jump to navigation

pembangkit listrik sekam November 8, 2008

Posted by witart in diagnosis.
Tags: , , ,
trackback

Sumber energi terbarukan sekarang sudah mulai menjadi primadona. Selain Biogas, limbah pertanian seperti sekam sudah dikembangkan di negera lain. Bagaimana semangat inovasi kita dalam menyikapi trend ini ?

Sekam untuk Pembangkit Listrik

Rusia Siap Kembangkan di Sulsel : Sabtu, 8 November 2008 | 01:16 WIB

Makassar, Kompas – Perusahaan asal Rusia, JSC PromSviazAutomatika, berminat menginvestasikan dana 30 juta-100 juta dollar Amerika Serikat untuk membangun pembangkit listrik berbahan sekam dan jerami padi. Pembangkit listrik berbahan sekam itu mampu menghasilkan daya 20-100 megawatt.

”Abu sisa pembakaran pembangkit itu akan dipasarkan sebagai bahan baku silica, semen, maupun industri pengolahan logam,” kata General Director JSC PromSviazAutomatika, Vladimir Khusainov, seusai menemui Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Jumat (7/11). Pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar sekam dan jerami padi itu akan bekerja sama dengan perusahaan daerah Sulawesi Selatan.

”Kami belum menentukan lokasinya, tetapi pertimbangan utamanya harus daerah yang memiliki sekam padi melimpah sehingga biaya angkutnya menjadi murah,” kata Khusainov.

Menurutnya, lokasi yang dipilih pun harus memiliki permintaan daya listrik yang tinggi. ”Setelah studi kelayakan, kami akan memutuskan berapa nilai investasi dan besarnya pembangkit yang dibutuhkan. Minimal 20 megawatt, sampai 100 megawatt,” kata Khusainov.

Menurutnya, pembangkit listrik berbahan bakar sekam dan jerami padi sangat menguntungkan. ”Sumber bahan bakarnya lebih stabil. Pembangkit listrik seperti itu hanya memakai hasil pertanian. Dan sama sekali tidak mencemari lingkungan,” kata Khusainov.

Ia menjelaskan, abu sekam bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku industri semen dan metalurgi. Abu sekam itu juga bisa menjadi silica bersih, karena 98 persen dari abu sekam adalah silica, bahan yang dibutuhkan dalam industri minyak bumi.

Digunakan banyak negara

Selain melibatkan Perusahaan Daerah Sulawesi Selatan, dalam rencana investasi itu JSC PromSviazAutomatika juga menggandeng konsultan energi terbarukan asal Rusia, Bantry Corporation, dan sebuah perusahaan energi Indonesia, PT Tiara Energy.

Saat bertemu Gubernur, Presiden Direktur PT Tiara Energy Sunarto Ponirin menyatakan, abu sekam padi adalah produk yang diminati dunia. ”Harga pasarannya sekarang mencapai 8 dollar AS per kilogram,” kata Sunarto.

Presiden Bantry Corporation Vasily Tsarev menyatakan, pembangkit listrik biomas adalah pembangkit energi yang telah lazim dipakai di banyak negara.

”Jadi ini bukan uji coba, ini adalah sumber energi yang telah terbuktikan. Satu kilogram sekam mampu menghasilkan 4.000 kilo kalori, sementara 1 kilogram jerami bisa menghasilkan 3.500 kilo kalori. Itu setara dengan batu bara kualitas biasa,” kata Tsarev.

Syahrul meminta studi kelayakan bisa dipercepat, mengingat krisis listrik di Sulawesi Selatan yang semakin parah. ”Saat ini sudah defisit listrik sekitar 50 megawatt dari daya listrik yang dihasilkan,” ujar Syahrul. (ROW)

Sementara Holland Simanjuntak, putra Indonesia yang bertugas di Vietnam memberi khabar, bahwa di Vietnam sekarang sedang digencarkan penggunaan Biogas.

Vietnam Builds 50,000 Biogas Systems

Vietnam’s national program to produce biogas as fuel from farm animals’ excrement has spread to 29 cities and provinces nationwide with 50,000 family-based systems built over the past six years.

The 50,000th biogas generating system was completed in central Nghe An province November 6.
Experts said that, with the 50,000 biogas systems, the country can save between VND100 billion ($6.06 million) and VND120 billion ($7.27 million) in fuel costs and reduce carbon dioxide discharge by 225,000 tons per year.

Also, the project has provided a large volume of manure for organic farming and improved the hygiene and living standards for people rural areas, especially women and children.

In April 2007, the project won the prestigious Energy Globe Award, which is presented annually to works that greatly contribute to reducing the global warming.

Under a Dutch-funded project worth EUR44.8 million, 18,000 biogas works were built in 12 provinces in eight ecological areas throughout Vietnam in the first phase from 2003 to 2005. In phase II, additional 140,000 biogas cellars will be built in 50 cities and provinces in the country by 2010. (Thanh Nien Daily Nov 7 p2, VNA Nov 6)

Powering Villages from Rice Husks
by Brevy Cannon, University of Virginia
Virginia, United States [RenewableEnergyWorld.com] : May 19, 2008

Two students from the University of Virginia’s Darden School of Business recently started a business that supplies electricity to rural villages in India by gasifying the rice husks that are a waste product of rice milling. So far, two rice husk generators are providing power to about 10,000 rural Indians, but the business plan calls for a rapid expansion that will put the miniature power plants in hundreds more villages within a few years.

sumber :
[1] kompasCetak
[2] thanh nien news – 1
[3] thanh nien news – 2
[4] renewableEnergy

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: