balik kucing ngurusin sektor riil

Tematik pengetahuan : Ekonomi Makro : Krisis Finansial

Sebenarnya kita harus kritis terhadap sikap yang memberi reaksi terhadap tindakan atau keputusan pemerintah. Seringkali pernyataan yang digunakan adalah pasar memberi reaksi negatif atau positif. Perlu diperjelas PASAR yang mana ?

Setelah nyata saat ini untuk sementara bursa alias pasar saham sedang tidak bermanfaat secara aman untuk mencari modal, agaknya pemerintah Indonesia maupun Eropa mulai melirik lagi pasar yang lain.

Coba perhatikan pernyataan menarik dari Wapres JK :

“Jadi, jangan harap ada negara atau lembaga yang akan membantu kita kecuali kita sendiri, pemerintah pusat dan daerah serta pengusaha nasional, saudagar Nusantara, memajukan perekonomian nasional dan daerah dengan memajukan komoditas pertanian, perikanan, dan energi yang kita miliki,” kata Wapres.

“Yang harus dijaga supaya terus bergerak justru Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen di Jakarta, Pasar Klewer di Solo (Jawa Tengah), serta pasar-pasar lainnya. Karena di situlah ekonomi nasional kita. Selama pasar-pasar seperti itu terus bergerak (karena ada daya beli masyarakat), yakin ekonomi kita ini akan aman,” lanjut Wapres.

Wapres meminta agar para saudagar Minang dan saudagar Nusantara justru memanfaatkan situasi krisis saat ini dengan berupaya memberdayakan ekonomi domestik sekuat tenaga. Pemerintah telah mengambil berbagai kebijakan untuk mengatasi permasalahan.

sumber : KompasCetak

Hari ini banyak artikel tentang keputusan pemerintahan di Eropa.

Crisis sends Germans back to state savings banks
Web posted at: 10/11/2008 0:46:21
Source ::: AFP

Berlin • Germans are moving their nest eggs to the safety of state-owned banks, figures suggested yesterday, despite Chancellor Angela Merkel’s pledge this week to guarantee all savings and current accounts.

In the past two weeks alone, Germans have put more than one billion euros ($1.4bn) into accounts at the country’s massive network of Sparkasse savings banks, according to a survey by the Bild daily.

“A while ago banks could not be international enough and the only ones that were ‘modern’ were those that were active on international markets,” said Michaela Roth, spokeswoman for the German Sparkasse federation DSGV.

“But now there is quite clearly a change in awareness taking place and the image of this very conservative, very solid business model is improving,” Roth told AFP.

Merkel issued the blanket deposit guarantee on Sunday in an effort to stave off panic withdrawals after Berlin cobbled together a 50bn-euro rescue of the country’s fourth biggest bank, Hypo Real Estate (HRE).

Sementara berita di Kompas hari ini :

Hadapi Krisis, Eropa Putuskan Tolong Perbankan
Senin, 13 Oktober 2008 | 02:36 WIB

PARIS, MINGGU – Eropa memutuskan untuk menjamin utang perbankan untuk meredakan pasar finansial dan melonggarkan likuitas. Demikian draft deklarasi 15 pemimpin negara-negara zona euro yang melakukan pertemuan darurat di Paris, Minggu (12/10) waktu setempat, untuk mencari solusi mengenai krisis finansial yang melanda dunia.

Dalam draft itu disebutkan, pemerintah akan menjamin untuk periode dan jangka waktu komersial tertentu yang pantas utang-utang baru akibat pinjaman bank dalam lima tahun ke depan.

Skema ini akan dibatasi oleh jumlah, bersifat sementara serta dilaksanakan dengan pemeriksaan yang sangat teliti oleh pihak otoritas finansial sampai 31 Desember 2009.

Sementara itu PM Belgia, Yves Leterme, seperti dikutip AFP, menyebutkan mereka belum memutuskan berapa jumlah bantuan uang segar yang mereka siapkan untuk membantu merevitaliasi sektor pebankan tersebut.

Leterme mengatakan setiap negara akan memutuskan beberapa hari mendatang apakah uang yang diperuntukkan guna mengatasi krisis keuangan dunia. “Saya tidak mengetahui berapa jumlah uang yang akan dikucurkan,” kata Leterme yang bicara di sela-sela pertemuan tersebut.

EDJ
Sumber : AP

Memang harus kita sadari. Bahwa para pemain saham di Indonesia, aslinya kurang dari satu persen dari populasi penduduk. Bahkan menurut Mirza Adityaswara Analis Perbankan dan Pasar Modal :
berbeda dengan pemain saham di USA, mencapai lebih dari 60 persen. (Kompas Cetak).

Jadi kenapa kita harus memberikan anggaran yang besar, yang seharusnya bisa digunakan untuk membangun infrastruktur yang tertunda, hanya demi memuaskan pasar. Dan itu pasar yang mana ? Pasar untuk segelintir penduduk Indonesia ? Apakah kita biar kan listrik terus byar-pet hanya untuk memenuhi nafsunya para pialang, yang sedang butuh duit untuk membeli sebanyak-banyaknya, seserakah-serakahnya saham usaha yang sedang jeblok itu ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s