jump to navigation

etika bisnis … masih adakah ? January 30, 2009

Posted by witart in diagnosis, perilaku, wawasan.
Tags: , ,
add a comment

Sekali lagi terungkap, jejak-jejak tentang KESERAKAHAN…

Etika Bisnis Jadi Sorotan di AS
Citigroup Batalkan Pesanan Pesawat Mewah

AP Photo/Dassault Aviation / Kompas Images
Gambar dokumentasi tahun 2005 ini memperlihatkan
pesawat jet mewah untuk kalangan jetset yang diberi
nama Falcon 7X. Pesawat buatan Perancis itu terlihat
terbang di angkasa Bordeaux, Perancis barat daya.
Citigroup telah membatalkan pesanan pesawat serupa
itu karena tekanan dari Gedung Putih.

Kamis, 29 Januari 2009 | 01:03 WIB

New York, Selasa – Sebagian besar perusahaan AS memiliki pengawasan etika. Namun, dengan adanya krisis ini, orang bertanya apa benar hal itu dimanfaatkan dengan baik.

link sebelumnya:
[1] bagi-bagi bonus
[2] bagi-bagi untung di saat bangkrut
[3] sudah bangkrut mita gaji mahal
[4] ketika keserakahan dianggap baik
[5] berjamaah mempermainkan kebangkrutan

[6] its all just one big lie
[7] dampak keserakahan korupsi politik
[8] daftar-korban-madoff

Kejadian seperti kasus Bernard Madoff yang dituduh melakukan skema Ponzi, krisis subprime mortgage, hingga pengeluaran berlebihan para eksekutif Merrill Lynch membuat kepercayaan para investor melemah. Hasilnya, dana investor sebesar 6,9 triliun dollar AS menguap di pasar saham tahun lalu.

”Para investor tidak memercayai perusahaan tempat mereka sebelumnya menanamkan dana. Mereka tidak memercayai laporan keuangan, audit, lembaga pemeringkat obligasi,” ujar Steve Priest, Ketua Grup Etika Kepemimpinan, perusahaan konsultan yang telah bekerja untuk 50 perusahaan terbesar di AS dan perusahaan lain di 40 negara.

Diabaikannya prosedur standar pengucuran kredit serta kurangnya permodalan turut menyebabkan jatuhnya firma keuangan tua dan ternama di Wall Street, seperti Bear Stearns dan Lehman Brothers. Ujungnya adalah pengucuran dana talangan pemerintah ke perbankan sebesar 700 miliar dollar AS. Dampak lain, jutaan keluarga AS mendapati dana simpanan pensiun mereka habis dan ribuan orang kehilangan pekerjaan.

Kejadian ini seharusnya memberi inspirasi agar perusahaan-perusahaan memperbaiki etika bisnis mereka. Akan tetapi, ahli etika bisnis menyatakan, tidak semua perusahaan menanggapi pesan ini.

Kerry Francis, Kepala Divisi Investigasi Perusahaan dari Deloitte Financial Advisory Services, menulis hasil survei yang menunjukkan 63 persen eksekutif yakin penipuan akan meningkat dua tahun ke depan karena resesi ini.

”Saya yakin penipuan akan terus terjadi. Pikiran manusia memiliki kemampuan untuk memiliki perilaku buruk. Itulah sebabnya pengawasan harus ditegakkan. Anda tidak dapat menjalankan perusahaan dengan pemimpin yang menyatakan, saya memercayai para pegawai,” katanya.

Alex Brigham, Direktur Eksekutif pada The Ethisphere Institute, menyatakan, banyak perusahaan yang hanya melakukan janji-janji mengenai etika perusahaan dan kepatuhan.

Brigham menyatakan, hal tersebut terbukti pada perusahaan asuransi raksasa, AIG. Josseph Cassano, pimpinan Departemen Produk Keuangan AIG, tidak menyertakan pegawai pada bidang ketaatan dalam rapat-rapat penting.

Citigroup membatalkan penerimaan pesanan pesawat yang telah dipesan jauh sebelum krisis finansial global terjadi. Citigroup mendapat tekanan dari Gedung Putih.

Juru bicara Gedung Putih mengatakan bahwa membeli pesawat mewah bukanlah tindakan bijaksana. Selain tekanan dari Gedung Putih, Citigroup juga mendapat tekanan dari para politisi yang menyatakan prihatin atas langkah Citigroup yang tahun lalu menerima bantuan talangan dari pemerintah itu.

Dengan pembatalan soal pesawat tersebut, uang muka yang telah dibayarkan akan hilang. Akan tetapi, uang tersebut dapat dikembalikan ke Citigroup jika pesawat itu terjual kepada pihak lain kelak.

Hal itu dikatakan oleh sumber yang paham dengan transaksi itu. Citigroup merencanakan membeli pesawat mewah buatan Perancis, Dassault Falcon 7X, seharga 50 juta dollar AS. Citigroup juga merencanakan mengurangi jumlah pesawat perusahaan dari lima menjadi dua.

Stimulus dibahas

Acara dengar pendapat mengenai rancangan paket stimulus akan dimulai Selasa waktu Washington. Obama berkunjung ke Capitol Hill untuk bertemu dengan anggota DPR dan para senator dari Partai Republik yang skeptis dengan rencana tersebut.

Kubu Republik menginginkan tambahan dana stimulus berupa pengurangan pajak dan pemberian insentif tambahan pada paket stimulus ekonomi itu. Di sisi lain, mereka menginginkan pengurangan anggaran pemerintah dari 550 miliar dollar AS.

Rencana paket stimulus itu berjumlah 816 miliar dollar AS. Dari jumlah itu, akan dikucurkan dana sebesar 525,5 miliar dollar AS atau 64 persen melalui pengeluaran pemerintah dan dalam bentuk pengurangan pungutan pajak dalam jangka waktu 16 bulan.

Pekan lalu, Direktur Anggaran Obama, Peter Orszag, mengatakan, pemerintah bertekad mengucurkan setidaknya 75 persen dari paket stimulus pada 30 September 2010. (AP/AFP/Reuters/joe)

sumber:
kompasCetak

guru tapal batas January 30, 2009

Posted by witart in diagnosis, upah, wawasan.
Tags: , , ,
1 comment so far

link sokola rimba

menyepi di tapal batas
tulus memberi pelita pengetahuan
ikhlas menjalin pemahaman kemanusiaan

Joni, Guru di Tapal Batas Borneo
Jumat, 30 Januari 2009 | 00:42 WIB
Oleh C Wahyu Haryo PS dan Ahmad Arif

Pernah menjadi buruh bangunan, penambang emas, tukang ojek, hingga pemborong, Joni tidak bisa mengingkari panggilan hati untuk menjadi guru. Suara hati itu pula yang membuat dia bertahan menjadi satu-satunya guru di dusun terujung di Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Sarawak, Malaysia.

