kegagalan MSP karena pupuk ???

dialog – 3

Kegagalan MSP, PDI-P Persoalkan Kelangkaan Pupuk
Kamis, 11 September 2008 | 01:04 WIB

Medan, Kompas – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI-P selaku pemberi benih MSP kepada petani di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, enggan bertanggung jawab atas kegagalan panen petani yang menggunakan benih padi itu.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI-P Serdang Bedagai, Dolon JP Napitupulu, saat dihubungi dari Medan, Rabu (10/9), kegagalan panen petani yang menggunakan benih MSP lebih disebabkan persoalan kelangkaan pupuk.

”Kami sudah dua kali berunjuk rasa ke Kantor Bupati dan DPRD Serdang Bedagai soal kelangkaan pupuk. Kalau tidak ada kelangkaan pupuk, panen petani yang menggunakan benih MSP sesuai yang diharapkan,” ujar Dolon.

Petani di Serdang Bedagai sempat tertarik menggunakan benih MSP. Karena selain dibagikan secara gratis oleh PDI-P, petani juga dijanjikan bakal menuai hasil panenan lebih banyak dibandingkan jika mereka menanam benih yang biasa digunakan, seperti Ciherang. Hasil panen padi dengan benih MSP diklaim bisa mencapai lebih dari 10 ton per hektar.

Namun, kenyataannya, hasil maksimal yang didapat petani dengan benih MSP hanya 5 ton gabah kering panen (GKP) per hektar. Di beberapa desa, hasil panen benih MSP paling banyak 3 ton GKP per hektar. Petani yang menggunakan benih Ciherang rata-rata mendapat 7 ton GKP per hektar (Kompas, 10/9).

Menurut Dolon, PDI-P tak akan mengganti kerugian petani yang menggunakan benih MSP. Selain lebih disebabkan persoalan kelangkaan pupuk, menurut Dolon, benih MSP sebenarnya diperuntukkan bagi kader partai itu. ”Benih MSP ini sebenarnya untuk internal kader partai. Kalau orang lain tertarik, silakan memakainya,” katanya.

Saat ditanya mengapa PDI-P berani memberikan benih yang belum mendapat sertifikat dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih kepada petani, ia mengatakan, pemberian benih sebagai bagian dari upaya agar MPS mendapatkan sertifikasi. ”Ini masih dalam masa uji coba,” ujarnya.

Wakil Bupati Serdang Bedagai Sukirman menolak anggapan kegagalan panen petani yang menggunakan benih MSP karena kelangkaan pupuk. Petani Serdang Bedagai yang menggunakan benih bersertifikat, seperti Ciherang, mengalami persoalan serupa, tetapi hasil panen padi mereka tetap normal. (bil)

sumber : kompas-cetak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s