bangkrut berjamaah (2)

Tanggapan atas Analisis awam-nya Hengki di karya nyata

HQ: Bagaimana awalnya krisis ini ?
Pada awalnya memang terjadi krisis pinjaman rumah di Amerika Serikat (yang lebih terkenal dengan nama “subprime loan crisis”). Intinya, bank-bank di Amerika memberikan pinjaman pembelian rumah, kepada mereka yang sebenarnya tidak mampu untuk membeli rumah. Tetapi tawarannya sangat menggiurkan sehingga sulit bagi penduduk di Amerika Serikat untuk menolak.

Orang tidak punya uang untuk mengembalikan utang, sebaiknya jangan diberi pinjaman yang melebih kemampuan. Sepertinya ini hukum pertama yang dilanggar.

HQ : Sewaktu harga minyak bumi mulai naik dan ekonomi Amerika mengalami resesi, maka para peminjam uang mulai alami “default” (tidak mampu bayar). Untuk menyelamatkan para bank penjamin, Federal reserve Amerika menurunkan suku bunga secara bertahap dari sekitar 5.26 % di Bulan Juli 2007 menjadi 2.2 % di bulan Maret 2008. federalreserve

Harapannya adalah suku bunga mengecil, maka pembeli rumah mampu kembali mencicil pinjamannya. Rasanya jika sampai disini saja, mungkin masalahnya selesai. Karena perusahaan penjamin perumahan di Amerika yaitu Freddie Mac dan Fannie Mae, mampu menggaransi pinjaman sebesar US $ 5,4 Trilliun latimes

Jika dihitung secara sederhana, nilai ini cukup untuk menjamin 180 juta rumah baru, senilai US $ 30.000 per rumah (rumah kualitas lumayan di USA). Artinya uang jaminan kedua perusahaan tersebut, cukup untuk menggaransi seluruh penduduk dewasa Amerika dengan masing-masing sebuah rumah baru. Namun rupanya paket pinjaman ini diperdagangkan ke bank-bank lain diluar Freddie Mac dan Fannie Mae, menjadi bentuk-bentuk paket investasi baru.

Jadi pinjaman sebagai obat krisis, diperdagangkan, dan dianggap sebagai peluang investasi alias dianggap modal murah. Sepertinya ini kesalahan ke-2

Rasanya jika hanya terbatas pada “penjualan” paket investasi perumahan saja, mungkin masalahnya bisa selesai dan terisolasi. Karena Pemerintah Amerika serikat sebenarnya mampu dan telah mengambil alih seluruh hutang-hutang Freddie Mac dan Fannie Mae.

Tetapi kenapa masalahnya “meledak” ke perusahaan-perusahaan sekuritas dan perbankan lainnya ?

Ini analisa pribadi saya [HQ]……..Dengan penurunan suku bunga oleh Federal reserve, untuk selamatkan krisis “subprime loan”, mengakibatkan lahirnya “uang murah” dan US Dollar yang lemah. Kondisi uang murah ini digunakan oleh para spekulan (sebagian besar di perusahaan sekuritas) untuk meminjam uang ke bank dan melakukan transaksi (“trading”) komoditi, termasuk minyak bumi.

Baca tulisan saya sebelumnya. Sehingga harga komoditi termasuk minyak bumi “membumbung” diluar kelayakan teori pasar “supply and demand”.

Komoditi yang diperdagangkan oleh para spekulan tidak hanya terbatas pada minyak bumi tetapi juga berbagai jenis produk pertanian dan produk logam seperti Nickel dan Tembaga. Dampaknya adalah harga makanan juga membumbung.
Fenomena ini mengakibatkan inflasi meroket di beberapa negara industri di dunia. Untuk mencegah inflasi meningkat, maka Federal reserve Amerika mulai “ancang-ancang” untuk menaikan suku bunga. Selain itu, karena harga minyak bumi terus membumbung, Pemerintah Amerika serikat menginisiasi untuk “ancang-ancang” melakukan pengeboran minyak di lepas laut. Dampak dari langkah “ancang-ancang” peningkatan suku bunga dan “ancang-ancang” pengeboran minyak di lepas laut, mengakibatkan US Dollar menguat dan harga minyak bumi jatuh.

Akibat dari jatuhnya harga minyak bumi, maka para spekulan yang tadinya memprediksi bahwa harga minyak bumi akan terus membumbung ke US $ 200 ……salah total prediksinya dan rugi besar. Karena uang-uang tersebut dipinjam dari bank dan menggunakan dana dari perusahaan-perusahaan sekuritas, maka merekapun ikut hancur. Terjadilah kerugian yang luar biasa pada perusahaan-perusahaan sekuritas dan perbankan, selain pada perusahaan-perusahaan penjamin perumahan.

Prediksi minyak mencapai USD 200, ternyata belum tercapai. Ini kesalahan spekulan, yang mencoba memanfaatkan “dana murah” itu yang seharusnya untuk menutup kasus perumahan. Ini kesalahan ke-3

Inilah analisa awam saya terhadap fenomena yang sekarang sedang terjadi di dunia. Tulisan berikutnya akan saya sampaikan tentang apa kira-kira dampaknya bagi Indonesia dan bisnis kita masing-masing.

Salam, Hengki

Lalu berita hari ini (17 sep 2008):

Fed pumps $70B into nation’s financial system

By JEANNINE AVERSA, AP Economics Writer 1 hour, 1 minute ago

WASHINGTON – Urgently trying to keep cash flowing amid a Wall Street meltdown, the Federal Reserve on Tuesday pumped another $70 billion into the nation’s financial system to help ease credit stresses.

The Federal Reserve Bank of New York’s action came in two operations in which $50 billion and then another regularly scheduled $20 billion were injected in temporary reserves.

ref : yahoo

Kalau dana bantuan terakhir dari the Fed ini dianggap lagi sebagai dana murah, dan diselewengkan untuk spekulasi, kira-kira apa, yah, yang akan terjadi ?

Belum cukupkah kesalahan orang financial 1, 2 dan 3 yang disebut HQ itu ?

🙂

Yang bisa saya pelajari, mencari kekayaan itu ada batasnya. Semakin banyak orang yang pengin kaya seperti Ical atau Buffet atau Bill Gates, maka semakin lebih banyak lagi orang yang datang ngantree minta zakat seperti di Pasuruan….

salam,

wa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s