transaksi stop – likuiditas mandek

Tahun 2007 dan tahun sebelumnya sebetulnya, dunia kebanyakan likuiditas kemudian dia (investor) mencari-cari tempat untuk menyimpan likuiditas, seperti properti, kemudian mengejar-ngejar komoditas dan surat berharga. Sekarang panik dan tidak percaya satu sama lain, mereka berpikir kalau Lehman saja bisa bangkrut bagaimana yang lain? ini menyebabkan transaksi stop dan likuiditas mandek, tutur Sri Mulyani, MenKeu.

Komentar:
Kalau 2007 kebanyakan likuiditas, apakah telah terjadi pencetakan uang di luar kendali ?

Lehman Saja Bisa Bangkrut, Bagaimana yang Lainnya?
Wahyu Daniel – detikFinance : Sabtu, 20/09/2008 11:50 WIB

Jakarta – Ketatnya likuiditas menjadi masalah yang merebak ke berbagai negara di dunia. Semua bermula dari kekhawatiran tentang nasib lembaga keuangan. “Kalau Lehman Brothers saja bisa bangkrut, bagaimana dengan yang lainnya?” kata Menko Perekonomian Sri Mulyani.

Sri Mulyani yang ditemui di kantornya, Jumat (19/9/2008) malam mengatakan, kejatuhan lembaga-lembaga keuangan besar di AS yang salah satunya adalah Lehman Brothers membuat situasi pasar keuangan di seluruh dunia dilanda kepanikan.

“Tahun 2007 dan tahun sebelumnya sebetulnya, dunia kebanyakan likuiditas kemudian dia mencari-cari tempat untuk menyimpan likuiditas, seperti properti, kemudian mengejar-ngejar komoditas dan surat berharga. Sekarang panik dan tidak percaya satu sama lain, mereka berpikir kalau Lehman saja bisa bangkrut bagaimana yang lain? ini menyebabkan transaksi stop dan likuiditas mandek,” tuturnya.

Sri Mulyani mengatakan dalam kondisi panik ini, investor menghentikan transaksinya sehingga likuiditas berhenti di masing-masing kantong investasinya.

“Sehingga tidak terjadi exchange, makanya muncul isu likuidtas padahal sebenarnya likuiditas itu belum disedot karena suku bunga The Fed tidak naik. Jadi ini adalah situasi yang dilakukan The Fed dan Treasury sebenarnya me-restore confidence dulu sehingga mereka melakukan dengan selektif seperti mem-bail out lembaga keuangan,” katanya.

Dikatakannya, akibat rusaknya sektor keuangan AS, semua negara ikut terjangkit masalah likuiditas. “Mereka berpikiran kapan negaranya ketimpa likuidtas, sekarang yang paling drastis kenanya Rusia, apalagi ada perang dengan Georgia, investor pada lari semua, sahamnya jatuh hingga -17%. Makanya dia suspen tutup dua hari,” jelasnya.

Demikian juga dengan Australia yang dikatakan Sri Mulyani mengalami masalah yang sama. “Bank Macquire satu bank yang eksposure propertinya tinggi sudah mulai dispekulasi. Kalau sebuah bank sudah dispekulasi orang tidak mau lagi bertransaksi dengan dia sehingga kesulitan likuiditas, padahal likuiditas di perekonomiannya sebenarnya masih cukup besar,” katanya.

Karena itu, masalah utama yang dihadapi pemerintah negara di dunia adalah untuk memulihkan kepercayaan investor, sehingga transaksi berjalan kembali dan likuiditas menjadi normal.

“Itu tidak gampang karena lembaga keuangan yang dianggap tangguh ternyata bangkrut, sehingga ini yang saya sebut kerapuhan dalam sistem global menjadi salah satu tantangan buat kita,” jelasnya.

Sri Mulyani menjelaskan kalau sistem keuangan rapuh atau mengalami krisis, maka kemudian akan membawa pengaruh kepada sektor riil.

“Itu yang kemudian sudah diprediksi semua orang bahwa semua negara melakukan revisi perekonomian ke bawah. Di Asia bahkan turun seperti Cina mencapai 200 bps apalagi AS dari 10% menjadi 8% kemudian 7%. Di revisi ADB hanya Indonesia saja yang tidak direvisi ke bawah tetap 6,2-6,3%. Tapi 2008-2009 seluruh negara prediksinya turun ke bawah, padahal likuiditas tidak kering-kering banget hanya stop di bank,” pungkasnya. (dnl/qom)

sumber : detikfinance

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s