Tematik Pengetahuan

Musibah KA Bengawan


A. Tujuan :
Mencoba membangun (develop) Knowledge Base dengan bahan baku berita.

B. Scope study kasus : Kecelakaan KA

C. Metoda :
1. Gunakan Tematik pengetahuan
2. Kumpulkan (tabung-lah) dan rangkai-lah berita yang sesuai dengan Tematik pengetahuan
3. Lengkapi dengan sumber berita : menggunakan link pada suatu site
4. Manfaatkan model Jaringan Semantik

D. Tools :
Search Engine, seperti
1. http://www.google.com
2. http://www.yahoo.com
3. http://www.spv.com
4. http://www.altavista.com

E. Contoh :
TEMATIK ke-1 : Keretaku celaka lagi……
TEMATIK ke-2 : Pejabat punya BUDAYA INGKAR

F. Evaluasi :
D.1 Keunggulan : Tidak semua bahan berita perlu disalin.Cukup copy paste seperlunya, yang memperkuat Tematik pengetahuan. Jika ingin membaca kelengkapannya, bisa klik link yang dilampirkan.

D.2 Kelemahan : Jika website sumber berita tidak aktif lagi, link pembuktian bisa terputus. Jadi, walau sudah diberi link, sebaiknya materi sumber juga perlu di-save.

G. Catatan :

Knowledge base yang dibangun, berdasarkan kliping koran/internet. (Press clipping. Istilah dari Holland Simanjuntak)

Bagaimana kita menyikapi knowledge dengan sumber berita seperti itu (saksi matanya penulis, atau wartawan), sepanjang belum ketemu saksi mata lain, yah, knowledge ini bisa digunakan sebagai pegangan. Namun, jika ketemu saksi mata yang dapat diverifikasi knowledge-nya (dengan bukti/referensi baru), jangan segan untuk meng-UPDATE knowledge base tersebut.

Selamat mencoba….

CONTOH TEMATIK PENGETAHUAN

TEMATIK ke-1 : Keretaku celaka lagi……

[1] Kalau Senin malam, sebaiknya hati-hati naik KA Bengawan……

[1][1] SENIN MALAM 29 januari 2007
KA Bengawan jurusan Jakarta-Solo yang mengangkut 600 penumpang
anjlok Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB. Tidak ada korban jiwa
dalam kejadian ini. Ini merupakan kecelakaan kedua KA Bengawan
dalam tiga pekan terakhir.

[1][2] SENIN MALAM 15 januari 2007
Kejadian pertama Senin malam pada 15 Januari silam di Kecamatan
Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah. Empat orang penumpang dilaporkan
tewas dan ratusan penumpang lainnya luka-luka.(DEN)

[1][3] Latar Belakang Berita Nyata :
———————————–
Lagi, KA Bengawan Anjlok

Liputan6.com, Cirebon: Kereta api ekonomi Bengawan jurusan Tanahabang-Solo, Senin (29/1) tengah malam, anjlok menjelang Stasiun Bangau Dua, Cirebon, Jawa Barat. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun dua penumpang kereta terluka akibat benturan.

Tiga dari 10 gerbong kereta terguling dan menutup jalur lintasan tujuan Cirebon-Jakarta. Tiga gerbong yang terguling adalah gerbong nomor tiga, empat, dan lima. Diduga, kereta anjlok karena alat untuk memindahkan rel yang akan dilalui KA Bengawan tidak berfungsi. Akibatnya sebagian kereta terguling keluar rel. Menurut keterangan beberapa penumpang, sebelum anjlok kereta sempat mengerem sebanyak tiga kali.

Dua penumpang kereta yang menderita luka-luka yakni, Denis dan Sukarto kini masih dirawat di di Rumah Sakit Gunung Jati, Cirebon. Sedangkan penumpang lainnya akhirnya diangkut menggunakan KA Cirebon Ekspres menuju Kota Cirebon untuk melanjutkan perjalanannya ke Solo.

Hingga berita ini disusun, evakuasi gerbong dan perbaikan rel masih berlangsung. Diperkirakan jalur lintasan akan kembali normal siang nanti. Selasa pekan silam, KA Bengawan juga mengalami kecelakaan di Banyumas, Jawa Tengah. Dalam kejadian ini lima penumpang tewas [baca: Korban Tewas Kereta Bengawan Solo Lima Orang].(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

http://www.liputan6.com/view/7,136650,1,0,1170202155.html

Referensi Lain :
http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=32592
http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=32618
http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=32588
http://www.liputan6.com/view/7,136713,1,0,1170201064.html

TEMATIK ke-2 : Pejabat punya BUDAYA INGKAR

[2] Mari rame-rame INGKARRRRR….

