerintah akan merevisi target pertumbuhan ekonomi. Pemerintah Malaysia juga telah menyiapkan langkah-langkah darurat untuk mengatasi hantaman resesi ekonomi global. (AP/OL-02)

mediaIndonesia2

[3] Krisis Telan Korban Baru
Citigroup Catatkan Kerugian Beruntun Selama Tiga Kuartal

Sabtu, 18 Oktober 2008 | 00:47 WIB

PARIS, Jumat – Caisse d’Epargne, salah satu bank Perancis, rugi 800 juta dollar AS (Rp 7,71 triliun). Hal itu justru terjadi akibat terlibat dalam transaksi derivatif, pekan lalu, saat dunia sedang menghindari aksi-aksi spekulatif. Bank tersebut menjadi tempat menyimpan dari 50 persen penabung di Perancis.

Menteri Keuangan Christine Lagarde, Jumat (17/10), memerintahkan komisi perbankan Perancis mengaudit transaksi derivatif bank itu. Akan diteliti apakah para eksekutif bank tersebut melakukan transaksi berisiko melampaui batas yang wajar.

Berita kerugian itu muncul saat Caisse d’Epargne sudah sepakat bergabung dengan Banque Populaire untuk menjadi bank ritel kedua terbesar di Perancis.

”Karena gejolak pasar yang luar biasa besar pada 6 Oktober, Caisse d’Epargne mengalami musibah dalam transaksi derivatif,” demikian pernyataan bank itu.

Menurut sumber dari dalam bank tersebut, eksekutif tidak mengindahkan risiko perbuatannya meski sudah ada peringatan keras adanya potensi bahaya untuk melakukan transaksi derivatif dalam keadaan tak menentu. Tindakan telah dikenakan kepada para eksekutif bank yang terlibat dalam kerugian itu.

Caisse d’Epargne memiliki 27 juta nasabah dan modalnya senilai 20 miliar euro. Tahun lalu Caisse d’Epargne memiliki simpanan 358 miliar euro. Sepanjang semester pertama 2008, keuntungan perusahaan jatuh 98,5 persen menjadi hanya 21 juta euro dari 1,449 miliar euro pada periode yang sama tahun lalu. Kerugian Caisse d’Epargne terjadi saat nasabah di Eropa panik.

Kasus ini mengingatkan semua kalangan pada kerugian Societe Generale sebesar 4,9 miliar euro akibat ulah karyawannya yang bernama Jerome Kerviel.

Kehilangan miliaran dollar AS

Dari New York, kantor berita Reuters menyebutkan, Citigroup Inc mencatatkan kerugian berturut-turut selama tiga kuartal terakhir. Bank asal AS ini mengalami kerugian karena kelesuan yang makin dalam di sektor perumahan AS.

Citigroup mengalami kerugian terutama dari kucuran kredit, bisnis kartu kredit, sektor perumahan, dan penjualan bisnis sekuritas lainnya. Negara berkembang yang menjadi sumber utama keuntungan Citigroup kini makin tidak memberikan keuntungan dan di beberapa negara bank itu malah rugi besar.

Pejabat utama keuangan (Chief Financial Officer) Citigroup, Gary Crittenden, mengatakan kerugian ini memasuki sebuah tahap baru. Tahun lalu Citibank merugi 20,3 miliar dollar AS dan telah menghapusbukukan piutang ragu-ragu sebesar 71 miliar dollar AS selama lima kuartal berurut-turut. Pada kuartal ketiga 2008 Citigroup merugi 2,82 miliar dollar AS.

Bergejolak

Hingga kemarin perdagangan saham di dunia masih bergolak dan arahnya tidak jelas. Bursa Asia ada yang mengalami kenaikan dan juga penurunan. Pada pembukaan perdagangan, bursa saham New York (Dow Jones) kembali anjlok langsung 222,9 poin menjadi 8.756,32, tetapi naik kembali hingga berita ini diturunkan.

Harga minyak mentah light sweet untuk penyerahan November naik 1,66 dollar AS menjadi 71,51 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange.

Gejolak ini menunjukkan aksi spekulasi dengan latar belakang yang tidak jelas masih menghinggapi pasar. Sehari sebelumnya harga saham anjlok karena persepsi akan terjadinya resesi ekonomi global. Persepsi tentang resesi biasanya menurunkan harga minyak, yang kemarin malah kembali naik.

Dana 600 triliun dollar AS

Dari Brussels, regulator Uni Eropa, Jumat, menyerukan rencana untuk menertibkan dana- dana investasi senilai 600 triliun dollar AS, yang sekarang ini dimainkan dalam transaksi derivatif.

Dana investasi ini hampir setara dengan 10 kali produk domestik bruto (PDB) dunia dalam setahun. Dana sebesar itu dianggap sebagai kunci utama penyebab krisis keuangan global.

