rame-rame panen padi organik

Padi organik merupakan salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan petani padi kepada pupuk kimia dan lebih hemat air. Produktivitasnya menarik. Tanah menjadi lebih sehat. Yang makan nasi dari berasnya juga akan lebih sehat. Harga jual berasnya juga kompetitif, tidak asal murah meriah…

Bupati Kudus Awali Panen Padi Organik
15 Juli 2008

Bupati Musthofa usai melakukan penen perdana menyampaikan apresiasi positif kepada para petani yang telah berhasil mengembangkan sektor pertanian dengan menanam padi.

Kepala Desa Unda’an Kiduf, Hadi Sucahyono menyatakan, dengan keberhasilan menanan, padi organik, ke depan pihaknya akan berupaya menjadikan Unda’an Kidul sebagai pusat pengembangan pertanian di Unda’an.

Harga beras organik menarik:

Dengan menanam padi organik hasilnya bisa dirasakan petani lebih menggembirakan. Selain anti berbagai macam penyakit, beras dari padi organik juga bernilai jual tinggi yaKni 8 ribu rupiah per kilogram.

Hambatan:

Hanya saja di akui hingga sejauh ini, untuk pengembangan ke arah itu masih menemui beberapa hambatan di antaranya masih minimnya keinginan petani untuk menanam padi oraganik. Karenanya itu di butuhkan peran penyuluh pertanian untuk memberikan penyadaran kepada para petani bahwa menanam padi organik lebih banyak manfaatnya. (purwati shn)

jawatengah

Pertamina CSR News
GM UP VI Panen Padi Organik

GM_UP_VI_Panen_Padi_Organik BALONGAN – GM UP VI Irianto Ginting pada 26 Maret 2008 melakukan panen padi organik jenis legowo 2 di areal perumahan Bumi Patra. Tanaman padi tersebut merupakan hasil dari pelatihan pola tanam terpadu bagi petani binaan UP VI yang tergabung dalam Kelompok Tani Patra Mekar.


Pola tanam ini dikembangkan UP VI bersama dengan Tim Peduli Ekonomi Indonesia (TPEI) serta didukung oleh PT Paskindo, PT Saputra, PT E-Farm dan Fumure. Irianto Ginting dalam kesempatan tersebut mengatakan, panen ini merupakan salah satu bukti bahwa UP VI peduli terhadap masyarakat sekitar wilayah operasinya, khususnya petani. Hal ini sesuai dengan pesan Bupati Indramayu untuk untuk selalu memerhatikan kepada masyarakat.

Sementara, ketua Kelompok Tani Patra Mekar Solihin mengucapkan terima kasih kepada UP VI yang telah mengimplementasikan program CSR-nya melalui program ini, sehingga dapat meringankan beban ekonomi masyarakat.

Saat ini, petani yang mengelola tanah penyangga di wilayah Perumahan Bumi Patra difasilitasi secara langsung berkoordinasi di bawah binaan PKBL UP VI. Saat ini mereka tengah mengembangkan tanaman padi non pestisida yang ramah lingkungan dengan harga bersaing. Untuk meningkatkan pengetahuan para petani penggarap, mereka telah diikutkan pelatihan agribisnis terpadu.

Melalui program ini, para petani sudah dapat merasakan hasilnya. Taraf hidup dan perekonomian mereka meningkat dan relatif lebih stabil. Mereka juga dapat menyejahterakan keluarga dan meningkatkan kualitas pendidikan anakanaknya. Di samping itu, mereka mengakui bahwa gagasan memajukan dan mengembangkan keahlian agribisnis petani lokal ini dirasakan telah tepat sasaran.•UP VI/RO

pertamina.com

Wapres akan Panen Padi Organik
31/03/2008 18:46

INILAH.COM, Yogyakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla akan melakukan panen raya padi organik di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (4/4).

Panen raya itu akan dilaksanakan di Bulak Serut, Desa Palbapang, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul. Bulak Serut merupakan areal percontohan penanaman padi organik di Kabupaten Bantul.

Tingkat keberhasilannya sudah diakui dengan produktivitas padi dalam satu hektare mencapai 7,2 ton gabah kering pungut..

Karena itu, lanjut Edy, Bulak Serut yang kemudian dipilih dengan harapan bisa menjadi percontohan bagi pertanian padi lainnya. [R1]

wapres akan panen padi organik

MENYEIMBANGKAN EKOSISTEM DAN MERAIH UNTUNG

Cuaca cerah pagi itu. Matahari bersinar hangat, angin sepoi-sepoi, dan kicau burung mengiringi belasan petani yang sibuk memanen padi di lahan seluas 200 tumbak di Kampung Pintu, Desa Cijambe, Kec. Cijambe, Kab. Subang, awal Agustus lalu. Tangan-tangan dengan lincah memotong tanaman padi, mengumpulkannya, merontokkan biji-biji padi dengan alat perontok, dan menimbangnya. Ada yang lain dalam suasana panen pagi itu. Senyum tak henti-hentinya mengembang di wajah para petani. Kebahagiaan itu disebabkan hasil panen yang melimpah kali itu.

“Hebat neng, dulu biasanya satu hektare hasil panen cuma 5,5 ton, sekarang bisa sampai 8,5 ton,” kata Endang Rahmat, pemilik sawah sekaligus Kepala Desa Cijambe.

Naiknya produktivitas padi di sawah Rahmat kali itu disebabkan sistem penanaman padi secara organik yang diterapkan sejak empat bulan yang lalu. “Tidak hanya itu, bobot bulir gabah organik juga lebih tinggi. Biasanya satu karung penuh gabah beratnya 50 kg, yang ini baru 3/4 karung beratnya sudah 50 kg,” ujar Mang Ara (58), seorang petani yang membantu panen.

Sistem bertanam padi secara organik yang diterapkan di Desa Cijambe itu adalah SRI (system of rice intensification), yang diperkenalkan satu komunitas yang menamakan diri Agribisnis Ganesha. Sama seperti sistem organik pada umumnya, SRI sama sekali tidak menggunakan bahan-bahan kimia dalam perawatannya. Mulai dari pupuk hingga pestisida menggunakan bahan-bahan alami dan ramah lingkungan.

agribisnis-ganesha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s