[2][1] INGKAR ke-1. Sugiharto: Kinerja PT KAI Masih Baik
http://www.liputan6.com/view/7,136055,1,0,1170201654.html
Liputan6.com, Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara menilai kinerja PT Kereta Api Indonesia masih baik alias tak salah dalam manajemen. Berbagai kecelakaan yang telah banyak memakan korban dianggap sebagai risiko yang harus dihadapi PT KAI sebagai operator transportasi darat di Indonesia. Untuk itu PT KAI tak perlu melakukan evaluasi yang ketat. Demikian diungkapkan Menteri Negara BUMN Sugiharto di Jakarta, Kamis (18/1).Kecelakaan KA Bengawan jurusan Solo-Jakarta salah satu dari puluhan kecelakaan yang berulang setiap tahun. Dengan penyebab yang tak jauh dari ketidakberdayaan, pemerintah menyediakan moda transportasi murah dan aman.

Padahal dari segi anggaran pembangunan transportasi, anggaran perbaikan moda kereta api tahun ini menyedot hampir 40 persen total anggaran Departemen Perhubungan. Keberpihakan terhadap keselamatan mengalahkan target keuntungan yang dipatok Kantor Menteri Negara BUMN.Hingga saat ini Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih menyelidiki anjloknya KA Bengawan. Menteri Perhubungan Hatta Rajasa menjamin penyidikan ini tak akan mengkambinghitamkan siapa pun. “Itu istilah terlalu kejam,” ujar Hatta [baca: Masih Belum Diketahui, Penyebab Anjlok KA Bengawan].

Sepanjang 2006 ini tingkat kecelakaan kereta api mengalami penurunan cukup besar dibanding 2005 yakni 28 persen. Dari 121 kecelakaan kini menjadi 86 kasus. Kendati berkurang bukan berarti perbaikan sistem transportasi dan perlindungan masyarakat penggunanya tak diperhatikan. (AIS/Tim Liputan 6 SCTV)

[2][2] INGKAR ke-2. Penyebab Kecelakaan KA Bengawan Masih Diusut
http://www.liputan6.com/view/7,135972,1,0,1169037318.html

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Perkeretapian Sumino Eko Saputro membantah, KA Bengawan terguling karena melintas bantalan rel sudah tidak layak dipakai. Menurut Sumino, bantalan rel di jalur kereta Sumatra dan Jawa termasuk jalur Banyumas masih bagus. KA Begawan juga dinilai layak beroperasi hingga Agustus 2007. Departemen
Perhubungan masih menunggu hasil penelitian Komite Nasional Keselamatan Transportasi.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)

[2][3] INGKAR ke-3. Sebelas Saksi Diperiksa
http://www.liputan6.com/view/7,135982,1,0,1170202174.html

Kepala Stasiun Purwokerto Slamet Sriyanto menolak bila kondisi KA Bengawan tak layak jalan. Menurut dia tak ada keanehan apa pun ketika kereta diperiksa. “Kereta layak jalan,” tegas Slamet [baca: Kereta Bengawan Diduga Tak Laik Jalan].(ICH/Yudi Sutomo dan Taufan Yudha)

Tematik ke -3 : PROBLEM SUPRASTRUKTUR atau ANGGARAN ?

[3][1] Pemerintah Dituding Kurang Peduli Keselamatan Penumpang KA

http://www.liputan6.com/view/3,136846,1,0,1170641663.html

02/02/2007 06:59
Banyaknya kecelakaan kereta api diduga akibat minimnya kepedulian Meneg BUMN dan manajemen PT KAI dalam membenahi sistem transportasi angkut massalnya. PT KAI mengakui pihaknya sering terkendala masalah anggaran.

Liputan6.com, Jakarta: Kecelakaan kereta api sudah empat kali terjadi dalam sebulan ini. Selain merenggut korban, kecelakaan menyebabkan kerugian yang tak kecil. Bahkan terganggunya pelayanan umum. Kecelakaan terakhir adalah anjloknya satu dari enam rangkaian gerbong KA Sancaka jurusan Surabaya-Yogyakarta, sekitar satu kilometer setelah Stasiun Nganjuk, Jawa Timur [baca: KA Sancaka Anjlok].

<>Potret buram ini diduga akibat minimnya kepedulian Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara dan manajemen PT Kereta Api Indonesia dalam membenahi sistem transportasi angkut massalnya. Sebab kedua lembaga tersebut terlalu sibuk mengejar keuntungan dan mengabaikan keselamatan penumpang, terutama di kereta kelas ekonomi.Selain itu, banyaknya kecelakaan kereta api diduga akibat sarat benturan kepentingan. Apalagi terkait dengan statusnya sebagai perseroan yang dapat dipastikan lebih berorientasi laba dan meninggalkan kewajibannya sebagai angkutan massal bersubsidi yang per tahunnya dibayarkan lewat Anggaran Pendapatan Belanja Negara.

<>Direktur Utama PT KAI Ronny Wahyudi mengaku kalau pihaknya sering terkendala anggaran. Alhasil manajemen risiko pada keselamatan perkeretaapian belum sepenuhnya dipahami petugas di lapangan. Anjloknya KA Bengawan di Cirebon, Jawa Barat misalnya. “Nggak ada motivasi dari teman-teman kalau itu risikonya berat,” kata Ronny.

