value assassination

Layaknya burung pemakan bangkai, para pelaku short selling mengincar lembaga-lembaga keuangan bermasalah yang dalam posisi lemah untuk dijatuhkan. Aksi ini mempercepat kematian atau kejatuhan saham-saham perusahaan yang mereka incar.

Banks Fear Next Move by Shorts
By LOUISE STORY, Published: September 14, 2008

In May, David Einhorn, one of the most vocal short-sellers on Wall Street, made no secret he was betting against Lehman Brothers.

Now, some investors are afraid that fund managers like him will take advantage of the climate of fear stirred up by the troubles of Lehman to target other weak financial firms whose declining share price would bring them rich rewards.

more…

Isu terakhir yang berkembang, Morgan sudah menjajaki kemungkinan merger dengan Wachovia Corporation atau bank lain untuk menyelamatkan kondisi keuangannya setelah gagal membujuk Citigroup untuk merger.

Kekhawatiran terbesar, mereka kolaps sebelum sempat menambah modal. Lembaga keuangan yang sejauh ini masih bertahan mencemaskan mereka akan menjadi sasaran berikutnya dari aksi para fund manager yang berusaha mengambil keuntungan dari situasi kekalutan pasar.

Kekhawatiran ini mendorong para pimpinan lembaga keuangan besar, dalam sebuah pertemuan darurat dengan Presiden Federal Reserve New York Timothy F Geithner dan Menkeu Henry Paulson Jr, mendesak keduanya untuk meminta SEC memberlakukan kembali aturan sementara yang melarang praktik short selling.

Tertibkan spekulan

Akhir Juli lalu, SEC juga mengeluarkan larangan sementara yang berlaku hingga 2 Agustus terhadap transaksi short selling setelah spekulan menempatkan taruhan besar bahwa saham Fannie Mae dan Freddie Mac pasti akan jatuh. Dua lembaga penjamin kredit perumahan ini akhirnya benar-benar rontok dan harus di-bailout oleh pemerintah pekan lalu.

Persoalannya, bisakah pelarangan ini menyelamatkan lembaga lain yang memiliki masalah sama seperti Bear Stearn, Fannie Mae dan Freddie Mac, atau Lehman?

Lehman dan Bear Stearns memiliki beberapa kesamaan. Keduanya sama-sama memiliki neraca permodalan yang lemah, memiliki exposure yang besar pada pasar subprime mortgage, dan mereka juga sama-sama terlalu berlebihan mengandalkan pasar repo (repurchase market) sebagai instrumen pembiayaan jangka pendek.

Pada Mei 2007, David Einhorn , salah satu manajer hedge fund yang sangat vokal di Wall Street, secara terang-terangan mengaku mengincar Lehman Brothers sebagai sasaran tembak untuk dijatuhkan lewat transaksi short selling.

Dalam transaksi short selling, pelaku biasanya meminjam saham dari orang lain (dengan membayar fee) lalu menjual saham tersebut dengan harapan harga saham akan jatuh sehingga dia bisa membeli kembali saham tersebut pada harga lebih murah untuk dikembalikan kepada pemiliknya.

Motifnya adalah mengambil keuntungan dari selisih harga jual yang tinggi dan harga beli yang murah. Dari transaksi seperti ini, orang seperti Einhorn menangguk keuntungan hingga jutaan dollar AS dalam sekejap.

Ia mengaku mulai bertaruh dengan saham Lehman sejak Juli 2007 saat harga saham bank investasi itu masih diperdagangkan sekitar 70 dollar AS per lembar. Mei 2008, harga saham sudah melorot ke sekitar 40 dollar AS dan terakhir saat Lehman melemparkan handuk dan menyatakan diri bangkrut, harga saham sudah di bawah 4 dollar AS.

Untuk mencapai tujuan mereka, menurut Richard Bove, analis Ladenburg Thalmann & Co, seperti dikutip Bloomberg, para pelaku short selling biasanya menyebarkan rumor negatif mengenai perusahaan yang menjadi target.

Bear Stearns adalah korban dari aksi seperti ini. Anjloknya harga saham Lehman sebesar 95 persen dan 80 persen saham Fannie Mae dan Freddie Mac, antara lain, juga dipicu oleh aksi seperti ini. Dalam kasus Lehman, perusahaan ini dinilai mengabaikan dan meremehkan pengaruh orang seperti Einhorn di Wall Street.

Kalangan pasar uang menyadari sangat berbahayanya transaksi seperti ini. Di banyak negara Asia, transaksi short selling dilarang. Short selling sendiri sebenarnya bukan barang baru.

Di AS sendiri, transaksi ini tidak dilarang, kecuali pihak otoritas pasar bisa membuktikan ada kecurangan seperti upaya memanipulasi harga saham.

