Oooh… ternyata utangnya kemana-mana….

1. Pemerintah Utang Ongkos Perawatan PT KAI, 19/01/2007 16:29

Alasan kecelakaan kereta akibat kesalahan masinis atau penjaga perlintasan tidak selamanya benar. Tidak sedikit beberapa kecelakaan justru disebabkan faktor teknis yang dipicu lemahnya perawatan dari PT Kereta Api Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta: Kecelakaan kereta tak pernah berhenti terdengar pada media massa. Kasus aktual dialami Kereta Api Bengawan jurusan Solo-Jakarta yang anjlok dan menyebabkan lima orang tewas dan ratusan cedera, baru-baru ini. Pada akhirnya sebagian besar kesalahan dialamatkan terhadap masinis atau penjaga perlintasan kereta dengan tuduhan kesalahan manusia. Namun alasan ini tidak selamanya benar. Pasalnya tidak sedikit beberapa kecelakaan justru disebabkan faktor teknis yang dipicu perawatan PT Kereta Api Indonesia yang sangat rendah.

Mantan Direktur Teknik PT KAI Syahrizal Siregar di Jakarta mengungkapkan, PT KAI terpaksa longgar dalam pemeliharaan karena pemerintah tidak membayar biaya perawatan kereta. “BPK bilang kita harus nagih, tapi kita nggak berani naruh di piutang, karena belum tentu datang. Di tatanan perusahaan akan dianggap pendapatan,” kata Syahrizal.

Berdasarkan data PT KAI kecelakaan selama ini sebagian besar disebabkan kereta anjlok atau terguling bahkan hanya 43 persen gerbong dan lokomotif layak beroperasi. Ironisnya, kewajiban pemerintah membiayai pemeliharaan yang mencapai Rp 800 miliar per tahun, selama beberapa tahun tidak dipenuhi sehingga membengkak sampai Rp 11,8 triliun. PT KAI sendiri hanya 13 persen mengalokasikan pendapatan per tahun yang mencapai Rp 2,5 triliun untuk biaya perawatan.(KEN/Aryo Adi Prabowo dan Juli Sasmito)

http://www.liputan6.com/view/7,136090,1,0,1169281868.html

Komentar: Tapi mampu membiayai kebutuhan anggota DPR/DPRD dengan biaya besar (PP 37/2006)

2. Kereta Bengawan Diduga Tak Laik Jalan

Liputan6.com, Banyumas: Kondisi kereta api yang sudah tua diduga menjadi penyebab kecelakaan Kereta Api Bengawan di Banyumas, Jawa Tengah. Kecelakaan kereta pada Selasa dini hari itu menewaskan lima orang dan mencederai seratus lebih penumpang. Namun, Kepala Stasiun Purwokerto Slamet Sriyanto menyebut kondisi kereta masih laik jalan [baca: Penyebab Kecelakaan KA Bengawan Masih Diusut].

Menurut Slamet, KA Bengawan yang terguling di Sungai Kalipager di Desa Rancamaya, Cilongok, Banyumas, itu telah melalui pemeriksaan di Stasiun Purwokerto. Hasil pemeriksaan menunjukkan kereta jurusan Solo-Jakarta itu dinilai laik jalan. Lantaran itulah, Slamet membantah dugaan bahwa kereta ini diberangkatkan dalam kondisi rusak. Slamet pun menjelaskan tidak ada keanehan apa pun ketika kereta ini diperiksa di Stasiun Purwokerto.

Lebih jauh Slamet mengungkapkan, petugas melakukan pengecekan sebelum kereta berangkat. Selanjutnya, petugas tersebut harus membubuhkan tanda tangan di laporan kereta api. “Kalau dia sudah membubuhkan tanda tangan bahwa kereta api laik jalan, berarti kereta itu aman,” tukas Slamet.

Adapun hingga saaat ini, gerbong Kereta Bengawan masih belum dievakuasi dari dasar Sungai Kalipager. Evakuasi masih menunggu datangnya alat berat. Sedangkan puluhan penumpang KA Bengawan yang terluka masih dirawat di rumah sakit setempat.

Sementara buat kepentingan penyelidikan, polisi saat ini memeriksa sebelas saksi, termasuk masinis KA Bengawan. Sejauh ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.(ANS/Yudi Sutomo dan Taufan Yudha)

http://www.liputan6.com/view/7,135980,1,0,1169281890.html

Komentar: Kasihaannn… yang terpaksa membubuhkan tandatangan agar laik jalan…. Kira-kira dipaksa atau sukarela, yah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s