Mimpi Joni sejak kecil adalah menjadi guru. Setelah menyelesaikan sekolah menengah pertama, dia pun masuk sekolah pendidikan guru (SPG) di kota kelahirannya, Sanggau, dan tamat tahun 1986. Namun, setelah ijazah dikantungi, surat-surat lamarannya menjadi guru tak kunjung berbalas.

Terdesak kebutuhan hidup, ia merantau ke Pontianak. Di ibu kota Provinsi Kalbar itu dia menjadi kuli bangunan. ”Pekerjaan mulai dari tukang aduk semen sampai menjadi pemborong pernah saya jalani,” katanya.

Setelah tiga tahun di Pontianak, Joni pulang kampung dan menerima tawaran mengajar sebagai guru bantu di SD Sungai Daun meski dengan bayaran Rp 75.000 per bulan.

”SD Sungai Daun hanya sekolah ’mini’. Muridnya sedikit, kadang juga tidak ada anak-anak yang datang,” katanya.

Mimpinya menjadi guru sudah terwujud, tetapi dia tidak bisa abai terhadap kenyataan hidup. Gaji sebesar itu jelas tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Dia terpaksa bekerja sambilan sebagai tukang ojek.

Sesekali dia pergi ke hutan menjadi buruh di penambangan emas di daerah Tekalong, Melenggang, Balai Karangan. ”Kerja di tambang emas sangat berat. Kita harus menggali tanah, banyak yang mati tertimbun tanah,” kata Joni.

Di penambangan tersebut, ia tinggal di pondok kayu beratap terpal plastik. ”Panas kepanasan, hujan kehujanan. Kerjanya berat, makan seadanya, tetapi hasilnya tak seberapa,” ujarnya.

Ke perbatasan

Tahun 2003 menjadi tonggak perjalanan Joni sebagai guru ketika ia mendapat tawaran menjadi guru honorer di SDN 16 Gun Jemak, Desa Suruh Tembawang, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau.

Di dusun yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Entikong tersebut, Joni menjadi guru bersama Katarina, Kepala SDN 16 Gun Jemak. Mereka mengajar anak-anak Dayak di pedalaman itu.

Belum ada jalan darat untuk menjangkau Gun Jemak, salah satu desa terujung di Kalbar yang berbatasan dengan negara bagian Sarawak. Satu-satunya transportasi adalah menyusuri Sungai Sekayam ke arah hulu dengan perahu motor.

Perjalanan menyusuri Sungai Sekayam itu bukan pula perkara mudah. Ketika air sungai pasang, waktu tempuh dari Entikong ke Dusun Gun Jemak sekitar 7 jam. Namun, jika air surut, waktu tempuhnya mencapai 12 jam, bahkan bisa lebih. Saat melewati beberapa titik sungai yang dangkal, penumpang harus turun ke sungai dan menarik perahu.

Belum lagi risiko besar menghadang saat mengarungi puluhan riam di Sungai Sekayam. Jika tidak lihai mencari celah melewati riam, bisa-bisa perahu pecah menghantam bebatuan.

”Saya sudah biasa sengsara, tidak masalah jika harus bertugas di pedalaman,” kata Joni yang pada awal mengajar sebagai guru honorer dibayar Rp 400.000 per bulan.

Gaji sejumlah itu tentu tidak sebanding dengan biaya hidup di daerah terpencil. Apalagi saat itu istri dan seorang anaknya langsung diboyong untuk tinggal bersamanya.

Untuk mengambil gaji, ia harus turun ke Entikong menumpang perahu warga dengan ongkos pulang pergi Rp 100.000. Dengan sisa gaji Rp 300.000 itulah ia bertahan tinggal menumpang di rumah salah seorang warga.

Dua tahun menjadi guru honorer, Joni lulus tes calon pegawai negeri sipil (CPNS). Tes tersebut adalah yang kedua yang dia ikuti setelah tahun sebelumnya gagal. Tahun 2005 Joni resmi diangkat menjadi guru negeri.

Awal menjadi PNS, ia menempati golongan IIB dengan gaji kotor Rp 1,8 juta. Untuk menunjang transportasinya, setelah diangkat menjadi PNS ia meminjam uang di bank guna membeli sampan seharga Rp 800.000 dan mesin 10 PK bekas pakai seharga Rp 6 juta.

November 2008 banjir besar melanda sungai di Gun Jemak. Banyak sampan warga yang ditambat di sungai hanyut dan perahu pecah. ”Mesin dan sampan saya juga hancur, padahal pinjaman di bank belum lunas,” katanya.

Joni terpaksa mengutang lagi. Kali ini pada Credit Union (CU) sejumlah Rp 15 juta. ”Perahu sangat penting di sini. Tanpa itu saya tidak bisa ke mana-mana. Saya terpaksa mengutang lagi,” katanya.

Tunjangan untuk guru terpencil dari pemerintah daerah Rp 13 juta per tahun yang baru dia terima sejak tahun 2007 langsung ludes untuk menambal utang. Ditambah beban pinjaman terdahulu, ia masih harus mengangsur pinjaman Rp 1,4 juta setiap bulan. Praktis ia bertahan dengan gaji Rp 400.000 sebulan.

Di sela kegiatan belajar dan mengajar, Joni juga menghabiskan waktu di ladang. ”Saya bersyukur karena orangtua murid di sini mau mengerti kondisi saya. Mereka meminjamkan sedikit lahan untuk saya berladang. Tiap tahun panen sekitar enam karung padi, 40 kilogram per karung,” katanya.

Satu-satunya

Tugas Joni makin berat ketika pada Februari 2008 Katarina pindah tugas mengajar ke kota Kecamatan Entikong. Joni menggantikan tugas Katarina sebagai kepala sekolah dan menjadi satu-satunya guru di Gun Jemak. Sendirian ia mengajar 98 siswa dari kelas I hingga kelas VI.

