putus sekolah di bali

1.500 Anak Putus Sekolah di Bali
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Jumat, 12 September 2008 | 13:02 WIB

DENPASAR, JUMAT – Data Dinas Pendidikan Provinsi Bali menunjukan angka anak putus sekolah di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama hingga pertengahan 2008 mencapai 1.500 anak. Kemiskinan menjadi alasan utama para orangtua memutuskan anaknya untuk berhenti sekolah yang sedang berjalan.

Karenanya, Pemerintah Provinsi Bali menargetkan anggaran tahun 2009 untuk pendidikan senilai Rp 320 miliar atau mencapai 20 persen dari total anggaran daerah. Sebelumnya, Bali hanya menganggarkan Rp 111 miliar atau sekitar 11 persen dari total anggaran.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan dengan target anggaran pendidikan di tahun depan meningkat ia berharap tidak ada lagi anak-anak putus sekolah di tengah jalan. Ini juga menjadi imbauan bagi sembilan kabupaten/kota agar menyesuaikan anggaran 20 persen, kata Pastika di depan sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bali, di Denpasar .

Namun, Pastika belum bisa menjelaskan anggaran 20 persen untuk pendidikan itu akan memotong pos anggaran mana. Ia hanya menjanjikan pemerintah baru di bawah pimpinannya berupaya konsisten mewujudkan anggaran tersebut.

Sementara pada periode 2006/2007 tercatat dari lulusan sekolah dasar sekitar 397.000 anak hanya dua pertiganya atau sebanyak 145.372 anak melanjutkan ke jenjang berikutnya. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Tjok Istri Agung Kusuma Wardhani menjelaskan, alokasi dana pendidikan pada 2007 dan 2008 lalu masih terkonsentrasi pada rehab gedung sekolah, penuntasan wajib belajar sembilan tahun, serta pemberantasan buta aksara.

“Kami sudah berupaya menganggarkan untuk memberi beasiswa kepada sekitar 1.000 siswa SD, SMP, dan SMA selama 2007,” ujarnya.

Ketua Komisi IV DPRD Bali Bidang Kesejahteraan Rakyat I Ketut Kariyasa Adnyana mengharapkan anggaran pendidikan yang sangat besar di tahun 2009 bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Salah satunya untuk memperhatikan peningkatan kualitas guru dan siswa di sekolah menengah kejuruan. AYS

kompas

Komentar:
Apakah ini akibat dari seringnya diakali oleh negeri kapitalis, seperti halnya maling patent untuk karya seni di Bali ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s