SEC baru melarang transaksi tersebut ketika yang menjadi target adalah lembaga-lembaga besar yang menjadi ikon dan nyawa Wall Street.

Layaknya burung pemakan bangkai, para pelaku short selling mengincar lembaga-lembaga keuangan bermasalah yang dalam posisi lemah untuk dijatuhkan. Aksi ini mempercepat kematian atau kejatuhan saham-saham perusahaan yang mereka incar.

“Itu seperti menghajar orang yang sudah jatuh dengan tongkat bisbol. Sekelompok orang dengan tongkat yang sangat besar mengeroyok perusahaan-perusahaan tertentu dan terus menghajar mereka. Suatu perbuatan yang tak sportif,” ujar Jim Hardesty, Presiden Hardesty Capital Management, Baltimore.

Sektor riil kena

Akan tetapi, orang-orang seperti Einhorn dan kelompok pendukung mazhab pasar bebas mengaku tak ada yang salah dengan apa yang mereka lakukan. Menurut mereka, mereka hanya mampu menangkap lebih cepat dari yang lain, bahwa ada yang tak beres pada lembaga-lembaga keuangan tersebut.

Mereka menganggap diri mereka semacam sistem peringatan dini yang berguna untuk membangunkan n seluruh pasar. Menurut Einhorn, harga saham Lehman sudah berada di bawah tekanan sebelum ia secara terang-terangan di hadapan sebuah pertemuan besar yang dihadiri para pelaku industri finansial, Mei lalu, mengatakan bahwa ia bertaruh saham Lehman pasti akan jatuh.

Kesalahan Lehman, menurut Einhorn, lembaga itu melakukan praktik-praktik pembukuan keuangan yang tak transparan untuk menghindari write-downs nilai aset yang secara besar-besaran. Bank ini juga memiliki aset berbasis investasi perumahan yang macet dalam jumlah sangat besar.

Adanya orang seperti Einhorn membuat orang berspekulasi, siapa setelah Lehman? Investor tak lagi rasional dan siapa saja bisa menjadi sasaran.

Efek berantai dan interkoneksi antara sektor keuangan dan sektor ekonomi riil membuat perusahaan di sektor riil juga mulai merasakan imbasnya. Setelah lembaga keuangan, orang mulai berspekulasi korban berikutnya mungkin perusahaan otomotif. Saham seluruh produsen otomotif dan industri pendukungnya ikut terpukul, Rabu.

Di sektor elektronik, perusahaan disegani seperti General Electric juga melaporkan anjloknya keuntungan yang membuat kaget investor dan memicu aksi lepas saham.

Hukum pasar pun akhirnya bicara dan korban-korbannya tak lagi pandang bulu, termasuk anak-anak emas Wall Street yang selama ini “tak tersentuh” dan dianggap sebagai kampiun kapitalisme pasar bebas Amerika.

sumber :Kompas, Sri Hartati Samhadi, Jumat, 19 September 2008 | 03:00 WIB

2 thoughts on “value assassination

  1. Tom Humes

    Nice Site layout for your blog. I am looking forward to reading more from you.

    Tom Humes

    Thank you. Be my guess. The Nice Site Layout comes from WordPress. I just used it. Thanks to WordPress. I am still learning for facing too many pieces of information in many topics from the earth. And try to compile it for inferencing. That seems like playing puzzle.
    🙂

    witarto

    Reply
  2. wisnu

    yah sama persis kayak di kompas ya , aku kira ada analisis pribadi

    analisis pribadinya belum beranjak : ada pertarungan antara pencipta gelembung (CEO Lehman, AIG dll, melawan para hedge fund manager, yang seolah mengkoreksi gelembung itu, dengan cara membunuh value saham dari perusahaan yang digelembungkan. Naked shell short untuk sementara dinilai sebagai teknik value assassination, yang digunakan para pialang.

    Tidak semua data di koran terbuka. Seringkali masih ditutup-tutupi, contohnya, berapa miliar dollar dana dari dunia arab (mideast) penghasil minyak yang digunakan oleh perusahaan finansial di amerika/eropa, yang terbawa bangkrut ? Ini belum jelas, dan kita harus sabar menangkap indikasi yang tersirat, dan nantinya bisa dijadikan sebagai dasar analisis pribadi..🙂

    Walau analisis pribadi, ya harus merujuk data yang tersirat melalui artikel yang ada. Ada artikel yang ditangkap dulu datanya. Dan analisis pribadi baru akan muncul, jika sudah punya beberapa artikel, lalu dibentuk tematik pengetahuan, yang merangkai substansi dari artikel-artikel itu.

    Analisis pribadi tanpa data atau tanpa tematik pengetahuan, itu namanya nebak. Thank’s komentarnya.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s