Untuk memudahkan pembelajaran, Joni mengelompokkan siswa kelas I dan II dalam satu ruangan. Begitu pula dengan siswa kelas III dan IV serta siswa kelas V dan VI. Dinding papan penyekat ruangan dilepas sehingga ia bisa berjalan leluasa ke ruang kelas lain.

Namun, kata Joni, tetap sulit mengharapkan kualitas pendidikan yang baik jika kondisinya masih seperti itu. ”Siswa kelas I dan kelas II perlu mendapat perhatian khusus karena mereka masih kecil. Adapun siswa kelas VI juga tengah bersiap menghadapi ujian nasional,” katanya.

Joni harus mati-matian membagi perhatian, tenaga, dan waktu untuk siswa-siswanya. Kesibukan mengajar membuat Joni harus menangguhkan keinginan untuk sekolah lagi. Setahun terakhir ia sebenarnya sudah mendaftar ikut kuliah jarak jauh di Entikong dengan waktu belajar dua hari seminggu. Dia berangkat ke Entikong hari Jumat petang dan kembali ke Gun Jemak pada Senin siang.

”Saya sudah bayar Rp 1,5 juta per semester,” katanya.

Namun, sebulan terakhir Joni tidak lagi masuk kuliah. ”Di samping berat ongkos perjalanannya yang mencapai hampir Rp 1 juta, saya tidak tega meliburkan sekolah tiap Senin,” katanya. Padahal, kuliah itu satu-satunya harapan Joni untuk bisa menaikkan golongan pangkatnya yang berarti menaikkan gajinya.

”Saya tidak berharap dipindah ke tempat lain. Namun, kalau boleh meminta, saya harap segera ada guru lain untuk membantu mengajar di sini,” kata Joni.

sumber:
kompasCetak

pungli dihapus – tarif turun January 22, 2009

Posted by witart in diagnosis, perilaku, wawasan.
Tags: , ,
add a comment

Pungli Dihapus, Organda Jamin Turun Tarif
Kamis, 22 Januari 2009 | 08:50 WIB

PADANG, KAMIS — Ketua Umum Organda UT Murphy Hutagalung memastikan Organda segera menurunkan tarif angkutan bila pemerintah berani menjamin seluruh pungutan liar atas angkutan penumpang dan barang bisa dihapuskan.

“Organda tidak keberatan menurunkan tarif angkutan bila pungli (pungutan liar) oleh aparat dan preman bisa ditiadakan,” kata Murphy dalam sambutan penutupan Musyawarah Kerja Nasional Organda di Padang.

Dari penelitian The Asia Foundation yang disampaikan tahun 2008 disebutkan bahwa pungutan di jalan untuk angkutan barang rata-rata Rp 532.000 per bulan. Penelitian yang dilakukan di sejumlah daerah di Indonesia itu menunjukkan bahwa pungutan resmi dan tidak resmi dibagi dalam tiga pos, yakni polisi-preman-dishub, jembatan timbang, serta retribusi. Kebutuhan itu belum termasuk biaya rutin keamanan rata-rata Rp 60.000 per bulan, dan biaya perizinan Rp 61.000 per bulan.

Murphy mengatakan, selama ini Organda selalu dituntut memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Namun, Organda mempunyai aneka masalah yang tidak bisa diselesaikan sendiri oleh organisasi. Selain masalah sarana, infrastruktur, dan ketidakberpihakan peraturan pada transportasi darat, persoalan yang cukup pelik harus dipikul oleh Organda adalah pungli.

Karena itulah, penurunan BBM oleh pemerintah sejak tanggal 15 Januari lalu hanya memberikan pengaruh sangat sedikit kepada pengusaha transportasi darat. Belum lagi harga onderdil yang hingga kini terus melambung 20-100 persen.

Hemat Rp 20 triliun

Ketua Departemen Angkutan dan Prasarana Organda Rudy Thehamihardja memperkirakan, dana yang bisa dihemat bila pungli diberantas total hampir mencapai Rp 20 triliun per tahun di seluruh Indonesia.

Soedirman, Ketua Dewan Pimpinan Unit Angkutan Khusus Pelabuhan Organda DKI Jakarta, mengatakan, untuk kebutuhan uji berkala atau KIR, biaya resmi Rp 75.000-Rp 90.000 per mobil, nyaris tidak berlaku. Pemilik mobil diharuskan membayar hingga Rp 300.000 untuk mendapatkan surat uji berkala.

“Kalau kita mengikuti ongkos resmi, KIR tidak akan keluar karena ada aneka persoalan seperti ada kebocoran, bagian mobil yang keropos, dan sebagainya. Padahal, uji berkala itu dilakukan tiap 6 bulan sekali. Itu baru salah satu contoh pengurusan surat izin. Belum lagi untuk perpanjangan STNK, izin trayek, dan sebagainya,” kata Soedirman.

Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan DPP Organda Tejokusumo mengatakan, pemberantasan pungli membutuhkan pemimpin yang berani bersikap meninggalkan pungli yang telanjur dibiarkan puluhan tahun ini. Dengan kepemimpinan yang kuat, ada harapan untuk menghapus pungli. (Agnes Rita Sulistyawaty )

sumber:
kompasCom

gaji guru swasta di bawah UMK January 21, 2009

Posted by witart in diagnosis, upah.
Tags: ,
add a comment

ada yang menerima gaji Rp 54.000 per bulan.

hemmmm… KETERLALUAN… Pantas orang-orang yayasan pada ketakutan dengan UU BHP… Karena itu bisa mengganggu kenikmatan memerah keringat para guru…

Gaji Guru Swasta di Bawah UMK
Selasa, 20 Januari 2009 | 01:34 WIB

Medan, Kompas – Sebagian besar dari 24.977 guru swasta di Medan menerima gaji di bawah upah minimal kota, bahkan ada yang menerima gaji Rp 54.000 per bulan.

”Rata-rata gaji guru swasta di Medan masih di bawah upah minimal kota (UMK) Medan Rp 1,02 juta per bulan,” kata Ketua Persatuan Guru Swasta Indonesia Medan Partomuan Silitonga, Senin (19/1) di Medan, seusai pertemuan pelatihan implementasi kinerja guru swasta.

Hanya 400 guru yang mendapatkan tunjangan profesi. Selama ini, menurut Silitonga, ada ketimpangan kesejahteraan antara guru swasta dan guru negeri. Sudah ribuan guru negeri di Medan mendapatkan tunjangan profesi. Gaji pokok mereka pun jauh di atas gaji guru swasta. ”Kami ingin pemerintah daerah membantu meningkatkan kesejahteraan guru swasta,” katanya.

