Presiden dan komputer bandara

Presiden Temukan Komputer di Bandara Macet

(ini berita tahun 2005, yang menarik untuk belajar kasus sistem informasi)
JAKARTA(Media): Komputer di ruang cegah tangkal (cekal) unit Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, macet. Petugas Imigrasi kesulitan membuka file nama-nama yang masuk dalam cekal.

Hal itu terungkap saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, kemarin.

Pukul 13.30 WIB, Presiden yang datang bersama istrinya, Ani Susilo Bambang Yudhoyono, meminta petugas di unit Imigrasi untuk membuka file yang berisi nama-nama buronan yang terkena cekal.

Petugas itu harus mengulang tiga kali untuk membuka nama Sudjiono Timan, buronan kasus korupsi di PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).

Dalam sidak tersebut, Presiden ikut memeriksa 2.000 hingga 5.000 nama yang masuk dalam daftar cekal. Dari jumlah itu, 2.300 merupakan nama yang dicegah keluar negeri, dan sekitar 5.000 merupakan nama yang ditangkal untuk masuk Indonesia.

Presiden sempat mengecek nama koruptor kelas kakap, seperti Edi Tansil. Presiden kembali meminta petugas untuk membuka salah satu nama yang masuk cekal. Keluarlah nama Saad Hasim Robert asal Australia.

Ketika masih di ruang kepala unit Imigrasi, Presiden sempat menyaksikan petugas tidak bisa membuka beberapa file nama-nama yang masuk dalam cekal.

Komputer yang masih menggunakan program WS itu juga terlihat lambat untuk membuka daftar cekal. Petugas loket pun juga kesulitan untuk memastikan orang yang melewati loketnya ialah buronan negara atau bukan. Sebab, untuk membuka file lamban dan tidak ada penjelasan ciri khusus para buronan.

Usai sidak, Presiden memerintahkan petugas untuk segera mengganti komputer di unit Imigrasi tersebut. “Komputer bandara harus di-upgrade karena prosesnya sangat lama dan error untuk mencari data,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan Departemen Perhubungan dan Angkasa Pura, Departemen Hukum dan HAM, serta kepolisian untuk meningkatkan pengamanan.

Terminal TKI

Selain itu, Presiden juga melakukan sidak ke Terminal Kedatangan TKI. Dalam kunjungan itu, Presiden bertemu 100 TKI, 50 di antaranya diajak berbicara satu per satu. “Banyak cerita mengenai terjadinya pungli, proses yang tidak benar, dan calo di sana-sini yang sangat membebani mereka,” kata Presiden
kepada wartawan usai sidak.

Namun menurut Presiden, sebagian TKI juga mendapat perlakukan yang baik. “Sebagian dari mereka mengakui diperlakukan dengan baik di luar negeri, hak-hak mereka diberikan, gaji juga dipenuhi. Sebagian besar dari mereka menyatakan ingin kembali bekerja ke luar negeri,” kata Presiden.

Dalam sidak itu, Presiden juga menemukan beberapa TKI yang tidak diperlakukan dengan baik karena dipukuli dan gajinya tidak dibayar. Kasus itu terjadi pada TKI yang bekerja di Arab Saudi.

Di hadapan Susilo Bambang Yudhoyono, mereka yang bernasib malang menangis sambil menceritakan kejadian yang menimpa mereka. “Ini semua kita catat, kita telusuri siapa yang mempekerjakan mereka,” kata Presiden.

Menurut Presiden, hari ini Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni akan berangkat ke Arab Saudi dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) di negara itu untuk menyelidiki kondisi para TKI termasuk gaji yang tidak dibayar.

“Kalau mereka diperlakukan baik, kita bersyukur karena mereka pahlawan devisa. Tapi, kalau tidak diperlakukan dengan baik, pemerintah dan negara bertanggung jawab untuk melindungi mereka,” kata Presiden. (Tia/P-5)

referensi:
mediaindo (need login)
mail-archive
wordstar-dipakai-pada-daftar-cekal-imigrasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s