Dana-dana itu dipertaruhkan untuk meraup keuntungan, dengan pola short selling, di mana investor bertaruh harga-harga akan jatuh. Dalam kategori short selling, kejatuhan harga juga bisa menjadi sarana meraih keuntungan. Inilah dana-dana investasi yang oleh investor kaya asal AS, Warren Buffett, disebut sebagai senjata pemusnah massal di pasar uang.

Komite Jasa Keuangan Uni Eropa Charlie McCreevy menyerukan penertiban dana-dana yang dipertaruhkan itu, yang menyebabkan gejolak besar di pasar. Kekhawatiran soal dana 600 triliun dollar AS itu adalah pola permainannya yang tidak jelas, di mana para pemain tidak bisa dilacak.

Aksi-aksi mereka juga tersamar karena tidak dicatatkan dalam pembukuan resmi di perusahaan keuangan, yang terlibat dalam permainan itu.

Dari jumlah itu, sekitar 60 triliun dollar AS dinamai sebagai credit default swaps (CDS). Ini adalah produk obligasi yang memberi pemegangnya keuntungan jika perusahaan penerbit obligasi gagal bayar.

Bahaya dari CDS ini, para pemain juga tidak jelas dan sulit dilacak. Hal itu disebabkan CDS tidak dianggap ilegal karena tidak ada peraturan yang melarang penerbitan CDS yang liar. Ketua Badan Pengawas Pasar Modal AS Christopher Cox dua pekan lalu juga menyatakan sangat kaget karena American International Group (AIG) ditemukan turut memainkan instrumen CDS.

Seruan Bush

Sehubungan dengan itu, Presiden AS George W Bush, Jumat di Washington, meminta penerusnya, John McCain atau Barack Obama, untuk mengevaluasi kembali industri keuangan. ”Siapa pun yang menjabat di Gedung Putih, harus menjamin bahwa situasi ini tidak terulang lagi,” kata Bush soal krisis hebat sekarang ini. Sebelumnya, Bush tidak menginginkan regulasi sektor keuangan.

Bush menyambut usulan Menteri Keuangan AS Henry Paulson soal evaluasi sektor keuangan. ”Menerjemahkan ide itu dengan membentuk peraturan haruslah menjadi prioritas presiden AS berikutnya, demikian juga Kongres AS berikutnya,” kata Bush. (REUTERS/AP/AFP/MON)

kompasCOM1

[4] Krisis Finansial
7.000 Pekerja China Protes Tunggakan Gaji

Sabtu, 18 Oktober 2008 | 00:47 WIB

Beijing, jumat – Ribuan pekerja pabrik mainan di wilayah China selatan, Jumat (17/10), protes dan menuntut gaji yang belum dibayarkan setelah pabrik-pabrik mainan China tutup akibat imbas krisis ekonomi global. Sedikitnya 7.000 pekerja pabrik mainan kini menganggur setelah banyak pabrik di daerah Provinsi Guangdong yang selama ini memasok ke dua perusahaan mainan raksasa di AS, yakni Mattel dan Disney, tutup.

Ribuan pekerja selama satu pekan terakhir kerap berkumpul di depan pintu gerbang pabrik demi mencari kepastian nasib gaji dan kelanjutan pekerjaan mereka. Para pekerja sudah mulai kehilangan kesabaran. Setelah berkumpul di gerbang pabrik, mereka protes di kantor pemerintah Zhangmutou yang dijaga ketat polisi.

”Kami perlu uang untuk bayar rumah dan membeli makanan,” kata Huang Luohui (33), pekerja. Salah satu pabrik mainan yang paling besar di China, Smart Union Group, menyatakan telah menunjuk tim khusus yang diminta menangani gaji pekerja yang belum dibayarkan. Namun, belum jelas kepastian jadwal pembagian gaji pekerja itu.

Harian South China Morning Post di Hongkong menyebutkan, Smart Union belum membayarkan gaji pekerja selama enam pekan. Harian China Daily menyatakan Smart Union belum membayarkan dua bulan gaji sekitar 6.500 pekerja. Pemerintah lokal lantas berjanji membayarkan gaji pekerja untuk bulan Agustus saja. Gaji satu bulan itu mungkin akan dibayarkan Sabtu.

Terlalu tergantung

Pekerja di bagian SDM Smart Union, Xu Xiaofang, mengaku, alasan utama pabrik ditutup adalah karena terlalu tergantung pada pasar AS. Faktor lain adalah kenaikan harga bahan baku, upah pekerja, dan nilai tukar mata uang China, yuan, yang menguat sehingga membuat harga produknya semakin mahal.

Sejumlah media China satu pekan terakhir menyebutkan, lebih dari separuh eksportir mainan di China bangkrut tahun 2008 akibat naiknya biaya produksi. Sebesar 52,7 persen dari 3.631 perusahaan pengekspor mainan bangkrut. China adalah pembuat dan pengekspor mainan terbesar di dunia. (REUTERS/AFP/AP/LUK)

kompasCetak3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s