Guru Sekolah Dasar Al Wasliyah II Medan, Gati Sekarningsih (43), menerima gaji Rp 400.000 per bulan, padahal Gati sudah menjadi guru selama 22 tahun.

Gati mengatakan, masih banyak guru swasta yang menerima gaji lebih rendah daripada dirinya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Gati mencari tambahan penghasilan. Ibu dua anak ini sering menerima honor dari pelatihan keguruan.

Kepala Dinas Kota Medan Hasan Basri mengatakan, para guru tidak bisa disamakan dengan pegawai biasa. Ada undang-undang sendiri, yakni Undang-Undang tentang Guru.

Saat ini banyak prosedur untuk mendapatkan bantuan kesejahteraan. Salah satunya adalah tunjangan profesi yang bisa diperoleh guru swasta jika memiliki jam mengajar minimal 24 jam seminggu. ”Jika jam mengajarnya empat jam seminggu, jelas pendapatannya minim. Kalau mengajarnya lebih dari 24 jam seminggu, tentu bisa mendapatkan tunjangan,” kata Hasan.

Kesejahteraan guru berkorelasi dengan jumlah jam mengajar. Jika keberatan dengan sistem ini, mereka perlu mempertimbangkan lagi niat untuk menjadi guru. (NDY)

sumber:
kompasCetak

Rekening Liar di MA Mulai Diselidiki KPK January 21, 2009

Posted by witart in diagnosis, wawasan.
Tags: , ,
add a comment

yang rekening liar.. lah…. yang salah administrasi.. lah …. yang tidak sesuai undangan… lah…. Bilang aja bahwa itu adalah korupsi….

Biaya Perkara Diduga Terkait
Rekening Liar di MA Mulai Diselidiki KPK
Rabu, 21 Januari 2009 | 00:27 WIB

Jakarta, Kompas – Penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dengan dugaan keberadaan rekening liar di Mahkamah Agung menyangkut pula pengelolaan biaya perkara di lembaga tersebut. Sebab, dua hal itu diduga berkaitan.

”Penyelidikan tetap dalam payung rekening liar yang menurut laporan Departemen Keuangan ke KPK bahwa di MA ada 102 rekening. Namun, sejumlah hal yang diduga terkait dengan rekening liar itu juga akan diselidiki,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Selasa (20/1) di Jakarta.

Terkait penyelidikan kasus ini, Selasa, KPK meminta klarifikasi Sekretaris MA Rum Nessa dan Kepala Biro Keuangan MA Darmawan S Jamian. Pada Senin lalu Kepala Biro Hukum dan Humas MA Nurhadi juga datang ke KPK untuk memberikan klarifikasi.

Ketika akan meninggalkan Gedung KPK, Darmawan mengaku tidak tahu persis yang dimaksudkan dengan rekening liar. Rekening di lingkungan peradilan lebih dari 102 buah dan tersebar di 54 pengadilan di Indonesia. Rekening itu dibuat sesuai prosedur dan ada sejak pengadilan tersebut berdiri. Berbagai rekening itu umumnya dipakai untuk menampung biaya perkara. Rum Nessa mengatakan, MA hanya memiliki dua rekening.

Penyelidikan KPK terhadap pengelolaan biaya perkara di MA sebenarnya dimulai sejak pertengahan 2008. Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat, ada biaya perkara sebesar Rp 31,1 miliar tahun 2005-2007 yang tak jelas pengelolaannya. Angka sebesar itu diperoleh ICW dari penghitungan terhadap jumlah perkara yang masuk ke MA. Data diperoleh dari Laporan Tahunan MA Tahun 2005-2007.

Masalah pengelolaan biaya perkara itu juga sempat membuat Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Anwar Nasution melaporkan Ketua MA (saat itu) Bagir Manan ke polisi. Bagir menolak adanya audit terhadap biaya perkara. Keduanya didamaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka sepakat menunggu terbitnya peraturan pemerintah terkait dengan penerimaan negara bukan pajak di pengadilan.

Tak sesuai undangan

Secara terpisah di MA, Nurhadi menjelaskan, dirinya dimintai keterangan KPK terkait biaya perkara. Hal itu tidak sesuai surat undangan yang dikirimkan KPK yang mencantumkan, dirinya akan dimintai keterangan terkait rekening liar di tubuh MA.

”Saya sudah menyiapkan datanya, tetapi di sana malah ditanyai biaya perkara,” ujar Nurhadi. Ia menambahkan, ”Saya tidak mengerti apa kaitannya rekening liar itu dengan biaya perkara. Saya kan jauh dari itu semua.”

Nurhadi yang diperiksa selama tiga jam, Senin lalu, mengaku ditanyai sekitar tugas pokoknya sebagai Kepala Biro Hukum dan Humas serta proses terbitnya surat keputusan Ketua MA (SK KMA) terkait biaya perkara. Ia mengaku ditunjukkan dua SK KMA yang ditandatangani Ketua MA Sarwata dan Ali Said.

”Saya mengatakan, hal itu tergantung kebiasaan. Ada yang melalui rapat pleno, yaitu rapat yang dihadiri seluruh pimpinan, hakim agung, serta pejabat eselon I dan II. Ada pula yang hanya melalui rapat pimpinan (rapim). Tetapi, setidak-tidaknya yang harus dilalui adalah rapat pimpinan karena itu policy (kebijakan) pimpinan,” ujar dia lagi.

Selain Nurhadi, sejumlah pejabat MA pernah diperiksa KPK. Bahkan, Darmawan sudah tiga kali dipanggil oleh KPK.

KPK juga pernah memeriksa Kantor MA untuk mengambil data terkait biaya perkara pada pertengahan Juni 2008. Tim KPK memeriksa ruang Panitera MA, Panitera Muda Perdata, Perdata Niaga, dan Tata Usaha Negara di lantai empat dan lima Gedung MA. KPK juga minta keterangan dari Panitera MA Sareh Wiyono dan panitera lain. (nwo/ana)

sumber:
kompasCetak

Krisis ?? Siapa bilang …. January 19, 2009

Posted by witart in diagnosis, wawasan.
Tags: , ,
1 comment so far

Mungkin orang-orang kaya kita lebih kasihan kepada nasib toko-toko kelontong di Singapura, daripada memikirkan pengangguran dan kelaparan di negeri sendiri…

Orang Indonesia yang Belanja ke Singapura Tetap Banyak
Senin, 19 Januari 2009 | 06:38 WIB

JAKARTA, SENIN – Pelancong asal Indonesia yang menghabiskan akhir pekan di Singapura diantaranya dengan berbelanja dan menghabiskan waktunya di tempat wisata tak berkurang. Krisis finansial global rupanya belum berpengaruh.