Dari data Indonesian Railway Watch, pada 2005 tabrakan antar kereta meningkat 10 kali dibandingkan tahun sebelumnya. Kecelakaan berupa kereta anjlok juga meningkat menjadi 99 kali dibanding tahun 2004. Di tahun 2005, jumlah korban tewas turun menjadi 36 dari 64 orang. Namun korban luka berat menjadi 85 orang dibanding tahun sebelumnya yang hanya 79 orang.(JUM/Zulkarnain dan Nofrianus Barens)

[3][2] Inikah Solusinya ??? : Kecepatan Laju Kereta Api Segera Diturunkan

http://www.liputan6.com/view/3,136764,1,0,1170641695.html

31/01/2007 19:40
Dialog bersama Ronny Wahyudi di SCTV. Kerapnya kecelakaan kereta api terjadi belakangan membuat PT KAI memutuskan untuk mengecek seluruh gerbong dan lokomotif yang ada. Selain itu, kecepatan kereta api juga akan diturunkan.

Liputan6.com, Jakarta: Kecelakaan kereta api yang terjadi silih berganti setidaknya menggambarkan betapa rapuhnya manajemen keselamatan yang diterapkan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Selain itu, tingginya angka kecelakaan kereta dan tidak pernah tuntasnya penyelidikan, seolah memperlihatkan PT KAI tidak pernah belajar dari pengalaman yang ada. Apalagi beberapa kecelakaan disebabkan hal yang sama [baca: KA Sancaka Anjlok].

PT KAI sendiri berkilah bahwa semua itu disebabkan buruknya perawatan kereta. Seperti diungkapkan mantan Direktur Teknis PT KAI Syahrizal Siregar, pihaknya terpaksa melakukan perawatan di bawah standar karena pemerintah tidak membayar biaya perawatan sejak lima tahun terakhir. Data PT KAI menunjukkan hanya 43 persen gerbong dan lokomotif yang laik jalan. Tidak heran sebagian besar kecelakaan disebabkan kereta anjlok atau terguling

Menurut Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sugiharto, jika kecelakaan memang disebabkan masalah perawatan, seharusnya Menteri Perhubungan yang bertanggung jawab. Namun, hal itu ditampik Direktur Utama PT KAI Ronny Wahyudi. “Untuk masalah perawatan seperti penggantian bantalan rel itu tanggung jawab PT Kereta Api,” jelas Ronny kepada Rosianna Silalahi dalam dialog Liputan 6 Petang SCTV, Rabu (31/1).

Ronny tidak menampik jika kecelakaan yang kerap terjadi belakangan diakibatkan kelemahan yang ada di pihaknya. Misalnya saja kecelakaan yang menimpa KA Sancaka tadi siang. Menurutnya kecelakaan disebabkan kereta melewati jalur yang bantalan relnya tengah diperbaiki. “Ini karena kurang telitinya SDM yang dimiliki,” ujar Ronny.

Kendati demikian, kerapnya kecelakaan kereta belakangan ini dinilai tidak separah sebelumnya, bahkan angkanya cenderung menurun. Diungkapkan Ronny, di tahun 2005 saja terjadi sekitar 118 kecelakaan, sedangkan di tahun 2006 hanya 70 kecelakaan.

Meski angka kecelakaan kereta menurun, pihak PT KAI tetap mencermati kecelakaan yang terjadi secara beruntun akhir-akhir ini. Untuk itu, dalam waktu dekat perusahaan pelat merah ini sudah merencanakan beberapa hal untuk mencegah terulangnya musibah. “Kita punya komitmen untuk menurunkan kecepatan laju kereta,” ucap Ronny menyebutkan salah satunya.

Selain itu, PT KAI juga akan mengecek kembali seluruh rangkaian gerbong dan lokomotif yang kini beroperasi. Maklum, sekitar 116 gerbong yang ada saat ini berusia 40 tahun, sedangkan 50 persen lokomotifnya berusia di atas 30 tahun. Setelah pengecekan selesai
baru dioperasikan kembali. “Untuk itu kami minta maaf kepada seluruh penumpang kereta api,” ujar Ronny menutup perbincangan. (ADO/Tim Liputan 6 SCTV)

[3][3] SYMPTOM (INDIKATOR) DARI PROBLEM

[3][3][1] KA Sancaka Anjlok

http://www.liputan6.com/view/3,136763,1,0,1170641864.html

31/01/2007 19:26
Kereta Api Sancaka anjlok sekitar satu kilometer setelah Stasiun Nganjuk, Jawa Timur, Rabu siang. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun jalur kereta Surabaya-Madiun terganggu selama 3,5 jam.

[3][3][2] KA Pesanan Bangladesh Tergelincir

http://www.liputan6.com/view/7,135013,1,0,1170243407.html

31/12/2006 07:21
KA penumpang baru produksi PT INKA Madiun yang dipesan pemerintah Bangladesh tergelincir di Kilometer 128, Desa Awarawar, Nganjuk, Jatim. Jalur kereta Madiun-Surabaya sempat terputus lima jam.

[3][4] KA Bengawan Anjlok dua kali

Lihat Tematik ke-1 di bagian awal analisis ini

[1][1] SENIN MALAM 29 januari 2007
[1][2] SENIN MALAM 15 januari 2007
[1][3] Latar Belakang Berita Nyata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s