Orchad Road, salah satu pusat perbelanjaan yang selama ini menjadi tempat favorit pelancong asal Indonesia berbelanja, sampai saat ini ternyata tetap banyak diminati.

Chin Siew Shiew, pedagang eceran di Orchad Road, mengatakan mereka yang berbelanja terutama di tokonya dan beberapa toko lainnya didekatnya 65 persen diantaranya berasal dari Indonesia. “Sebanyak 25 persen lainnya dari Filipina, dan lainnya campur-campur asalnya,” kata Chin peritel yang terletak di Lucky Plaza ini.

Dia mengatakan akhir pekan, Jumat sampai Minggu, merupakan waktu yang paling beruntung bagi para pedagang di sekitar tempat tersebut. Pasalnya itu waktu terbanyak, pelancong asal Indonesia yang masuk Singapura. “Orang Indonesia paling suka beli suvenir. Terutama yang bertuliskan Singapura. Ada baju, gantungan kunci, dan sebagainya,” katanya.

Chin optimistis krisis tak akan menyurutkan niat orang Indonesia melancong di Singapura, terutama membeli ole-ole di tokonya itu. Tak heran dia hendak melebarkan tokonya dua bulan mendatang.

Seorang Pemandu Wisata asal Melayu mengatakan jumlah pelancong dari Indonesia sepertinya tetap sama dengan bulan-bulan sebelumnya. Dia mengaku rutin tiap pekan mengantar rombongan asal Indonesia untuk memandu mereka di Singapura.

Pelancong Indonesia memilih Singapura untuk berakhir pekan karena hanya butuh dua jam penerbangan ke negeri tetangga Indonesia itu. Juga cukup banyak warga Singapura yang memilih liburan di Indonesia seperti Bali atau untuk tujuan bisnis. Kebijakan bebas fiskal bagi pemilik NPWP diduga menambah jumlah wisatawan ke Singapura, apalagi banyak maskapai penerbangan ke negara itu sedang promosi tarif.

Tak heran semakin banyak maskapai penerbangan yang membuka rute tujuan Singapura. Terakhir, Maskapai Penerbangan Sriwijaya Air membuka rute baru Jakarta-Singapura (pp) tiap hari.

Direktur Komersial Sriwijaya Air Toto Nursatyo mengatakan kebijakan maskapai membuka rute baru ke luar negeri memang banyak dipertanyakan berbagai pihak. Per November 2008 lalu setidaknya 3.800 penumpang per hari dilayani rute Jakarta-Singapura. Menurut dia dari statistik yang ada rute ini mengalami peningkatan jumlah penumpang tiap tahun. “Pertanyaannya siapa yang akan mendapatkan tambahan penumpang itu,” kata dia.

Hasanuddin Aco, Persda Network
sumber:
kompasCetak

daftar angka buta huruf January 17, 2009

Posted by witart in diagnosis, wawasan.
Tags:
add a comment

tematik : buta huruf

1 15 Januari 2009 11.000 Warga Lamongan Buta Huruf
kompasCom
2 08 Januari 2009 3.700 Warga Purworejo Masih Buta Huruf
radarJogya
3 15 Desember 2008 8 Ribu Warga Kota Bandung Buta Huruf
tempoInteractif
4 15 September 2008 13.373 Warga Lebak Masih Buta Huruf
antara
5 9 September 2008 1.287 Warga Tasikmalaya Buta Huruf
okezone
6 11 April 2008 4.526 Warga Bantul Buta Huruf
kompasCom
7 14 Maret 2008 3.500 Warga Solo Buta Aksara
sarisolo
8 29 Juli 2007 96 Ribu Lebih Warga Tangerang Buta Huruf
tempointeractive
9 9 Mei 2007 Hampir 20.000 Warga Sikka Buta Huruf
beritaSore
- Total 161386

paket stimulus January 15, 2009

Posted by witart in diagnosis, sistem informasi, wawasan.
Tags: ,
1 comment so far

Berikut ini merupakan koleksi artikel tentang paket stimulus yang silakukan pemerintah seluruh dunia, termasuk Indonesia. Semoga menjadi bahan belajar kita bersama untuk nantinya menyikapi hadirnya paket stimulus itu di tengah kehidupan kita.

[1] Ini paket stimulus pada berbagai negara di seluruh dunia
Apakah Indonesia hanya akan andalkan KUR ?
Senin, 08 Desember 08 – oleh : Triharyo (Hengki)

Disaat-saat krisis seperti ini, para pelaku bisnis dan juga tentunya masyarakat mengharapkan para pemimpin bangsanya untuk mengambil berbagai inisiatif, agar pengaruh dari krisis finansial bisa diatasi, ataupun minimal dikurangi dampaknya.

Nampaknya pemerintah Indonesia akan terus mengandalkan program-program Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sebagai pendorong dan stimulus untuk mengatasi krisis kali ini. lengkap nya…

[2] Paket Stimulus menurut temuan Triharyo

* Amerika serikat akan menerapkan US $ 1 Trillion stimulus package ditujukan untuk membangun jembatan, jalan raya, sekolah, broadband internet, perawatan kesehatan dan program energi efisiensi.
* China telah meluncurkan US $ 586 Billion stimulus package yang mencakup pembangunan jalan, rel kereta api, lapangan terbang, jaringan listrik, juga program-program jaringan sosial, seperti kepemilikan tanah, program perumahan dan juga kerusakan lingkungan
* Jepang juga baru saja menginisiasi US $ 276 billion stimulus package yang bentuknya memberikan uang cash langsung, pengurangan pajak untuk kredit kepemilikan rumah, memotong biaya jalan toll dan program-program untuk menciptakan pekerjaan
* Itali baru juga mengusulkan US $ 101 Billion stimulus package yang bertujuan untuk membangun infrastruktur, membantu industri perbankan dan juga diperuntukan kepada masyarakat miskin
* Perancis melaksanakan US $ 32.9 Billion stimulus package untuk membantu industri automobile, industri perumahan, mempercepat proyek infrastruktur, dan memberi bantuan dana kepada perusahaan yang menerima pegawai baru.
* Inggris baru saja mengumumkan US $ 30 Billion stimulus package untuk menurunkan VAT (PPN) dari 17.5% ke 15% akan tetapi juga meningkatkan pajak penghasilan bagi orang kaya dari 40% ke 45%
* Jerman telah menyetujui US $ 29 Billion stimulus package untuk mengurangi pajak kendaraan, dan bantuan kredit lunak bagi perusahaan yang sedang mengalami kesulitan
* Taiwan juga baru menyampaikan US $ 14.8 Billion stimulus package untuk pembangunan proyek-proyek infrastruktur
* Peru akan mengeluarkan US $ 13.2 Billion stimulus package untuk membangun perumahan, jalan raya, dan berbagai proyek
* Korea selatan akan membelanjakan US $ 11 Billion stimulus package untuk membangun proyek infrastruktur seperti jalan, sekolah, universitas, rumah sakit, dan juga pengusaha kecil dan menengah akan menerima bantuan.
* Australian juga meluncurkan US $ 6.3 Billion stimulus package dimana 87% dari dana tersebut akan langsung dikirimkan kepada para pensiunan di negara tersebut.
* India mengusulkan US $ 4 Billion stimulus package untuk menurunkan VAT (PPN), proyek infrastruktur, usaha kecil dan menengah serta industri-industri padat karya yang mengutamakan export seperti textile dan kerajinan tangan
* Malaysia akan mengeluarkan US $ 1.9 Billion stimulus package untuk mendorong investasi

sumber1

[3] Stimulus Sulit Diserap Secara Total di 2009
Suhendra – detikFinance : Rabu, 14/01/2009 17:59 WIB

Jakarta – Stimulus yang digelontorkan pemerintah sebesar Rp 27,5 triliun diperkirakan sulit terserap secara penuh pada tahun 2009, sehingga tidak akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga 5%.

Terutama dalam stimulus yang terkait dengan proyek pemerintah termasuk infrastruktur karena berdasarkan pengalaman penyerapan APBN selama ini selalu rendah.

Hal ini disampaikan oleh Ekonomi Standard Charter Bank Fauzi Ikhsan di Gedung Graha Niaga, Jakarta, Rabu (14/1/2009).

“Stimulus fiskal tidak semuanya bisa direalisasikan kalau pengalaman sebelumnya daya serap APBN itu selalu lambat. Mengejar 5% sulit, asalkan proyek kita berjalan dengan tepat waktu, tapi karena alasan pemilu bisa saja pemerintah mempercepat proyek,” katanya.

Ikhsan menegaskan yang penting sekarang ini selain program stimulus, pemerintah juga harus bisa merealisakan dengan cepat anggaran belanja infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan dan lain-lain.

Menurutnya jika stimulus bisa direalisasikan dengan tepat waktu pada tahun ini maka target pertumbuhan ekonomi dari 4,5% sampai 5% bisa tertolong.

Dikatakannya pengalaman beberapa tahun terakhir daya serap APBN dan APBD selalu rendah sehingga bisa berimplikasi juga bagi program stimulus.

“Pembangunan infrastruktur harus lebih cepat pengalaman sebelumnya, manfaatnya tidak akan dirasakan pada semester satu,” jelasnya.
(hen/qom) detikFinance

binatang seperti apakah Manifes itu ??? January 13, 2009

Posted by witart in diagnosis, transportasi, wawasan.
Tags: , , , ,
add a comment

Tematik : tiket dan identitas penumpang, alias manifes penumpang

Anak bangsa ini kembali mengulangi kesalahan… yang fatal. Hal sepele, sekedar catatan atau administrasi, dianggap bukan pekerjaan bergengsi. Dan jika catatan atau administrasi itu menyangkut sejumlah nyawa orang, yang akan menggunakan transportasi laut atau udara, maka ketika terjadi musibah, ketahuan deh, manifest penumpang tidak ada atau tidak lengkap. manifes penumpang

Masih teringat beberapa waktu yang lalu, manifes Adam Air yang tenggelam di selat Makasar, tidak akurat. Lalu ada kejadian konyol, ketika pesawat Garuda jatuh di Jogya, ada dua orang yang bukan penumpang, ikutan berobat gratis di salah satu rumahsakit rujukan. Rumah sakitnya kemudian mencak-mencak…. karena tidak jelas siapa yang menanggung biayanya, di kedua pasien sudah kabur… :-) misteri munawaroh dan yuliana

Manifes, catatan, administrasi, memang merepotkan…. terutama bagi yang tidak terbiasa dengan budaya informasi…

45 Nama Tak Ada di Manifes
Sebanyak 232 Korban Masih Dicari, Pemilik Kapal Mulai Diperiksa
Selasa, 13 Januari 2009 | 03:00 WIB


KOMPAS/ARYO WISANGGENI GENTHONG / Kompas Images
Salah satu korban tenggelamnya Kapal Motor Teratai Prima
0 yang selamat, Daeng Gassing (kedua dari kiri),
menenangkan ibu mertuanya, Rasina Daeng Kinang
(ketiga dari kiri), yang menangis seusai bertemu dengannya
di Parepare, Sulawesi Selatan, Senin (12/1). Dalam
kecelakaan yang terjadi di perairan Tanjung Baturoro pada
Minggu dini hari itu, mertua Daeng Gassing yang bernama
Daeng Sutte dan anaknya yang bernama Irsan (9) hilang
dan belum ditemukan.

Parepare, Kompas – Hari kedua musibah, 12 penumpang KM Teratai Prima 0 yang tenggelam Minggu (11/1) siang, ditemukan selamat di perairan Baturoro, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Senin.

Satu penumpang yang belum jelas jatidirinya, kemarin, ditemukan tewas. Di luar itu, hingga pukul 20.26 semalam, polisi menerima laporan dari kerabat para korban, sedikitnya 45 nama penumpang ternyata tidak tercatat pada salinan manifes.

perkembangan : Kamis, 15 Januari 2009 10:21 WIB
Nasib Penumpang Teratai Prima Makin tidak Jelas

PARE PARE–MI: Cuaca buruk di sekitar lokasi tenggelamnya KM Teratai Prima di perairan Majene Sulawesi Barat dan Selat Makassar menghambat pencarian penumpang yang belum ditemukan hingga saat ini.

“Dalam dua hari terakhir sejak musibah kecelakaan laut tersebut, tim SAR tidak menemukan penumpang baik yang selamat maupun yang meninggal,” kata penanggung jawab posko penanganan korban KM Teratai Prima, Thomas Luter Biuk, di Pelabuhan Cappa Ujung Pare Pare, Kamis.

“Cuaca ekstrim dengan tinggi gelombang tiga hingga empat meter menjadi kendala utama dalam upaya evakuasi, padahal upaya pencarian korban dengan mengerahkan sebanyak delapan kapal yang didukung KRI Untung Senopati dan satu pesawat udara sudah maksimal,” ujarnya.

Jumlah penumpang yang ditemukan selamat hingga Kamis pagi (15/1) yang diterima Posko Cappa Ujung sebayak 35 orang dan dua orang meninggal, sehingga sebanyak 213 dari 250 orang yang terdaftar dalam manifes belum diketahui nasibnya.mediaIndonesia1

Ini berarti, hingga Senin malam, sedikitnya 232 korban belum ditemukan dan masih dicari keberadaannya. Dengan demikian, hingga Senin malam, total penumpang yang ditemukan selamat berjumlah 26 orang.

Namun, Senin kemarin, pencarian para korban di tengah laut terhalang cuaca buruk, dan kesulitan mendapat bahan bakar minyak bagi tim SAR (search and rescue).

Belum lagi kasus tenggelamnya KM Teratai Prima 0 terungkap, sebuah kapal cepat yang mengangkut 19 tenaga kerja Indonesia (TKI) secara ilegal dari Pasir Rengit, Malaysia, terbalik di sekitar perairan internasional. Dari 19 TKI, 15 berhasil diselamatkan kapal feri Indomas dan empat orang TKI diperkirakan hilang di laut.

Demikian dikemukakan Direktur Polisi Perairan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau Ajun Komisaris Besar Yassin Kosasih di Batam, Senin

Laporan kerabat

Ratusan kerabat para korban kemarin memenuhi Kantor Administratur Pelabuhan Parepare, mencari keberadaan keluarga mereka.

Pos Polisi Cappa Ujung Kepolisian Resor Parepare menerima pengaduan dari para keluarga korban yang namanya tidak terdaftar di salinan manifes (daftar penumpang kapal) yang diumumkan Adpel Parepare.

Sepanjang Senin siang, empat korban diselamatkan perahu nelayan. Pada Senin malam, sebuah kapal cargo, MV CGL, menyelamatkan tujuh orang korban. Sementara KRI Untung Surapati menyelamatkan seorang korban lainnya, dan menemukan jenazah seorang wanita yang belum dikenali.

SAR Mission Coordinator pencarian korban KM Teratai Prima 0 Kolonel (P) Jaka Santosa menyatakan, tujuh korban yang ditemukan MV CGL langsung dievakuasi ke Makassar, Senin malam. Jaka menyatakan pencarian para korban masih dilakukan hingga Senin malam.

Cuaca buruk juga mengakibatkan KRI Samalona yang diberangkatkan dari Makassar Minggu malam, gagal mencapai perairan Majene. Senin pagi, KRI Samalona memutuskan berlabuh di Parepare.

”Pada pukul 12.00, kami kembali mencoba keluar dari Parepare. Tetapi cuaca kembali buruk, dan tinggi ombak mencapai 4 meter. Karena kapal kami tidak bisa menembus gelombang tinggi itu, kami memutuskan kembali ke Parepare,” kata Komandan KRI Samalona Letda (P) Junaidi di Pelabuhan Parepare.

Kapal patroli Kesatuan Pengamanan Lepas Pantai (KPLP) Jakarta, KN Alugara, sepanjang Senin siang juga tertahan di Pelabuhan Parepare karena kesulitan mencari bahan bakar solar.

Komandan KN Alugara, Samsuh A Ilyas, di Pelabuhan Parepare mengatakan, untuk pengoperasian 12 jam per hari, kapal berawak 25 orang itu harus diisi 12.360 liter solar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulsel dan Barat Komisaris Besar Hery Subiansauri mengatakan, satu kapal Mabes Polri dari Kalimantan dan satu kapal lainnya dari Palu juga telah dikerahkan untuk ikut mencari. ”Polda Sulselbar juga mendirikan Pos Disaster Victim Identification untuk membantu penanganan para korban,” kata Hery.

Membingungkan

Para kerabat korban yang ingin memperoleh informasi tentang nasib familinya, menjadi bingung karena salinan manifes KM Teratai Prima 0 yang ditempelkan di Kantor Adpel Parepare ternyata tidak mencantumkan banyak nama penumpang. ”Suami saya berangkat bersama menantu dan cucu saya menuju Kalimantan. Menantu saya termasuk satu dari 18 orang yang ditemukan selamat, namanya Daeng Gassing. Akan tetapi nama suami saya, Daeng Sutte', dan nama cucu saya Irsan yang baru umur tujuh tahun tidak ada dalam daftar penumpang. Padahal mereka bertiga berangkat bersama,” kata Ny Rosina Daeng Kinang (45).

Keluhan serupa datang dari Rudi Alfian (17), korban yang diselamatkan bersama Gassing, dan namanya tidak tercantum dalam manifes. Rudi naik kapal bersama ayah-ibunya, dan seorang adiknya dengan membeli tiket di atas kapal. ”Saya terpisah dari ibu saya, Siti Aminah. Juga ayah saya Rais. Adik saya yang berumur sepuluh tahun, juga masih hilang,” katanya.

Andi Cahaya (50) penumpang lain juga bingung mencari kabar adik bungsunya Andi Baso Usman (40), sebab di manifes yang tercatat nama Andi Aso (23).

Pemilik diperiksa

Kepolisian Kota Besar Samarinda, kemarin, memeriksa Muhammadong, pemilik KM Teratai Prima 0, yang berlayar dari Parepare (sulsel) ke pelabuhan Samarinda (Kaltim). ”Muhammadong masih diperiksa dan bila diperlukan di Sulawesi, akan kami serahkan,” kata Menurut Kepala Polda Kaltim Inspektur Jenderal Andi Masmiyat kepada kerabat korban di markas Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Samarinda, jika diperlukan untuk pemeriksaan Mohammadong akan dikirim ke Makassar.

Sedangkan Kepala Poltabes Samarinda Komisaris Besar Kamil Razak menambahkan, bedasarkan fotokopi Surat Laut dari Direktorat Perkapalan dan Kelautan Departemen Perhubungan di Jakarta, 24 Januari 2000, KM Teratai Prima dibuat di Samarinda tahun 1999. Kapal buatan CV Muji Rahayu itu berdimensi panjang 50,4 meter, lebar 9,36 meter, dan dalam 3,75 meter. Kapal bertonase kotor 747 GT dan bertonase bersih 225 GT. Kapal dari baja dengan dua baling-baling itu digerakkan mesin Yanmar berkekuatan 2 x 1.500 daya kuda. Namun, berdasarkan Sertifikat Keselamatan dari Kantor Administrator Pelabuhan (Adpel) Samarinda, 31 Maret 2008, kekuatan mesin penggerak kapal menjadi 2 x 520 daya kuda. Pemeriksaan mesin dilakukan pada 31 Maret 2008. Sertifikat berlaku hingga 28 Maret 2009.

Menurut Kepala Seksi Penjagaan dan Keselamatan Kantor Adpel Samarinda Helmin, diduga mesin kapal diganti oleh Muhammadong. Meski mesin diganti, kapal bisa dinyatakan laik berlayar bila memenuhi persyaratan teknis, nautis (sistem navigasi), dan keselamatan pelayaran. Namun, mesin yang berkekuatan rendah membuat laju kapal menjadi lamban.

Surat dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada 7 Oktober 2008 menyatakan, Teratai Prima berjenis kapal penumpang, berkapasitas angkut 500 penumpang, dan dimiliki PT Bunga Teratai.

Menteri Perhubungan Jusman Sjafi'i Djamal, Senin malam, di Makasar mengatakan, seluruh kekuatan SAR, dibantu TNI AD, AL, dan AU dikerahkan untuk melakukan pencarian. ”Presiden sudah memerintahkan operasi SAR ini. Soal anggaran, pemerintah belum menentukan berapa yang disiapkan, tapi ada.” (FER/ABK/BRO/ROW/REN/RYO)

sumber:
[1] kompasCetak

bisakah kita belajar dengan melongok masa lalu ?:
[1] tematik pengetahuan
[2] gallery jakarta february 2007
[3] 1.7 miliar per minggu
[4] misteri munawaroh dan yuliana
[5] garuda cek misteri munawaroh dan yuliana

anggota yang selalu hadir hanya 116 Orang January 10, 2009

Posted by witart in Uncategorized.
add a comment

Anggota yang Selalu Hadir Hanya 116 Orang
Kinerja DPR : Sabtu, 10 Januari 2009 | 00:14 WIB

Jakarta, Kompas – Kinerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2004-2009 memprihatinkan. Pada masa sidang II, 24 November-19 Desember 2008, anggota Dewan yang selalu hadir dalam lima kali rapat paripurna hanya 116 orang dari total 550 anggota.

Selebihnya, berdasarkan data yang dihimpun Kompas, 434 orang pernah sekali hingga lima kali tidak menghadiri rapat paripurna dengan alasan izin, sakit, atau tanpa keterangan.

Anggota yang pernah tidak hadir sekali dari lima kali rapat paripurna yang digelar sebanyak 165, tidak hadir dua kali (86), tidak hadir tiga kali (71), tidak hadir empat kali (57), dan tidak hadir lima kali (34). Adapun anggota DPR yang tiga kali berturut-turut atau lebih tidak hadir di rapat paripurna tanpa memberikan keterangan ada 21 orang.

Dibahas

Menyikapi rendahnya tingkat kehadiran anggota Dewan itu, Rabu pekan depan, pimpinan DPR akan menggelar rapat konsultasi dengan pimpinan fraksi, Badan Kehormatan, dan pimpinan panitia khusus.

Menurut Sekretaris Jenderal DPR Nining Indra Shaleh, rapat akan digelar Rabu siang. ”Salah satu agendanya adalah membicarakan persoalan absensi ini tanggung jawab siapa,” ucapnya.

Rapat juga akan membicarakan adanya desakan masyarakat untuk memublikasikan daftar hadir anggota dalam rapat-rapat.

Ketua Badan Kehormatan DPR Irsyad Sudiro pernah mengusulkan untuk memperberat sanksi bagi anggota Dewan yang mangkir di persidangan. Sanksi itu berupa sanksi keuangan atau pemotongan gaji atau honor.

Wakil Ketua Badan Kehormatan Gayus Lumbuun sebelumnya juga mengusulkan pengetatan pemberian izin atau sakit. Izin baru bisa diberikan kalau alasannya spesifik dan urgen, sedangkan keterangan sakit harus melampirkan surat dokter.

Disalahgunakan

Ronald Rofiandri dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Indonesia mengingatkan, ketidakhadiran anggota Dewan dalam sidang sesungguhnya merupakan salah satu bentuk penyimpangan dari fungsi representasi.

Maraknya anggota DPR yang berkunjung ke daerah menjelang pemilu dan meninggalkan sidang sesungguhnya tidak bisa ditoleransi karena semua anggota DPR sudah mendapatkan waktu untuk menemui konstituen pada masa reses dan dibiayai negara. Namun, masa reses juga sering disalahgunakan. ”Sering kali masa reses dimanfaatkan hanya untuk bertemu fungsionaris partai,” katanya.

Pada masa mendatang, PSHK mengusulkan harus ada skema rencana pemanfaatan masa reses yang lebih terukur sehingga bisa dievaluasi, termasuk pemberian dana resesnya.

Sulit dihindari

Anggota DPR dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (Partai Bulan Bintang), Ali Mochtar Ngabalin, berpandangan, ketidakhadiran anggota DPR dalam persidangan menjelang pemilu sulit dihindari. ”Tidak bisa dimungkiri kader-kader terbaik partai itu ada di parlemen. Jadi, mau tidak mau, banyak yang harus turun,” ujarnya.

Terlebih lagi dirinya dari PBB yang hanya memiliki 11 anggota Dewan sehingga harus banyak turun ke daerah. Namun, dirinya selalu mengajukan surat izin apabila tidak bisa menghadiri rapat.

Dia juga mendukung usulan pimpinan Badan Kehormatan untuk memberi sanksi keuangan kepada anggota Dewan yang tidak hadir. ”Jangan pernah kita itu makan uang yang bukan hak kita. Cuma, harus dibuat sistemnya yang tegas,” ujarnya. (SUT)

sumber:
kompasCetak

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.